All Posts in Category: Katarak

Penanganan Katarak Pada Penderita Diabetes

Penanganan Katarak Pada Penderita Diabetes

Hal pertama dan penting untuk pengobatan adalah mengontrol kadar gula sehingga tetap berada dalam rentang nilai normal. Dengan demikian, keparahan penyakit dapat dihindari.

Kita semua tahu bahwa diabetes memang tidak bisa disembuhkan secara total, tapi penyakit ini bisa ditekan efek sampingnya atau dijaga supaya tidak semakin parah dan penderita bisa hidup dengan cukup sehat. Setelah gula darah normal, barulah dilakukan tindakan operasi katarak.

Operasi katarak di KMU saat ini sudah menggunakan teknik phacoemulsifikasi, yaitu tehnik paling canggih dalam operasi katarak dengan menggunakan sobekan yang sangat kecil (kurang dari 3mm) pada sisi kornea. Alat phacoemulsifikasi digunakan untuk melunakan dan mengeluarkan lensa katarak pada saat yang bersamaan. Setelah itu, lensa intra-okular (IOL) yang dapat dilipat dimasukan ke dalam mata. Setelah operasi, pasien langsung dapat beraktivitas kembali.

Read More
Operasi Katarak Canggih Hadir di Mojokerto

Operasi Katarak Canggih Hadir di Mojokerto

Kabar gembira untuk warga Mojokerto dan sekitarnya. Terutama bagi penderita katarak. Klinik Mata Utama (KMU) telah menjalin kerja sama dengan RS Hasanah. Layanan berupa Poli Mata dan Operasi Katarak.

Untuk Poli Mata, jadwalnya setiap hari Rabu (jam 15.00 – 17.30) dan Jumat (jam 08.00 – 12.00). Pasien akan secara khusus dilayani oleh dr Nuke Erlina, SpM.

Khusus untuk penderita katarak, kini tak harus jauh-jauh ke luar kota. Karena KMU dan RS Hasanah juga bekerja sama memberikan layanan operasi katarak dengan metode terbaru, yakni phacoemulsificatioan. Sebuah tehnik operasi katarak yang cepat (hanya 15 menit), tanpa jahit, tanpa sakit, dan bisa langsung pamit. Bagi pengguna BPJS, layanan ini tanpa duwit alias gratis.

Peralatan canggih sudah disediakan. Antara lain Biometri, NCT, ARK dan VSUS. Pelaksanaan operasi katarak digelar setiap hari Selasa, jam 08.00 sampai selesai.

Read More

Mengenal Operasi Katarak Teknik Pachoemulsification Motion

Operasi Katarak Teknik Pachoemulsification Motion saat ini adalah teknik yang paling canggih. Teknik ini adalah operasi menggunakan  insisi atau sayatan di kornea yang sangat kecil (kurang dari 3 mm), sehingga mempercepat penyembuhan pasien katarak.

“Kelebihan Operasi Katarak Teknik Pachoemulsification adalah sayatan yang relatif kecil, sehingga mempercepat penyembuhan pasca operasi pasien katarak” jelas dr. Danti Ayu Irawati, SpM.

“Tindakan ini juga dilakukan lebih cepat, kurang lebih 15 menit, setelah itu pasien bisa beraktifitas lagi” imbuh Dokter Danti dalam video berdurasi 2 menit ini. Dengan teknik ini juga mengurangi rasa nyeri, rasa ngganjel, keluhan mata merah pasca operasi katarak.

Dengan metode ini operasi katarak tidak lagi menjadi momok bagi pasien penderita katarak, dengan berbagai kelabihan tersebut tentunya.

Berikut video lengkapnya “Mengenal Operasi Katarak Teknik Pachoemulsification Motion”, semoga bermanfaat bagi pembaca KMU sekalian.

 

 

 

Read More

Macam Operasi Katarak

Macam Operasi Katarak

Katarak merupakan suatu kelainan metabolisme lensa yang disebabkan oleh beberapa faktor, dan dapat disembuhkan dengan metode operasi.

Bagaimana pengobatan katarak dilakukan? salah satunya adalah jika penderita sudah mengeluhkan gejala yang menyertainya, salah satunya adalah harus melakukan penggantian lensa mata ini, karena ada kekeruhan dalam lensa mata. Dengan perkembangan teknik operasi katarak, saat ini tidak perlu menunggu matang dulu untuk dilakukan tindakan.

 

Berikut beberapa teknik operasi katarak:

  1.   Teknik ECCE
  2.   Teknik SICS
  3.   Teknik Pachoemulsification

Untuk labih jelasnya berikut video lengkapnya;

Read More
Asal Sudah Mengganggu Penglihatan Bisa Segera Operasi Katarak

Asal Sudah Mengganggu Penglihatan Bisa Segera Operasi Katarak

Sebelum umum dikenal dengan phacoemulsifikasi, penderita katarak baru dapat dioperasi ketika kondisi kataraknya sudah tebal atau bahasa lainnya matang. Dengan menggunakan metode phacoemulsifikasi semua penderita katarak sekarang bisa segera diatasi,  “Apabila dirasa sudah cukup mengganggu penglihatan atau menghambat aktifitas atau pekerjaan …” jelas dr Nuke Elina Mayasari, SpM salah satu dokter spesialis mata yang bertugas di Klinik Mata Utama yang juga memiliki sertifikasi Phacoemulsifikasi.

“Misal pekerjaan sopir, ada katarak tipis pasti sudah mengganggu penglihatan,penjahit dan lain lain ” imbuh dr Nuke alumni Fakultas Kedokteran Brawijaya ini. Seperti kita ketahui bersama bahwa banyak penderita katarak yang harus menunggu lama untuk bisa operasi dan mendapatkan penglihatan yang normal kembali karena katarak tipis

Tahukan anda bahwa penyembuhan penyakit katarak dengan teknologi phacoemulsifikasi merupakan operasi katarak tanpa jahitan atau operasi dengan sayatan yang sangat kecil di samping kornea mata menggunakan alat dengan getaran ultrasonik. Lensa yang keruh tersebut dihancurkan lalu disedot, untuk kemudian diganti dengan lensa tanam.

Salah satu kelebihan menggunaan teknik phacoemulsifikasi, kondisi mata pasien tidak mengeluarkan darah, berlangsung sangat cepat sekitar 10-15 menit dan pasien bisa langsung pulang, baru kembali satu hari setelahnya untuk kontrol.

Semua dokter spesialis Klinik Mata Utama sudah memiliki sertifikasi Phacoemulsifikasi, selain itu juga memiliki pengalaman yang mumpuni, hingga sekarang ada sekitar 700 mata yang dioperasi setiap bulannya. Selain itu KMU juga menjadi pusat training center yang sudah meluluskan 11 Dokter Mata.

 

Phaco Emulsification Bedah Mata Minim Sayatan

 

 

 

 

Ilustrasi : RSPR

Read More

Habis Operasi, Terbitlah Terang

Bosan menunggu antrian lama di rumah sakit? Mungkin iya. Tapi tidak di Klinik Mata Utama (KMU), Jl. Sumatra 27F, GKB Gresik. Cukup sehari, pasien langsung bisa menjalani operasi katarak. Termasuk pengguna BPJS.

Siti Nuriyah (kiri), sedang dilayani petugas BPJS di Klinik Mata Utama, Gresik

“Pasien BPJS tidak perlu menunggu lama untuk penjadwalan operasi dan tidak dipungut biaya sama sekali,” jelas dr. Uyik Unari Dwi Kaptuti, SpM, Direktur KMU. “Operasinya menggunakan teknologi canggih Phacoemulsifikasi yang hanya memerlukan waktu 10-15 menit saja,” tambah dokter yang lulusan Universitas Air Langga ini.

KMU membuka layanan nonstop Senin hingga Sabtu, pukul 07.00 hingga 21.00. Sebanyak sembilan dokter spesialis mata yang sudah berpengalaman dan bersertifikasi, siap melayani. Customer servise dan perawatpun siap mendapingi.

Kelebihan lainya, tidak ada perbedaan standar pasien umum dan BPJS. Apakah itu pelayanan, obat, dan operasi katarak. Pasien BPJS yang berobat di KMU kurang lebih 100 pasien, yang di operasi kurang lebih 20 pasien dalam sehari.

Dokter Dias, SpM (kanan) meriksa saraf mata pasien

Pasien BPJS yang akan berobat di KMU yang telah membawa persyaratan, bisa langsung registrasi dengan mengambil nomer antrian BPJS. Tidak perlu menunggu waktu lama, pasien di lakukan pemeriksaan oleh perawat, dan di lanjutakan pemeriksaan oleh dokter.

Setelah di lakukan pemeriksaan, dan terdiagnosa katarak pasien pada hari itu juga di jadwalkan operasi, dengan catatan tekanan darah dan gula darah dalam batas normal.

Ning Afifah (tengah) mendengarkan penjelasan kondisi matanya dari petugas Klinik Mata Utama

KMU selalu meningkatkan pelayanan tanpa membedakan pasien umum dan BPJS, salah satu upaya peningkatan dan betuk optimalisasi adalah program One Day Care, pasien tak perlu rawat inap.

Serba Cepat

Lihat saja yang dialami Siti Nuriyah, 40 tahun, warga Sumari Duduk Sampeyan. Mulai pemeriksaan sampai penggambilan obat, ia tidak memerlukan waktu lama. “Pelayananya bagus, begitu pula saat terdiagnosa katarak dapat dioperasi hari ini juga tanpa harus menunggu berminggu-minggu  untuk di jadwalkan operasi,” ujarnya.

Pernyataan ini senada dengan yang dialami oleh Ning Afifah, guru PAUD asal BP. Kulon Gresik. “Pelayanan di KMU sangat bagus, tidak membedahkan pasien umum dan BPJS, antrinya tidak lama. Saya datang pukul 07.30, dan pukul 08.00 saya terlayani oleh pihak admin. Kemudian saya langsung di periksa oleh perawat KMU, padahal pasienya banyak.  saya di panggil untuk pemeriksaaan dokter hanya setengah jam saja,” jelasnya.

Kenang-kenagan foto M. Djalil Usman pascaoperasi katarak

Satu hal lagi, lanjut Ning Afifah, setelah berobat di KMU ia juga menerima gift menarik. “Saya dapat  kacamata keren dan goodie bag menarik berisi jilbab Pasmira dan foto kenang-kenagan,” katanya senang.

Read More
klinik mata katarak juvenil

Pengertian Katarak Juvenil

Katarak merupakan penyakit yang sering menyebabkan kebutaan, umumnya terjadi pada usia lanjut akan tetapi dapat juga akibat kelainan kongenital atau penyulit penyakit mata lokal menahun. Katarak berasal dari bahasa Yunani yang berarti Katarrahakies, bahasa Inggris Cataract, dan bahasa latin Cataracta yang berarti air terjun. Dalam bahasa Indonesia disebut bular, dimana penglihatan seperti tertutup air terjun akibat lensa yang keruh. Katarak dapat terjadi akibat hidrasi, denaturasi protein atau keduanya.

Katarak Juvenil merupakan katarak lembek yang terdapat pada orang muda dan mulai terbentuknya pada usia 3 bulan sampai 9 tahun. Katarak kongenital dan infantile secara umum terjadi dalam 1 dalam setiap 2000 kelahiran hidup, yang terjadi akibat gangguan pada perkembangan normal lensa. Prevalensi pada negara berkembang sekitar 2-4 tiap 10.000 kelahiran hidup.

Gejalanya berupa pandangan kabur, silau, halo dan penurunan tajam, bayangan ganda dapat juga awal dari katarak. Selain itu kadang dapat ditemukan gejala awal seperti silau dan diplopia monokular yang tidak dapat dikoreksi. Pada penderita yang tidak dapat melihat baik dengan kacamata, dapat dilakukan operasi Intracapsular Cataract Extraction ( ICCE) atau Extracapsular Cataract Extraction (ECCE) berupa Small Incision Cataract Surgery (SICS) dan teknik terbaru Phacoemulsification.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya katarak seperti usia lanjut, kongenital, penyakit mata (glaukoma, ablasi, uveitis, retinitis pigmentosa, penyakit intraokular lain), bahan toksis khusus (kimia dan fisik), keracunan obat (eserin, kotikosteroid, ergot, asetilkolinesterase topikal), kelainan sistemik atau metabolik (DM, galaktosemi, distrofi miotonik), genetik dan gangguan perkembangan, infeksi virus dimasa pertumbuhan janin. Faktor resiko dari katarak antara lain DM, riwayat keluarga dengan katarak, penyakit infeksi atau cedera mata terdahulu, pembedahan mata, pemakaian kortikosteroid, terpajan sinar UV dan merokok.

 

 

Sumber : INSPIRASI, No.XIV Edisi Oktober 2011

Read More
Semua orang bisa terkena katarak

Semua Manusia Bisa Terkena Katarak

Katarak merupakan ketidakmampuan lensa mata untuk mempertahankan kejernihannya karena usia. Dengan menjalani pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan dini saat memasuki usia 50 tahun, kita dapat memperlambat, bukan untuk menghindari terjadinya kondisi tersebut.

Diibaratkan seperti uban yang mulai tumbuh di kepala, semua manusia pasti akan mengalami katarak. Sama seperti uban, kita tidak akan pernah tahu kapan katarak itu ada di diri kita.

Bahkan angka kebutaan di Indonesia sangat tinggi, menurut sebuah rumus dari ahli mata menyebutkan setiap 1,5 % dari 1 juta penduduk mengalami kebutaan dimana 0,78% diantaranya adalah disebabkan katarak. Berarti ada 7800 orang buta disebabkan katarak pada setiap 1 juta penduduk, oleh karena itu menjadi salah satu landasan berdirinya Klinik Mata Utama.

Perlu pembaca ketahui bahwa kemampuan dokter saat ini hanya bisa menangani 400 pasien per satu juta penduduk.

Kemunculan katarak biasa terjadi pada usia 40 atau usia 50 tahun. Tidak menutup kemungkinan ada yang sudah berusia 70 tahun masih hitam saja mungkin.

Salah satu saran dari ahli katarak Klinik Mata Utama yaitu, jika kita berasal dari keluarga yang memiliki riwayat diabetes, dimohon untuk mulai rutin mengecek gulanya saat berusia 40 tahun ke atas. Karena, begitu 40 tahun ke atas, kita telah memasuki fase tua.

“Apa yang di saat usia muda belum muncul, tiba-tiba di usia 40 ke atas, semuanya akan muncul. Terlebih bila kita sakit, karena adanya riwayat di dalam keluarga. Jangan pernah malas untuk melakukan skrining di usia tersebut,” salah satu pesan dari Dokter Ucok P. Pasaribu, SpM seperti dikutip dari Liputan6.

 

Foto : eyewear.org

 

 

Read More

Operasi Katarak bagi Penderita Diabetes

Penderita diabetes melitus yang sekaligus menderita katarak, memerlukan pengobatan lebih sulit dan harus waspada memilih teknik operasi untuk pengobatan yang baik. Sebab, sangat riskan jika dilakukan operasi. Jika penanganan tidak tepat, maka dapat membuat parah keadaan retinopati diabetik.
 
Yang perlu diperhatikan bagi penderita diabetes yang akan melakukan operasi katarak adalah, harus menurunkan kadar gula darah terlebih dahulu. Karena operasi katarak hanya dapat dilakukan apabila kadar gula darah terkontrol dengan baik. Hal ini bertujuan mengurangi risiko pasca operasi.
 
Setelah kadar gula normal, maka siap untuk dilakukan operasi. Operasi katarak pada penderita diabetes tidak jauh berbeda dengan operasi katarak pada umunya, yaitu bisa dengan teknik phacoemulsifikasi.
 
Lalu apa yang harus dilakukan bagi penderita diabetes yang juga mengalami katarak dan akan melakukan operasi katarak? Yang bisa dan harus dilakukan adalah mengubah pola hidup dan pola makan sehari-hari, diet, olah raga, memonitor gula darah, tekanan darah dan kolesterol, serta mengonsumsi obat-obatan diabet yang disarankan dokter secara teratur. Selain itu, penderita juga disarankan memeriksakan matanya secara rutin.
 
Prinsip pencegahan lebih baik daripada mengobati menjadi gaya hidup terutama pada penyakit kelompok risiko tinggi seperti diabetes. Apabila sudah terkena diabetes melitus, disarankan melakukan pemeriksaan awal ke dokter mata agar dapat diketahui kelainan sejak dini sebelum terjadi komplikasi yang lanjut.
 
Sumber : Majalah KMU edisi 04
Read More

Radiasi Percepat Timbulnya Katarak

Selain dipengaruhi faktor usia, katarak juga dipengaruhi paparan sinar ultraviolet yang berlebihan. Indonesia yang berada di daerah tropis dengan sinar matahari berlimpah, penduduknya harus lebih waspada terhadap kemungkinan terkena katarak.
 
”Pergunakan kacamata secara tepat untuk mencegah paparan ultraviolet yang berlebih,” kata dr Uyik Unari, SpM, Direktur Klinik Mata Utama Gresik.
 
Menurut dr. Fitria Romadiana, SpM dokter Klinik Mata Utama, katarak paling banyak ditemukan pada orang berusia lanjut, terutama di atas 50 tahun. Katarak tidak bisa ditangani dengan obat, tetapi harus ditangani melalui operasi. Kacamata hanya berfungsi mengurangi sementara kaburnya penglihatan.
Dengan kemampuan spesialis mata yg tersertifikasi dan operasi menggunakan teknologi phacoemulsifikasi akan mempercepat rehabilitasi penglihatan penderita katarak. Teknik ini memungkinkan operasi katarak tanpa jahitan dan paska operasi, mata sudah tidak perlu ditutup lagi

Dan teknik ini sudah bisa anda temukan di seluruh cabang Klinik Mata Utama.

Read More