All Posts in Category: Kesehatan Mata

Mengenal Trikiasis

MENGENAL TRIKIASIS

yaitu keadaan di mana bulu mata melengkung ke arah bola mata. .

Gejala :

– Asimptomatis atau tanpa gejala.
– Sensasi benda asing.
– Iritasi atau rasa panas pada kornea. .

Komplikasi :

– Mata kering atau dry eye.
– Kekeruhan kornea, mulai dari makula, nebula atau lekoma.

Tatalaksana :

– Bila bulu matanya sedikit dilakukan pencabutan. – Bila banyak bisa dilakuka elektrolisis. – Bila disertai entropion, harus dilakukan koreksi entropion.

#eyeclinic
#eyecenter #eyelink #mata #klinikmata #klinikmatautama #klinikmataKMU#doktermata #ophthalmologist #beyondophtalmologist #katatakcenter#gresik #lamongan #tuban #bojonegoro #madura #bangkalan #sidoarjo#surabaya

Read More

Glaukoma atau lebih dikenal sebagai “si pencuri penglihatan”

Glaukoma, atau lebih dikenal sebagai “si pencuri penglihatan”, adalah penyakit saraf mata di mana terjadi kerusakan saraf yang menyebabkan hilangnya fungsi penglihatan yang permanen secara perlahan. .

Peningkatan tekanan bola mata adalah faktor risiko utama. Penyakit ini merupakan penyebab kebutaan kedua terbesar di dunia. .

#glaukoma #eyeclinic #eyelink #eyecenter #mata #doktermata#ophthalmologist #beyondophthalmologist #katatakcenter #klinikmatautama#klinikmataKMU #gresik #tuban #bojonegoro #lamongan #madura#bangkalan #sidoarjo

Read More

Katarak dan Diabetes

Katarak adalah suatu keadaan di mana lensa mata yang biasanya jernih dan bening menjadi keruh. Pada dasarnya katarak dapat terjadi karena proses kongenital atau karena proses degeneratif. .

Begitu banyak faktor yang mempengaruhi timbulnya katarak ini. Diabetes adalah salah satu faktor sistemik yang mempercepat proses timbulnya katarak. .

Dasar patogenesis yang melandasi penurunan visus pada katarak dengan diabetes adalah teori akumulasi sorbital dan teori glikosilasi protein. .

Operasi katarak dengan diabetes bukanlah suatu kontraindikasi, jika terdapat retinopati diabetik non proliferatif. Teknik fakoemulsifikasi memberikan hasil yang lebih baik dengan komplikasi post operasi yang lebih kecil. .

#diabetes #katarak #katarakcenter #eye#eyelink #eyeclinic #eyecenter #dokter#doktermata #ophthalmologist#beyondophthalmologist #phaco#phacoemulsification #klinikmata#klinikmatautama #sidoarjo #sidoarjohits#gresik #layanan #lamongan #tuban#bojonegoro #bangkalan

Read More

Obstruksi duktus nasolakrimal

Obstruksi duktus nasolakrimal adalah penyumbatan yang terjadi duktus nasolakrimalis (saluran yang mengalirkan air mata dari kantong air mata sampai ke hidung). Akibatnya, akan mengganggu sistem aliran/drainase air mata. Sehingga menimbulkan beberapa keluhan pada penderita nya. .

Keluhan yang sering dialami diantaranya mata berair , air mata yang berlebih pada bagian pinggiran kelopak mata, adanya kotoran mata yang berulang serta dapat mengakibatkan infeksi pada mata.

Penyumbatan saluran nasolakrimal ini dapat terjadi sejak lahir (kongenital) atau didapat (akibat infeksi, peradangan, adanya massa, trauma, dan mekanik). .

Kebanyakan kasus obstruksi duktus nasolakrimal kongenital (±80-90%) akan sembuh sendiri tanpa intervensi apapun hingga berusia 10-12 bulan. .

Penatalaksanaan sumbatan duktus nasolakrimalis dapat diawali dengan observasi, pemijatan pada area kantung air mata (saccus lacrimal), pemberian obat tetes sampai tindakan operasi, tergantung dari kondisi dan hasil pemeriksaan dari tenaga medis. .

#eye #eyeclinic #eyelink #eyecenter#katarak #katarakcenter #klinikmata#klinikmatautama #rsmata #dokter#doktermata #beyondophthalmologist#lamongan #gresik #tuban #bojonegoro#sidoarjo #bangkalan

Read More

Lensa Kontak Warna

Lensa kontak warna adalah semua jenis lensa kontak yang dimaksudkan untuk mengubah penampilan warna mata anda. Pengguna dari lensa kontak ini berdasar penelitian berusia rata-rata 27 tahun dengan 87% pengguna adalah wanita.

Lensa kontak itu sendiri seharusnya tidak boleh dianggap sebagai aksesoris atau tata rias fashion. Lensa kontak adalah alat medis yang memerlukan resep dari dokter mata. Mata adalah salah satu bagian tubuh yang paling sensitif dan penting, jadi apa yang anda masukkan ke dalamnya harus aman secara medis.

Banyak orang membeli lensa ini untuk digunakan sebagai aksesoris fashion, dan toko-toko serta pengecer online aktif memasarkan dan mengiklankan lensa untuk konsumen yang tidak bersalah tanpa menyadari risiko.

Jika Anda ingin menggunakan lensa untuk mengubah warna mata atau penampilan Anda, dapatkan lensa kontak yang diresepkan oleh dokter ahli mata. Sangat penting bahwa lensa kontak anda sesuai, dan resep Anda hanya dapat ditentukan dengan pemeriksaan mata. Melewatkan langkah ini dan membeli lensa secara online atau di toko dapat membuat anda menderita masalah mata yang serius, infeksi atau bahkan kehilangan penglihatan permanen. (*)

#lensakontak #softlens #eye #eyeclinic #eyecenter#eyelink #klinikmata #klinikmatautama #katarak#katarakcenter #dokter #doktermata#beyondophthalmologist #gresik #lamongan #tuban#bojonegoro #bamgkalan #sidoarjo

Read More

Merokok, Faktor Resiko Terkuat AMD

Asap rokok merupakan faktor risiko terkuat, menurut studi epidemiologi yang telah dilakukan ( Smith et Al.2011 ). Merokok dikaitkan dengan kerusakan oksidatif selama fase awal dari AMD. Merokok juga diyakini bisa meningkatkan resiko kebutaan akibat AMD.

Sebuah studi menunjukkan, bahwa seorang perokok berisiko 4 kali lebih besar mengalami kebutaan akibat AMD atau penurunan kemampuan melihat pada usia lanjut dibanding yang tidak merokok.

Bahkan menurut laporan kesehatan, pada 5000 pasien dari mereka memiliki penyakit mata yang secara langsung diakibatkan karena merokok.

Zat nikotin yang terkandung dalam rokok memiliki racun yang mampu merusak sel optik dimana konsumsi secara terus menerus akan menyebabkan kerusakan dan kelumpuhan pada organ penglihatan.

Tidak hanya itu, merokok juga dapat mengoksidasi kadar kolesterol sehingga menimbulkan penumpukan lemak di arteri serta tingkat karotenoid dalam kadar vitamin C dalam darah pun berkurang. Hal inilah yang kemudian menyebabkan serangan jantung, stroke, dan tentunya degenerasi makula tersebut.(*)

#rokok #rokokindonesia #klinikmata #klinikmatautama #eyeclinic #eyecenter#katarak #katarakcenter #dokter #doktermata #beyondophthalmologist#kmuEDU #sehat #healtylifestyle #indonesiasehat

Read More

Cetak doker Ahli Operasi Katarak, KMU Gelar Workshop Phacoemulsifikasi

Surabaya, kilasjatim.com: Upaya mencetak dokter spesialis operasi katarak dengan teknik Phacoemulsifikasi terus dilakukan Klinik Mata Utama (KMU). Salah satunya dengan menggelar workshop phacoemulsifikasi di Hotel Shangrila, Surabaya, Sabtu-Minggu (30-1/6/2018).

“Ada sekitar 77 dokter mata dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti workshop. Harapan kita dengan sering menggelar workshop bisa melahirkan dokter spesialis operasi katarak dengan teknik ini,” kata Direktur KMU dr Uyik Unari SpM kepada wartawan di sela worksop, Sabtu.

Phacoemulsifikasi merupakan teknik operasi katarak yang canggih. Yakni operasi katarak tanpa jahitan, tidak terasa sakit, dan hanya butuh waktu 10 menit. Peserta workshop kali ini dibagi dalam dua level, kelas basic dan kelas intermediate.

Para peserta lebih banyak belajar praktik langsung menggunakan peralatan baru dan canggih. Media belajarnya menggunakan Kitaro, semacam mata palsu.

“Kegiatan ini merupakan kerja sama Klinik Mata Utama, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Jatim, dan Indonesian Society of Cataract and Refractive Surgery (INASCRS),” ujarnya.

Menurut dr Uyik, latar belakang pelaksanaan workshop ini adalah karena masih banyaknya kasus katarak di Indonesia. Di sisi lain, masih banyak dokter mata yang melakukan operasi dengan teknik lama yang juga butuh waktu lebih lama. Mereka belum menguasai teknik phacoemulsifikasi.

Sehingga tak sebanding antara kebutuhan operasi dengan kecepatan layanan dan keahlian. Resikonya banyak kasus katarak yang terlambat ditangani. Padahal bisa beresiko pada kebutaan.

“Jumlah dokter pastinya di Jatim, saya belum tahu ya. Perkiraan kami baru 1/4 dari jumlah dokter mata yang ada. Jadi, misalnya 400 dokter, yang bisa baru 100 dokter. Dari 100 dokter inipun macam-macam tingkat keahliannya,” ungkapnya.

Padahal, lanjutnya, jumlah mesin di beberapa rumah sakit sudah banyak. Namun, masalahnya dokter yang dapat mengerjakan mesinnya tidak banyak. “Ada senjata, tapi yang menggunakan senjata itu tidak bisa,” tuturnya.

Selama ini, diakui, tak sedikit dokter yang harus belajar menggunakan alat ini ke luar negeri. Karenanya dengan menggelar di sini, makin banyak dokter mata yang bisa belajar. “Lima belas tahun lalu yang baru bisa menjalankan teknik phacoemulsifikasi baru 10 dokter,” cetusnya.

Teknik phacoemulsifikasi sendiri sampai sekarang belum diajarkan di kampus-kampus kedokteran di Indonesia. Sehingga workshop ini merupakan terobosan peningkatan kualifikasi dokter mata yang sangat diminati.

“Bagi KMU, ini merupakan pelaksanaan dari visi edukasi. Bahwa KMU terus turut mendorong para dokter mata tak henti belajar dan siap pula mengajari kolega lainnya. Ilmunya harus dibagi. Sehingga makin banyak dokter yang lebih ahli. Makin banyak juga masyarakat yang bisa dilayani,” paparnya.

Kelebihan dari teknik phacoemulsifikasi sendiri tambahnya, poli sembuhnya lebih cepat, lamanya operasi lebih singkat karena menggunakan mesin. Cuma tingkat kesulitannya lebih tinggi, karena butuh koordinasi antara dokternya dengan mesin.

“Kita mengistilahkan dengan 5It, yaitu tanpa jahit, tanpa sakit, tanpa antri, tanpa duit (untuk BPJS) dan langsung pamit,” tandas alumni FK Unair ini. (Wah)

sumber kilasjatim.com

Read More
Mata Juling

Mata Juling

Mata juling adalah penyakit yang terjadi ketika kedua mata tidak dapat terfokus pada benda yang sama secara bersamaan. Juga dikenal sebagai strabismus.

Ketika satu mata terfokus pada sebuah benda, mata satunya dapat mengarah ke dalam (mata menyilang), mengarah ke luar (wall eye), mengarah ke bawah (hipotropia), atau mengarah ke atas (hypertropia).

Sebagian besar kasus mata juling sudah terjadi sejak lahir. Apabila penyakit ini tidak diobati saat kecil, kemungkinan besar akan terus bertahan sampai dewasa.

Penyebab mata juling biasannya tidak diketahui. Namun, ada beberapa orang yang terlahir dengan tumor yang mempengaruhi mata atau mengalami gangguan pada bagian system saraf tertentu yang mengendalikan otot mata. Apabila mata juling terjadi saat pasien telah dewasa, penyebab utamanya adalah stroke.

Mata juling juga disebabkan oleh trauma, penyakit mata tiroid, atau gangguan saraf. (*)

Read More
Mengenal Rabun Senja

Mengenal Rabun Senja

Rabun Senja

Rabun senja adalah mata yang tidak mampu melihat dalam keadaan redup. Rabun senja kadang disebut rabun ayam, karena keluhan sering dirasakan saat senja.

Orang yang sedang melakukan pengobatan glaukoma juga bisa mengalami rabun senja. Itu karena efek samping dari obat – obatan glaukoma yang mengakibatkan pupil mengecil, sehingga mata sulit menangkap sinar.

Kekurangan vitamin A merupakan penyebab terbanyak dari rabun senja. Penyebab lainnya adalah eabun jauh (miopia), katarak, retinitis pigmentosa (gangguan degeneratif retina), malabsorpsi (kurangnya penyerapan vitamin A), diabetes, adanya degenerasi makula, dan lahir dalam keadaan cacat.

Read More
Retinopati Diabetik

Retinopati Diabetik

Retinopati Diabetik

Merupakan salah satu bentuk komplikasi diabetes militus, di mana kadar gula yang tinggi pada akhirnya mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah retina, terutama di jaringan – jaringan yang sensitif terhadap cahaya.

Pada awalnya, retinopati diabetik seringkali hanya menunjukkan gejala ringan. Bahkan tidak menimbulkan gejala sama sekali. Namun apabila tidak ditangani, retinopati diabetik dapat menyebabkan kebutaan.

Karenanya, penderita diabetes militus selalu disarankan untuk melakukan pemeriksaan mata rutin. Setidaknya satu kali dalam setahun, meskipun tidak merasakan keluhan apapun pada mata.

Beberapa gejalanya adalah :

– Penglihatan menurun secara perlahan-lahan.
– Penglihatan hilang mendadak.
– Tampak ada benda atau bercak hitam yang melayang – layang di lapangan pandang.
– Penglihatan berbayang.
– Penglihatan warna terganggu.
– Nyeri pada mata atau mata merah (biasanya tanda ini didapatkan pada glaukoma sekunder yang disebabkan karena retinopati diabetik derajat berat).

Read More