All Posts in Category: Katarak

KMU Kembali Menggelar Phaco Workshop

KMU kembali menggelar Phaco Workshop untuk meningkatkan keahlian para dokter mata di bidang operasi katarak, 31 Juni – 1 Juli 2018 di Shangri-La Hotel, Surabaya.

Sebanyak 77 dokter yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia hadir menjadi peserta. Pembicaranya dari Perdami, INASCRS dan tim dokter KMU.

Yang lebih keren, KMU juga mengundang narasumber tamu, pakar phaco dari India. Namanya dr Ashvin Agarwal, Executive Director of Agarwal’s Eye Hospital.

Simak komentarnya.

Read More
Dapatkah Katarak Timbul Kembali Setelah Operasi?

Dapatkah Katarak Timbul Kembali Setelah Operasi?

Pertanyaan

Dapatkah Katarak Timbul Kembali Setelah Operasi ?

Jawab:

Katarak tidak dapat timbul kembali. Bila setelah operasi katarak kemudian seiring berjalannya waktu ada yang tampak menutupi, kemungkinan itu karena terjadi penebalan di kapsul atau rumah tempat lensa.

Read More

Katarak Hipermatur

Katarak hipermatur adalah suatu stadium katarak senilis (katarak karena penuan) yang paling akhir.

Morgagnian adalah salah satu bentuknya dimana sudah terjadi pencairan korteks lensa sehingga inti lensa tampak melayang dalam korteks yang mencair
Tahap ini terjadi karena lensa katarak yang tidak dilakukan operasi.

Penglihatan pasien pada tahap ini sudah sangat buruk hingga hanya melihat cahaya. Kemungkinan terjadi komplikasi saat operasi pada pasien seperti ini juga begitu besar.

Jika ada gejala katarak segera periksa agar tidak terlambat dan masuk dalam stadium ini.

#ketarak hipermatur
#klinikmatautama
#KMU
#klinikmata
#doktermata
#pusatpenangananmata
#katarakcenter
#pusatkatarak

Read More
Penanganan Katarak Pada Penderita Diabetes

Penanganan Katarak Pada Penderita Diabetes

Hal pertama dan penting untuk pengobatan adalah mengontrol kadar gula sehingga tetap berada dalam rentang nilai normal. Dengan demikian, keparahan penyakit dapat dihindari.

Kita semua tahu bahwa diabetes memang tidak bisa disembuhkan secara total, tapi penyakit ini bisa ditekan efek sampingnya atau dijaga supaya tidak semakin parah dan penderita bisa hidup dengan cukup sehat. Setelah gula darah normal, barulah dilakukan tindakan operasi katarak.

Operasi katarak di KMU saat ini sudah menggunakan teknik phacoemulsifikasi, yaitu tehnik paling canggih dalam operasi katarak dengan menggunakan sobekan yang sangat kecil (kurang dari 3mm) pada sisi kornea. Alat phacoemulsifikasi digunakan untuk melunakan dan mengeluarkan lensa katarak pada saat yang bersamaan. Setelah itu, lensa intra-okular (IOL) yang dapat dilipat dimasukan ke dalam mata. Setelah operasi, pasien langsung dapat beraktivitas kembali.

Read More
Operasi Katarak Canggih Hadir di Mojokerto

Operasi Katarak Canggih Hadir di Mojokerto

Kabar gembira untuk warga Mojokerto dan sekitarnya. Terutama bagi penderita katarak. Klinik Mata Utama (KMU) telah menjalin kerja sama dengan RS Hasanah. Layanan berupa Poli Mata dan Operasi Katarak.

Untuk Poli Mata, jadwalnya setiap hari Rabu (jam 15.00 – 17.30) dan Jumat (jam 08.00 – 12.00). Pasien akan secara khusus dilayani oleh dr Nuke Erlina, SpM.

Khusus untuk penderita katarak, kini tak harus jauh-jauh ke luar kota. Karena KMU dan RS Hasanah juga bekerja sama memberikan layanan operasi katarak dengan metode terbaru, yakni phacoemulsificatioan. Sebuah tehnik operasi katarak yang cepat (hanya 15 menit), tanpa jahit, tanpa sakit, dan bisa langsung pamit. Bagi pengguna BPJS, layanan ini tanpa duwit alias gratis.

Peralatan canggih sudah disediakan. Antara lain Biometri, NCT, ARK dan VSUS. Pelaksanaan operasi katarak digelar setiap hari Selasa, jam 08.00 sampai selesai.

Read More

Mengenal Operasi Katarak Teknik Pachoemulsification Motion

Operasi Katarak Teknik Pachoemulsification Motion saat ini adalah teknik yang paling canggih. Teknik ini adalah operasi menggunakan  insisi atau sayatan di kornea yang sangat kecil (kurang dari 3 mm), sehingga mempercepat penyembuhan pasien katarak.

“Kelebihan Operasi Katarak Teknik Pachoemulsification adalah sayatan yang relatif kecil, sehingga mempercepat penyembuhan pasca operasi pasien katarak” jelas dr. Danti Ayu Irawati, SpM.

“Tindakan ini juga dilakukan lebih cepat, kurang lebih 15 menit, setelah itu pasien bisa beraktifitas lagi” imbuh Dokter Danti dalam video berdurasi 2 menit ini. Dengan teknik ini juga mengurangi rasa nyeri, rasa ngganjel, keluhan mata merah pasca operasi katarak.

Dengan metode ini operasi katarak tidak lagi menjadi momok bagi pasien penderita katarak, dengan berbagai kelabihan tersebut tentunya.

Berikut video lengkapnya “Mengenal Operasi Katarak Teknik Pachoemulsification Motion”, semoga bermanfaat bagi pembaca KMU sekalian.

 

 

 

Read More

Macam Operasi Katarak

Macam Operasi Katarak

Katarak merupakan suatu kelainan metabolisme lensa yang disebabkan oleh beberapa faktor, dan dapat disembuhkan dengan metode operasi.

Bagaimana pengobatan katarak dilakukan? salah satunya adalah jika penderita sudah mengeluhkan gejala yang menyertainya, salah satunya adalah harus melakukan penggantian lensa mata ini, karena ada kekeruhan dalam lensa mata. Dengan perkembangan teknik operasi katarak, saat ini tidak perlu menunggu matang dulu untuk dilakukan tindakan.

 

Berikut beberapa teknik operasi katarak:

  1.   Teknik ECCE
  2.   Teknik SICS
  3.   Teknik Pachoemulsification

Untuk labih jelasnya berikut video lengkapnya;

Read More
Asal Sudah Mengganggu Penglihatan Bisa Segera Operasi Katarak

Asal Sudah Mengganggu Penglihatan Bisa Segera Operasi Katarak

Sebelum umum dikenal dengan phacoemulsifikasi, penderita katarak baru dapat dioperasi ketika kondisi kataraknya sudah tebal atau bahasa lainnya matang. Dengan menggunakan metode phacoemulsifikasi semua penderita katarak sekarang bisa segera diatasi,  “Apabila dirasa sudah cukup mengganggu penglihatan atau menghambat aktifitas atau pekerjaan …” jelas dr Nuke Elina Mayasari, SpM salah satu dokter spesialis mata yang bertugas di Klinik Mata Utama yang juga memiliki sertifikasi Phacoemulsifikasi.

“Misal pekerjaan sopir, ada katarak tipis pasti sudah mengganggu penglihatan,penjahit dan lain lain ” imbuh dr Nuke alumni Fakultas Kedokteran Brawijaya ini. Seperti kita ketahui bersama bahwa banyak penderita katarak yang harus menunggu lama untuk bisa operasi dan mendapatkan penglihatan yang normal kembali karena katarak tipis

Tahukan anda bahwa penyembuhan penyakit katarak dengan teknologi phacoemulsifikasi merupakan operasi katarak tanpa jahitan atau operasi dengan sayatan yang sangat kecil di samping kornea mata menggunakan alat dengan getaran ultrasonik. Lensa yang keruh tersebut dihancurkan lalu disedot, untuk kemudian diganti dengan lensa tanam.

Salah satu kelebihan menggunaan teknik phacoemulsifikasi, kondisi mata pasien tidak mengeluarkan darah, berlangsung sangat cepat sekitar 10-15 menit dan pasien bisa langsung pulang, baru kembali satu hari setelahnya untuk kontrol.

Semua dokter spesialis Klinik Mata Utama sudah memiliki sertifikasi Phacoemulsifikasi, selain itu juga memiliki pengalaman yang mumpuni, hingga sekarang ada sekitar 700 mata yang dioperasi setiap bulannya. Selain itu KMU juga menjadi pusat training center yang sudah meluluskan 11 Dokter Mata.

 

Phaco Emulsification Bedah Mata Minim Sayatan

 

 

 

 

Ilustrasi : RSPR

Read More

Habis Operasi, Terbitlah Terang

Bosan menunggu antrian lama di rumah sakit? Mungkin iya. Tapi tidak di Klinik Mata Utama (KMU), Jl. Sumatra 27F, GKB Gresik. Cukup sehari, pasien langsung bisa menjalani operasi katarak. Termasuk pengguna BPJS.

Siti Nuriyah (kiri), sedang dilayani petugas BPJS di Klinik Mata Utama, Gresik

“Pasien BPJS tidak perlu menunggu lama untuk penjadwalan operasi dan tidak dipungut biaya sama sekali,” jelas dr. Uyik Unari Dwi Kaptuti, SpM, Direktur KMU. “Operasinya menggunakan teknologi canggih Phacoemulsifikasi yang hanya memerlukan waktu 10-15 menit saja,” tambah dokter yang lulusan Universitas Air Langga ini.

KMU membuka layanan nonstop Senin hingga Sabtu, pukul 07.00 hingga 21.00. Sebanyak sembilan dokter spesialis mata yang sudah berpengalaman dan bersertifikasi, siap melayani. Customer servise dan perawatpun siap mendapingi.

Kelebihan lainya, tidak ada perbedaan standar pasien umum dan BPJS. Apakah itu pelayanan, obat, dan operasi katarak. Pasien BPJS yang berobat di KMU kurang lebih 100 pasien, yang di operasi kurang lebih 20 pasien dalam sehari.

Dokter Dias, SpM (kanan) meriksa saraf mata pasien

Pasien BPJS yang akan berobat di KMU yang telah membawa persyaratan, bisa langsung registrasi dengan mengambil nomer antrian BPJS. Tidak perlu menunggu waktu lama, pasien di lakukan pemeriksaan oleh perawat, dan di lanjutakan pemeriksaan oleh dokter.

Setelah di lakukan pemeriksaan, dan terdiagnosa katarak pasien pada hari itu juga di jadwalkan operasi, dengan catatan tekanan darah dan gula darah dalam batas normal.

Ning Afifah (tengah) mendengarkan penjelasan kondisi matanya dari petugas Klinik Mata Utama

KMU selalu meningkatkan pelayanan tanpa membedakan pasien umum dan BPJS, salah satu upaya peningkatan dan betuk optimalisasi adalah program One Day Care, pasien tak perlu rawat inap.

Serba Cepat

Lihat saja yang dialami Siti Nuriyah, 40 tahun, warga Sumari Duduk Sampeyan. Mulai pemeriksaan sampai penggambilan obat, ia tidak memerlukan waktu lama. “Pelayananya bagus, begitu pula saat terdiagnosa katarak dapat dioperasi hari ini juga tanpa harus menunggu berminggu-minggu  untuk di jadwalkan operasi,” ujarnya.

Pernyataan ini senada dengan yang dialami oleh Ning Afifah, guru PAUD asal BP. Kulon Gresik. “Pelayanan di KMU sangat bagus, tidak membedahkan pasien umum dan BPJS, antrinya tidak lama. Saya datang pukul 07.30, dan pukul 08.00 saya terlayani oleh pihak admin. Kemudian saya langsung di periksa oleh perawat KMU, padahal pasienya banyak.  saya di panggil untuk pemeriksaaan dokter hanya setengah jam saja,” jelasnya.

Kenang-kenagan foto M. Djalil Usman pascaoperasi katarak

Satu hal lagi, lanjut Ning Afifah, setelah berobat di KMU ia juga menerima gift menarik. “Saya dapat  kacamata keren dan goodie bag menarik berisi jilbab Pasmira dan foto kenang-kenagan,” katanya senang.

Read More
klinik mata katarak juvenil

Pengertian Katarak Juvenil

Katarak merupakan penyakit yang sering menyebabkan kebutaan, umumnya terjadi pada usia lanjut akan tetapi dapat juga akibat kelainan kongenital atau penyulit penyakit mata lokal menahun. Katarak berasal dari bahasa Yunani yang berarti Katarrahakies, bahasa Inggris Cataract, dan bahasa latin Cataracta yang berarti air terjun. Dalam bahasa Indonesia disebut bular, dimana penglihatan seperti tertutup air terjun akibat lensa yang keruh. Katarak dapat terjadi akibat hidrasi, denaturasi protein atau keduanya.

Katarak Juvenil merupakan katarak lembek yang terdapat pada orang muda dan mulai terbentuknya pada usia 3 bulan sampai 9 tahun. Katarak kongenital dan infantile secara umum terjadi dalam 1 dalam setiap 2000 kelahiran hidup, yang terjadi akibat gangguan pada perkembangan normal lensa. Prevalensi pada negara berkembang sekitar 2-4 tiap 10.000 kelahiran hidup.

Gejalanya berupa pandangan kabur, silau, halo dan penurunan tajam, bayangan ganda dapat juga awal dari katarak. Selain itu kadang dapat ditemukan gejala awal seperti silau dan diplopia monokular yang tidak dapat dikoreksi. Pada penderita yang tidak dapat melihat baik dengan kacamata, dapat dilakukan operasi Intracapsular Cataract Extraction ( ICCE) atau Extracapsular Cataract Extraction (ECCE) berupa Small Incision Cataract Surgery (SICS) dan teknik terbaru Phacoemulsification.

Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya katarak seperti usia lanjut, kongenital, penyakit mata (glaukoma, ablasi, uveitis, retinitis pigmentosa, penyakit intraokular lain), bahan toksis khusus (kimia dan fisik), keracunan obat (eserin, kotikosteroid, ergot, asetilkolinesterase topikal), kelainan sistemik atau metabolik (DM, galaktosemi, distrofi miotonik), genetik dan gangguan perkembangan, infeksi virus dimasa pertumbuhan janin. Faktor resiko dari katarak antara lain DM, riwayat keluarga dengan katarak, penyakit infeksi atau cedera mata terdahulu, pembedahan mata, pemakaian kortikosteroid, terpajan sinar UV dan merokok.

 

 

Sumber : INSPIRASI, No.XIV Edisi Oktober 2011

Read More