All Posts in Category: Informasi

Lowongan Kerja Klinik Mata Utama

Dibutuhkan :
Perawat, Refraksi Optisi (RO), Ass. Apoteker, Marketing, Keuangan, Teknisi, Administrasi, Customer Care, dan Transporter diutamakan domisili di Sidoarjo dan Bangkalan.

Persyaratan UMUM :
1. Usia Maks 26 Tahun
2. Bertanggung Jawab dan Jujur
3. Disiplin
4. Proaktif & Loyal
5. Dapat Bekerja dengan tim
6. Siap ditempatkan dicabang Klinik Mata Utama

Perawat :
1. Laki- laki/Perempuan
2. Pendidikan min. D3 Keperawatan
3. Pengalaman min. 1 tahun di bidang yang sama (fresh graduated are welcome)
4. Memiliki surat Tanda Registrasi (STR)

Refraksi Optisi (RO) :
1. Laki- laki/Perempuan
2. Pendidikan min. D3 Refraksi Optisi (RO)
3. Pengalaman min. 1 tahun di bidang yang sama (fresh graduated are welcome)
4. Memiliki surat Tanda Registrasi (STR) .

Asisten Apoteker :
1. Laki- laki/Perempuan
2. Pendidikan min. SMK Farmasi
3. Pengalaman min. 1 tahun di bidang yang sama (fresh graduated are welcome) .

Administrasi :
1. Laki- laki/Perempuan
2. Pendidikan min. SMA
3. Pengalaman min. 1 tahun di bidang yang sama (fresh graduated are welcome) .

Teknisi :
1. Laki- laki
2. Pendidikan min. D3 Teknik Mesin
3. Pengalaman min. 1 tahun di bidang yang sama (fresh graduated are welcome)

Customer Care :
1. Perempuan
2. Pendidikan min. D3 Semua Jurusan
3. Pengalaman min. 1 tahun di bidang yang sama (fresh graduated are welcome) .

Transporter (Khusus Bangkalan) :
1. Laki- laki/Perempuan
2. Pendidikan min. SMA
3. Pengalaman min. 1 tahun di bidang yang sama (fresh graduated are welcome) .

Marketing :
1. Laki- laki/Perempuan
2. Pendidikan min. D3 Semua Jurusan
3. Pengalaman min. 1 tahun di bidang yang sama (fresh graduated are welcome) .

Keuangan :
1. Perempuan
2. Pendidikan min. D3 Akutansi/Ekonomi
3. Pengalaman min. 1 tahun di bidang yang sama (fresh graduated are welcome)

Kirim Lamaran ke:
Klinik Mata Utama, Jl. Sumatra 27F, GKB Gresik
Telp. 031-3930011
Lamaran diterima paling lambat tanggal 25 Juli 2018.

#bangkalan
#sidoarjo
#lowongankerja
#klinikmatautama

Read More

Cetak doker Ahli Operasi Katarak, KMU Gelar Workshop Phacoemulsifikasi

Surabaya, kilasjatim.com: Upaya mencetak dokter spesialis operasi katarak dengan teknik Phacoemulsifikasi terus dilakukan Klinik Mata Utama (KMU). Salah satunya dengan menggelar workshop phacoemulsifikasi di Hotel Shangrila, Surabaya, Sabtu-Minggu (30-1/6/2018).

“Ada sekitar 77 dokter mata dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti workshop. Harapan kita dengan sering menggelar workshop bisa melahirkan dokter spesialis operasi katarak dengan teknik ini,” kata Direktur KMU dr Uyik Unari SpM kepada wartawan di sela worksop, Sabtu.

Phacoemulsifikasi merupakan teknik operasi katarak yang canggih. Yakni operasi katarak tanpa jahitan, tidak terasa sakit, dan hanya butuh waktu 10 menit. Peserta workshop kali ini dibagi dalam dua level, kelas basic dan kelas intermediate.

Para peserta lebih banyak belajar praktik langsung menggunakan peralatan baru dan canggih. Media belajarnya menggunakan Kitaro, semacam mata palsu.

“Kegiatan ini merupakan kerja sama Klinik Mata Utama, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Jatim, dan Indonesian Society of Cataract and Refractive Surgery (INASCRS),” ujarnya.

Menurut dr Uyik, latar belakang pelaksanaan workshop ini adalah karena masih banyaknya kasus katarak di Indonesia. Di sisi lain, masih banyak dokter mata yang melakukan operasi dengan teknik lama yang juga butuh waktu lebih lama. Mereka belum menguasai teknik phacoemulsifikasi.

Sehingga tak sebanding antara kebutuhan operasi dengan kecepatan layanan dan keahlian. Resikonya banyak kasus katarak yang terlambat ditangani. Padahal bisa beresiko pada kebutaan.

“Jumlah dokter pastinya di Jatim, saya belum tahu ya. Perkiraan kami baru 1/4 dari jumlah dokter mata yang ada. Jadi, misalnya 400 dokter, yang bisa baru 100 dokter. Dari 100 dokter inipun macam-macam tingkat keahliannya,” ungkapnya.

Padahal, lanjutnya, jumlah mesin di beberapa rumah sakit sudah banyak. Namun, masalahnya dokter yang dapat mengerjakan mesinnya tidak banyak. “Ada senjata, tapi yang menggunakan senjata itu tidak bisa,” tuturnya.

Selama ini, diakui, tak sedikit dokter yang harus belajar menggunakan alat ini ke luar negeri. Karenanya dengan menggelar di sini, makin banyak dokter mata yang bisa belajar. “Lima belas tahun lalu yang baru bisa menjalankan teknik phacoemulsifikasi baru 10 dokter,” cetusnya.

Teknik phacoemulsifikasi sendiri sampai sekarang belum diajarkan di kampus-kampus kedokteran di Indonesia. Sehingga workshop ini merupakan terobosan peningkatan kualifikasi dokter mata yang sangat diminati.

“Bagi KMU, ini merupakan pelaksanaan dari visi edukasi. Bahwa KMU terus turut mendorong para dokter mata tak henti belajar dan siap pula mengajari kolega lainnya. Ilmunya harus dibagi. Sehingga makin banyak dokter yang lebih ahli. Makin banyak juga masyarakat yang bisa dilayani,” paparnya.

Kelebihan dari teknik phacoemulsifikasi sendiri tambahnya, poli sembuhnya lebih cepat, lamanya operasi lebih singkat karena menggunakan mesin. Cuma tingkat kesulitannya lebih tinggi, karena butuh koordinasi antara dokternya dengan mesin.

“Kita mengistilahkan dengan 5It, yaitu tanpa jahit, tanpa sakit, tanpa antri, tanpa duit (untuk BPJS) dan langsung pamit,” tandas alumni FK Unair ini. (Wah)

sumber kilasjatim.com

Read More
Klinik Mata Utama kembali menggelar workshop phacoemulsifikasi

77 Dokter Mata Antusias Ikuti Workshop Phacoemulsifikasi

Klinik Mata Utama kembali menggelar workshop phacoemulsifikasi, Sabtu Minggu 30/6 – 1 Juli, di Shangrila Hotel, Surabaya.

Phacoemulsifikasi merupakan teknik operasi katarak yang canggih.
Yakni operasi katarak tanpa jahitan, tidak terasa sakit, dan hanya butuh waktu 10 menit.

Peserta workshop kali ini dibagi dalam dua level, kelas basic dan kelas intermediate. Tak kurang 77 dokter mata yang antusias menjadi peserta, berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan kerja sama Klinik Mata Utama, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Jatim, dan Indonesian Society of Cataract and Refractive Surgery (INASCRS).

Para peserta lebih banyak belajar praktik langsung menggunakan peralatan baru dan canggih. Media belajarnya menggunakan Kitaro, semacam mata palsu.

Menurut Direktur KMU dr Uyik Unari SpM, latar belakang pelaksanaan workshop ini adalah karena masih banyaknya kasus katarak di Indonesia. Di sisi lain, masih banyak dokter mata yang melakukan operasi dengan teknik lama yang juga butuh waktu lebih lama. Mereka belum menguasai teknik phacoemulsifikasi.

Sehingga tak sebanding antara kebutuhan operasi dengan kecepatan layanan dan keahlian. Resikonya banyak kasus katarak yang terlambat ditangani. Padahal bisa beresiko pada kebutaan.

“Selama ini tak sedikit sejawat dokter yang belajarnya harus ke luar negeri. Karenanya dengan menggelar di sini, makin banyak dokter mata yang bisa belajar,” katanya.

Teknik phacoemulsifikasi sendiri sampai sekarang belum diajarkan di kampus-kampus kedokteran di Indonesia. Sehingga workshop ini merupakan terobosan peningkatan kualifikasi dokter mata yang sangat diminati.

“Bagi KMU, ini merupakan pelaksanaan dari visi edukasi. Bahwa KMU terus turut mendorong para dokter mata tak henti belajar dan siap pula mengaajri kolega lainnya. Ilmunya harus dibagi. Sehingga makin banyak dokter yang lebih ahli. Makin banyak juga masyarakat yang bisa dilayani,” kata dokter Uyik yang alumni FK Unair ini.

Read More

7 Tips Praktis Agar Tetap Sehat di Bulan a

Selamat siang sahabat KMU, simak 7 tips praktis agar tetap sehat di Bulan Ramadhan.

1. Tetap makan sahur

2. Hindari mengonsumsi makanan yang berminyak

3. Berbuka puasa dengan makanan yang secukupnya

4. Mengonsumsi makanan/minuman manis yang secukupnya

5. Tidak makan terlalu banyak pada saat makan malam

6. Lakukan olahraga ringan saat malam hari

7. Atur pola tidur yang cukup dan berkwalitas

#KMU
#klinikmatautama
#doktermata
#katarakcenter
#pusatpenangananmata

Read More

Kabar bahagia untuk warga Gresik dan Lamongan

Selama Ramadhan 1439 H, Klinik Mata Utama akan berbagi hadiah KACA MATA GRATIS untuk adik-adik yatim-dhuafa dan dhuafa.

Segera manfaatkan layanan ini. Silahkan sebarkan kepada keluarga, teman, tetangga dan siapa saja yang membutuhkan.

Mari bersama menebar bahagia, di bulan Ramadhan Bercahaya.

Ketentuan :
1. Program ini untuk anak yatim-dhuafa dan dhuafa usia SD-SMP di wilayah Gresik dan Lamongan.
2. Berlangsung mulai tanggal 17 Mei – 09 Juni 2018.
3. Cara pendaftaran kirim wa/sms ke nomor 0822 3205 3333 dengan format : nama (spasi) umur (spasi) sekolah (spasi) alamat rumah.
4. Membawa surat pengantar dari sekolah/panti asuhan/RT/TPQ/takmir masjid setempat.
5. Jadwal dan tempat pemeriksaan akan tentukan oleh KMU sesui kesepakatan.
6. KMU siap bekerjasama dengan sekolah, panti asuhan, TPQ, takmir masjid untuk kesuksesan program ini.
7. Kacamata gratis diberikan untuk 100 pendaftar pertama yang memenuhi syarat.

#ramadhan
#bulansuci
#klinikmatautama
#gresikhits
#lamonganhits
#kacamatagratis
#anakyatim
#dhuafa

 

Read More

KMU Phaco Workshop Batch 3

KMU kembali memberi kesempatan kepada para dokter spesialis mata mengembangkan keahlian. Melalui lini KMUedu, kembali kami gelar Phaco Workshop Batch 3, level Basic (Including Wetlab) dan Intermediate, Sabtu – Ahad, 30 Juni – 1 Juli 2018, di Shangri-La Hotel, Surabaya.

International Speaker :
Ashvin Agarwal, MD

Speaker :
● Hadi Prakoso, MD
● Imam Tiharyo, MD
● Harka Prasetya, MD
● T. Budi Sulistya, MD
● Dicky Hermawan, MD
● IGN Puspajaya, MD
● Heni Riyanto, MD
● Uyik Unari Dwi Kaptuti, MD
● Fitria Romadiana, MD
● Dini Dharmawidiarini, MD
● M. Nurdin Zuhri, MD
● Danti Ayu Irawati, MD
● Irma Suryani, MD

Acara Phaco Workshop Batch 3, merupakan kerjasama antara Klinik Mata Utama, INASCRS, Perdami, dan juga IDI.

Read More

KMU Sebagai Salah Satu Training Center Phacoemulsificatio INASCRS, Kembali Melulusakan 4 Peserta.

Ada yang spesial di Ahad (13/05/2018). Klinik Mata Utama (KMU) sebagai salah satu Training Center Phacoemulsification INASCRS, kembali kedatangan tamu Istimewa dari Jakarta. Beliau adalah dr Hadi Prakoso, SpM(K), Course Director INASCRS.

Tapi yang lebih berbahagia tentu 4 dokter keren ini, dr. Muhammad Mu’amar Habibie, SpM, dr. Bobby Krisna Putra, SpM, dr. Inten Ardiyanti, SpM, dan dr. Erni indraswati, SpM. Karena hari itu mereka menerima sertifikat kelulusan keahlian phacoemulsification.

Kami berterima kasih kepada Indonesian Society of Cataract and Refractive Surgery (INASCRS), yang telah memberi kepercayaan kepada KMU. Semoga ke depan semakin banyak dokter mata yang terus mengembangkan keahlian bersama KMU, sehingga baktinya kepada masyarakat Indonesia makin terasa manfaatnya.

#phaco
#phacoemulsiification
#KlinikMataUtama
#DokterMata
#PusatKatarak
#KatarakCenter

Read More
Dokter Spesialis Mata Terbaik di Klinik Mata Utama Uyik Unari

Berharap Kemudahan dari Allah dengan Memudahkan Orang Lain

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menduduki peringkat kedua jumlah penderita katarak terbanyak di dunia. Setiap tahunnya, hampir 210 ribuwarga Indonesia mengindap katarak yang tak lain merupakan penyebab terbesar terjadinya kebutaan.

Dr Uyik Unari Dwi Kaptuti SpM adalah salah satu tenaga medis yang membuktikan gerakan nyata melawan katarak. Direktur utama Klinik Mata Utama (KMU) ini telah mengoperasi sekitar 5.000 penderita katarak  yang sebagian besar berasal dari warga tidak mampu.

“Pasien hanya perlu menyertakan surat tidak mampu dari lembaga apa pun dan biaya operasi akan dibebaskan atau gratis,” kata Dr Uyik saat dihubungi Republika, Senin (30/4).

Terbentuknya KMU, khususnya program operasi katarak gratis, kata Uyik, berawal dari cita-citanya agar ilmu yang dimilikinya dapat bermanfaat bagi orang lain, bukan hanya staf dan tenaga medis, melainkan juga masyarakat umum.

Tak hanya itu, KMU juga menyediakan edukasi bagi paramedis yang berkeinginan membuka klinik mata serupa di daerah mereka masing-masing. Dengan harapan, gerakan operasi katarak gratis ini dapat menyentuh lebih banyak penderita kurang mampu dan tinggal di wilayah marginal.

“Fokus utama kami memang kegiatan sosial, khususnya membantu kaum dhuafa karena walaupun ada BPJS, tapi tidak semua masyarakat terkover,” kata dia.

“Prisnsip saya, mendirikan KMU ini adalah memberikan kemudahan untuk orang lain karena semakin kita memudahkan orang lain maka Allah juga akan memberikan saya kemudahan pula baik di dunia maupun akherat,” lanjut Uyik.

Selain Uyik dan tenaga medis, KMU juga memiliki puluhan relawan yang bertugas mencari masyarakat yang terindikasi katarak. KMU lantas membawakannya ke klinik untuk mendapatkan operasi gratis yang diadakan setiap Selasa dan Ahad. Kebanyakan relawan, lanjut Uyik adalah sopir yang menawarkan jasa mereka untuk mengantar pasien menuju KMU terdekat.

“Operasinya memang tidak tunggu sampai banyak, jadi seadanya pasien saja. Selain itu, juga tidak ada batasan waktu, jadi pelayanan sudah dibuka dari saya bangun sampai saya tutup mata,”kata dia.

Hingga saat ini, selain memiliki dua klinik pribadi di Gresik dan Lamongan, KMU juga telah bekerjasama dengan delapan rumah sakit di sekitar Jawa Timur dan Jawa Tengah yang belum menyediakan poli mata . Di sana KMU akan menyediakan layanan poli beserta alat-alat dan para medis ahli.

 

Saat pertama kali didirikan , Uyik mengaku, hanya mengandalkan dana pribadi untuk melakukan operasi. Tapi, seiring waktu, dukungan dana mulaiberdatangan meskipun tidak dalam bilangan yang besar. Saat ini , Uyik mengaku, tidak terlalu bergantung pada dukungan dana karena pemasukan dari KMU sudah cukup untuk menutupi biaya operasi katarak gratis.

“Kalau sekarang, mau ada sponsor atau tidak , saya tetap jalan dan dananya saya sisihkan dari pemasukan klinik, karena tidak semua pemasukan di KMU itu digratiskan atau dhuafa, tapi banyak juga pasien yang berbayar dan semakin ke sini semakin banyak jumlahnya,” jelas dia.

 

Wannita kelahiran Surabaya ini berharap, KMU dapat sedikit mengurangi beban pemerintah untuk menekan jumlah penderita katarak di Indonesia. Dia juga berharap, nantinya klinik mata dengan visi sosial akan terus bermunculan, sehingga akan lebih banyak lagi warga Indonesia yang terbebas dari bahaya katarak.

Nama : Dr Uyik Unari Dwi Kaptuti SpM

TTL     : Surabaya, 16 Oktober 1969

Riwayat Pendidikan

  • Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (1988-1994)
  • Fakultas Kedokteran Spesialis Mata FK Unair (2004-2008)

Riwayat Pekerjaan

  • Dokter PTT Pusk Duduksampeyan Gresik (1996-1999)
  • Staf Quality Assurance Dinkes Gresik (1999-2000)
  • Direktur KMU (2010-sekarang)
  • Penulis buku Thausand island of Love

 

Riwayat Organisasi :

  • Yayasan Asy Syifa’ Surabaya
  • Yayasan Pendidikan dan Sosial Al Ummah Gresik
  • IDI Gresik
  • Yayasan Katarak Peduli
Read More
Mensos Dukung Gresik Bebas Katarak

Mensos Dukung Gresik Bebas Katarak

Mensos Dukung Gresik Bebas Katarak
Menteri Sosial RI Salim Segaf Al Jufri menyaksikan langsung operasi katarak gratis dalam kunjungan hari kedua di Gresik. Operasi katarak ini berlangsung di Klinik Mata Utama di jalan Sumatera, Gresik, Selasa (22/10) siang.

Saat berkunjung itu, Salim menyempatkan diri untuk berbincang-bincang dengan para pasien yang telah menjalani operasi. Dia juga memberikan semangat bagi para penderita katarak supaya mereka bisa beraktifitas secara normal lagi seperti sedia kala.
Salim mengatakan katarak adalah penyakit tertinggi kedua di Indonesia. Karena itu pemerintah menaruh perhatian khusus untuk mengobatinya.
“Mata juga merupakan panca inra vital yang berpengaruh pada produktifitas seseorang,” jelas Salim pada sejumlah wartawan ketika itu.
Yang menjadi keprihatinan Salim, bahwa masyarakat Indonesia menempati urutan pertama di Asia Tenggara dan nomor dua di dunia untuk penderita katarak.

Angka penderita katarak ini sangat ironi dan berbanding terbalik dengan kondisi alam Indonesia yang kaya raya. “Penyebab tingginya angka penderita katarak, akibat ekonomi warga yang masih di bawah kecukupan,” ungkap Salim.
Penderita katarak di Indonesia menempati urutan kedua di dunia setelah negara Ethiopia, pemerintah sudah melakukan berbagai langkah, termasuk menggandeng berbagai komponen.
2000 Pasien

Mencermati posisi negara Indonesia yang jumlah penderita katarak sangat tinggi sehingga pria kelahiran Surakarta ii memberi apresiasi kepada setiap komponen yang ikut serta dalam pengobatan, yang termasuk yang dilakukan oleh Klinik Mata Utama selama ini. Selain menggratiskan biaya operasi, klinik tersebut juga memfokuskan diri sebagai yang terdepan dalam operasi katarak. Klinik ini sudah mengoperasi 2.000 orang secara gratis selama tiga tahun.
“Gerakan sosial seperti ini harus terus ditumbuhkan agar masyarakat kecil dapat merasa hidupnya terbantu,” kata politisi dari Partai Keadilan Sejahtera ini.

Dalam kesempatan itu, Salim juga menandatangi surat pernyataan Gresik Bebas Katarak. Penandatangan itu disaksikan oleh Direktur Klinik Mata Utama Kaji Rusli, serta Wakil Bupati Gresik M Qosim.
Hari pertama, Mensos Salim meletakkan batu pertama perbaikan rumah di Gresik. Dia juga memberikan bantuan uang tunai Rp 2 juta, satu paket bingkisan berupa sembako dan bedah kamar senilai Rp 10 juta pada Suyati (80), janda warga Gurang anyar, Kecamatan Cerme yang rumahnya di bedah.

Surya, 23 Oktober 2013

Read More