All posts by KMU

Mata Berair Terus Menerus? Bisa Jadi Mata Lelah, Berikut 6 Cara Penanganannya

Sebagian besar orang jarang menyadari bahwa mata mereka sedang mengalami kelelahan. Padahal, bila dibiarkan, akan sangat menganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan bisa menimbulkan penyakit baru, seperti iritasi, infeksi dan lain sebagainya.

Tapi jangan khawatir dulu ya Sahabat KMU, Dokter Spesialis KMU Gresik, dr. Irma Suryani, SpM menyebutkan, ada beberapa gejala yang menunjukkan bahwa mata kalian sedang lelah. Jadi, Sahabat KMU bisa mengenali, Anda sedang mengalami mata lelah atau tidak.

Berikut 4 gejala yang akan dirasakan, bila mata sedang lelah.

1. Mata terasa pedih, nyeri dan gatal.
2. Pandangan menjadi kabur dan terasa kering.
3. Mata kering dan berair.
4. Mata menjadi sensitif terhadap cahaya.

Ternyata, ketika mata lelah, gejalanya tak hanya di area mata loh Sahabat KMU. Gejalanya, bisa menyebar pada bagian tubuh yang lain. Seperti, nyeri pada leher, punggung, sakit kepala dan nyeri pada bahu.

Sebenarnya, ada cara untuk mencegah terjadinya mata lelah.
Bagaimana pun, mencegah lebih baik dari pada mengobati dong.

Sahabat KMU bisa mencegah mata lelah dengan 4 cara ini:

  1. Atur Pencahayaan dan jarak aman dengan komputer

Bila Sahabat KMU adalah orang yang sering beraktivitas menggunakan komputer, maka hal ini harus menjadi perhatian penting. Pastikan, Anda mengatur pencahayaan komputer. Hal ini  bisa dilakukan dengan bantuan filter .

Kemudian, pastikan Anda sudah berada di jarak aman, yakni pada jarak 50 hingga 60 centimeter.

  1. Istirahatkan mata (20:20)

Ingat saja 20:20, bila Sahabat KMU ingin terhindar dari mata lelah.
Saat menggunakan komputer atau membaca, baiknya Anda meluangkan waktu setiap 20 menit untuk beristirahat 20 detik. Karena itu, lebih mudah diingat dengan rumus 20:20 ya.

  1. Kontrol pencahayaan ruangan

Jangan sampai, ruangan Anda memiliki pencahayaan yang sangat terang dan menyilaukan. Buat cahaya yang ideal agar kinerja menjadi lebih nyaman, dan mata tidak menerima banyak cahaya yang masuk.

  1. Merawat mata

Ternyata kalian bisa mencegah mata lelah dengan memberinya perhatiannih Sahabat KMU. Bukan hanya doi yang butuh perhatian yah (ehem). Kalian bisa memulainya dengan menggunakan kompres air hangat atau obat tetes mata ketika mata terasa kering.

Ternyata mudah ya mencegah mata lelah ya Sahabat KMU. Tapi, bagaimana kalau Sahabat KMU sudah terlanjur mengalami mata lelah?

Tenang, Dokter Spesialis KMU Gresik, dr. Irma Suryani, SpM memiliki solusi untuk mengatasinya.
Ada 6 cara yang dapat mengatasi mata lelah, simak ulasannya:

  1. Rileksasi tubuh

Kalian bisa sesekali merileksasi tubuh ketika merasa lelah. Misal, dengan meregangkan otot kaki, tangan, bahu dan tubuh. Bisa sesekali berdiri dan jalan-jalan kecil di ruangan. Hal ini bisa memberikan jeda pada aktivitas  mata.

  1. Sering berkedip

Bila Anda sudah merasa lelah, termasuk mata yang sudah berair dan perih. Mulailah untuk sering berkedip. Beralihlah sejenak dari bacaan buku atau komputer Anda.

  1. Pijat mata

Pijat mata bukan berarti dengan tenaga yang luar biasa ya Sahabat KMU. Bila mata sudah terasa lelah, baiknya mulailah menutup mata dan pijat bagian pelipis selama beberapa menit. Pijat dengan pelan dan tenang.

  1. Benahi objek penglihatan

Bisa jadi, mata lelah karena pengaturan cahaya  ruangan dan kontras komputer yang kurang tepat. Bila dirasa belum benar, baiknya Anda segera memperbaiki hal tersebut. Kemudian alihkan pandangan sebentar.

  1. Obat tetes mata

Bila mengedip-ngedipkan mata tak bisa membantu, sedangkan mata terasa semakin kering, maka Anda bisa menggunakan obat tetes mata. Kemudian tutuplah mata dan mengompresnya dengan air hangat.

  1. Gunakan kacamata

Bila Anda pengguna kacamata, maka jangan lupa untuk menggunakannya saat beraktivitas. Karena, mata dengan permasalahan refraksi seperti mata minus, bisa membuat mata bekerja keras.

  1. Tidur yang cukup

Hal ini penting loh Sahabat KMU. Untuk bisa mengatasi mata lelah, maka harus tidur secara teratur. Sebab, mata akan beriistirahat, mendapat nutrisi dan memperbaiki jaringan. Mengurangi jatah tidur, sama dengan mengganggu proses istirahat mata loh.

Jadi, jangan khawatir lagi ya kalau mata Anda sering gatal dan berair. Mungkin Anda hanya butuh istirahat sejenak dan memperbaiki aktivitas nih. Semoga bermanfaat.

Read More

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 74 TAHUN

Bagaimana rasanya bila hanya melihat Indonesia yang katanya indah, tapi harus terhalang kabut putih?

Bagaimana rasanya kalau kamu hanya bisa membayangkan warna-warni Indonesia?


Ya, nyatanya kamu hanya bisa melihat Indonesia yang penuh warna, ketika penglihatanmu sehat dan terbebas dari suatu penyakit apa pun .


DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 74 TAHUN .


Kami yakin betul, bahwa INDONESIA-KU PENUH WARNA, ketika MERDEKA PENGLIHATANKU.


Selamat merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia, pastikan semangat juang para pahlawan ada di setiap langkahmu .

#KMUedu#klinikmata#klinikmataKMU#doktermata#ophthalmologist#beyondophthalmologist#eyeclinic#eyecenter#katatakcenter#phacoemulsification#phacoworkshop#gresik#lamongan#tuban#bojonegoro#madura#bangkalan#surabaya#sidoarjo#Indonesiamerdeka#74tahunmerdekaIndonesia#74tahunmerdeka#dirgahayuRI74#HUTRI74

Read More

Mencegah Katarak Pada Bayi: Pastikan Melakukan 3 Cara Ini Saat Hamil

Mungkin Sahabat KMU pernah mengetahui kasus katarak yang menimpa bayi sejak lahir ya?

Seperti yang Klinik Mata Utama (KMU) bahas sebelumnya, katarak ini merupakan katarak kongenital, atau bawaan sejak lahir.

Ada beberapa faktor penyebab katarak kongenital ini, salah satunya adalah, adanya infeksi saat kehamilan.

Apakah Anda sudah menjaga diri dari infeksi ini saat hamil?

Dokter spesialis mata KMU Mojokerto dr. Nuke Erlina Mayasari, SpM menyebutkan,  sekitar 50 persen kasus katarak kongenital terjadi akibat mutasi gen pada bayi saat berkembang dalam kandungan.

Hal ini erat kaitannya terhadap masalah kesehatan yang terjadi selama kehamilan loh.

Sementara itu, 23 persen diantaranya karena keturunan dari orangtua. Selebihnya, belum diketahui secara pasti penyebabnya.

Lalu, apakah katarak pada bayi bisa dicegah semenjak kehamilan?

Dokter spesialis mata KMU Mojokerto dr. Nuke Erlina Mayasari, SpM mengatakan, katarak pada bayi hanya bisa dilihat dan didiagnosis usai proses persalinan. Hingga kini, belum ada cara terkait pendeteksi katarak dalam kandungan.

Hanya saja, katarak pada bayi ini bisa terjadi akibat komplikasi yang terjadi saat kehamilan. Diantaranya, penyakit infeksi Rubella, Herpes Simplex, cacar air, Herpes Zoster, Influenza,  Virus Epstein-Barr, Poliomyelitis, Sifilis, dan Toksoplasmosis.

Penyakit infeksi tersebut, disebabkan oleh virus yang menyebabkan gangguan perkembangan pada janin. Karena itu, untuk mencegah katarak pada bayi, seorang ibu harus mencegah infeksi virus tersebut.

Bagaimana caranya? Berikut 3 cara mencegah katarak pada bayi semenjak kehamilan:

1.Melakukan vaksin TORCH sebelum hamil

TORCH sendiri merupakan singkatan dari Toksoplasmosis, Rubella (campak Jerman), Cytomegalovirus, dan Herpes. Macam-macam penyakit tersebut, dapat membahayakan keselamatan ibu hamil dan janin. Dimana virus tersebut, mengalir dalam darah dan akibatnya bayi terjangkit infeksi yang sama.

Untuk mencegahnya, ibu hamil baiknya melakukan vaksin TORCH ini.

Mengapa vaksin ini harus dilakukan sebelum hamil?

Karena ada beberapa vaksin yang tidak boleh diberikan pada ibu hamil, salah satunya vaksin TORCH ini.

Karena itu, ada baiknya saat Anda dan pasangan memulai program kehamilan, lakukanlah konsultasi kepada dokter dan meminta saran terkait vaksin ini. Akan ada pemeriksaan dan pemberian vaksin tersebut, saat program kehamilan, sesuai anjuran dokter.

Vaksin ini baik dilakukan 2 bulan sebelum Anda melakukan program kehamilan. Tujuannya, agar vaksin bekerja maksimal dalam tubuh dan tiak berbahaya pada janin.
Selain itu, jangan lupa untuk melakukan konsultasi pada dokter kandungan, untuk mendapatkan imunisasi lengkap saat hamil.

2. Konsumsi makanan sehat

Nutrisi yang baik, tentunya akan berdampak baik ya Sahabat KMU.
Termasuk bagi janin saat kehamilan berlangsung. Anda harus bisa memberikan asupan gizi dan nutrisi terbaik.

Untuk menghindari infeksi dan juga TORCH, perhatikan beberapa hal berikut:

Hindari mengonsumsi daging mentah atau  kurang matang saat hamil.

Pastikan mengonsumsi makanan yang bersih dan sehat.

Wajib mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas, terutama setelah menyentuh tanah.

Hindarilah kontak dengan kotoran kucing atau anjing secara langsung.

Tidak perlu menindik tubuh dan tattoo saat hamil

3. Konsultasi bila memiliki keluarga dengan riwayat katarak kongenital

Bila dalam keluarga Anda sudah memiliki riwayat katarak kongenital, baiknya segera melakukan konsultasi. Sebab, kemungkinan besar hal ini akan diturunkan pada bayi Anda.

Namun ingat, bahwasanya penyebab katarak pada bayi adalah 50 persen dari mutasi gen saat perkembangan janin di proses kehamilan.

Konsultasikan kepada dokter sebelum merencanakan kehamilan. Karena itu, penting bagi para ibu hamil untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Pastikan bayi Anda lahir dengan sehat dan bahagia. Tentunya, bisa melihat wajah bahagia Anda dan pasangan sebagai orangtuanya.

Read More

Pastikan 5 Tahapan Diagnosa Katarak Ini Harus Dilakukan Dokter

Berdasar Standart Operational Procedure (SOP), ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh dokter dalam proses pemeriksaan atau diagnosa pasien katarak. Selebihnya, pemeriksaan atau diagnosa pasien katarak, dilakukan oleh perawat.


Karena itu, sebagai pasien katarak, Anda harus mengetahui tahapan atau hal yang harusnya dilakukan oleh dokter. Selain untuk hasil yang lebih maksimal, juga untuk mengetahui profesionalitas dokter dan lembaga kesehatan dalam melakukan pemeriksaan katarak.

Bila Anda melakukan pemeriksaan di Klinik Mata Utama (KMU), semua pemeriksaan akan dilakukan sesuai SOP. Untuk memastikannya, berikut 5 hal yang harus ditangani oleh dokter ketika melakukan proses diagnosa atau pemeriksaan pada pasien katarak.

  1. Pemeriksaan Slit Lamp

Hal pertama yang dilakukan dokter untuk memeriksa pasien katarak adalah pemeriksaan Slit Lamp.

Setelah melalui proses administrasi dari perawat, maka dokter melakukan pemeriksaan dengan mikroskop khusus yang dilengkapi cahaya. Dimana cahaya tersebut, berfungsi untuk menerangi lensa, iris dan kornea mata.

Melalui cahaya ini, dokter dapat melihat dengan jelas kelainan yang ada pada mata. Pemeriksaan ini harus dilakukan oleh dokter loh Sahabat KMU. Anda boleh bertanya dan meminta penjelasan bila hal ini tidak dilakukan oleh dokter.

  1. Pemeriksaan biometri, TD dan GDA

Setelah melalui pemeriksaan slit lamp, bila hasil menunjukkan pasien katarak membutuhkan operasi, maka dokter akan melanjutkan diagnose dan pemeriksaan selanjutnya. Yakni, melakukan cek kesehatan untuk kesiapan pasien melakukan operasi katarak.

Dokter akan melakukan pemeriksaan biometri. Pemeriksaan ini diperlukan untuk mengetahui ukuran lensa mata yang bisa ditanamkan pada mata pasien katarak. Selain itu, dokter juga perlu mengetahui kondisi tubuh pasien.

Apakah pasien sudah siap melakukan pemeriksaan?

Karena itu, dokter perlu melakukan cek laboratoium untuk mengetahui kondisi pasien. Hal yang harus ditangani dokter dalam hal ini adalah pemeriksaan tekanan darah dan cek gula darah acak (GDA).

  1. Komunikasi, Informasi dan edukasi (KIE)

Setiap pasien katarak berhak mendapat KIE dari dokter yang sedang melakukan proses pemeriksaan dan diagnosa. Dokter harus memberikan informasi terkait dengan hasil pemeriksaan dan tindakan selanjutnya yang dibutuhkan oleh pasien katarak.

Karena pada dasarnya, pasien katarak berhak mengetahui kondisi dan tindakan yang akan dilakukan padanya. Jadi, kalau Sahabat KMU tidak mendapatkan hal ini pada dokter yang melakukan pemeriksaan, kalian bisa lebih pro aktif ya.

Tapi, kalau kalian memeriksakan diri di KMU, kalian pasti akan mendapatkan informasi dan edukasi yang jelas.   

  1. Pemeriksaan tambahan (refraksi dan USG)

Ternyata, saat menjalani pemeriksaan katarak, bisa jadi Anda tidak membutuhkan operasi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan, pasien dinyatakan tidak membutuhkan operasi. Karena tidak ada katarak atau memiliki kelainan lain.

Setelah melalui pemeriksaan slit lamp oleh dokter, pasien yang dinyatakan tidak membutuhkan operasi, akan dilanjutkan pemeriksaan lagi loh oleh dokter.

Apa yang selanjutnya dilakukan?

Dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan refraksi dan USG mata.

Pemeriksaan refraksi, dilakukan dokter dengan alat khusus yang disebut phoropter. Melalui alat ini, dokter dapat melakukan koreksi pada lensa dan pasien dapat menyebutkan huruf-huruf dengan jelas.

Mungkin kalian kerap menemuinya saat memeriksakan mata  pada optik ya. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi gangguan refraksi, seperti rabun dekat (hipermetropi),  rabun jauh (miopi), mata silinder (astigmatisme) dan mata tua (presbiopi).

Sedangkan USG mata adalah pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara. Dimana hal tersebut, berfungsi untuk memberikan gambaran struktur dalam mata. Tes ini dapat mengevaluasi katarak, termask tumor mata hingga pendarahan pada retina.

  1. Tindakan

Setelah melakukan proses  pemeriksaan tambahan, bila pasien membutuhkan tindakan lanjutan, maka tindakan ini harus dilakukan oleh dokter. Tentunya tindakan operasi katarak, juga harus dilakukan oleh dokter.

Diantaranya, termasuk pemeriksaan lanjutan, pembuatan resep hingga jadwa konsultasi lanjutan. Sebagai pasien, Anda bisa menanyakan terlebih dahulu terkait alasan dan tujuan dari tindakan yang akan dilakukan dokter.

Itulaj 5 tahapan yang harus dilakukan oleh dokter pada pemeriksaan atau diagnose untuk pasien katarak. Jadi, Sahabat KMU bisa lebih tenang ya sekarang. Anda bisa emmastikan 5 hal tersebut, ditangani oleh dokter. Setiap Dokter Spesialis Mata Andalan KMU pasti akan melakukannya sesuai SOP.  

Read More

3 Penyebab Mata Kedutan, Hati-Hati! Nomor 2 Tidak Bisa Dihentikan

Diantara Sahabat KMU, pasti ada yang pernah mengalami mata berkedut atau yang sering dikenal dengan Mata Kedutan ya.

Hal ini bisa jadi sangat mengganggu aktifitas Anda sehari-hari bila terus menerus terjadi.

Namun, apakah Mata Kedutan berbahaya?
Dokter Spesialis Mata KMU Madura dr. Ruchita Ranti, SpM menuturkan, bila mata kedutan ini tidak membahayakan kesehatan. Dengan catatan, terjadi pada daerah mata dalam waktu singkat tanpa disertai kelainan di bagian tubuh lain. merupakan sebuah kondisi yang tidak membahayakan kesehatan.
Akan tetapi, bila kedutan terjadi pada daerah mata disertai gangguan pada bagian tubuh lain, maka diperlukan perhatian khusus.
Hal ini bisa jadi merupakan suatu tanda bahaya. Bila hal tersebut terjadi, maka jangan menunda untuk memeriksakan diri Anda ke dokter. Terlebih mata kedutan tersebut sangat mengganggu.

Meski begitu, banyak mitos beredar terkait mata kedutan ini. Dimana, bila mata berkedut, maka ada yang sedang menggunjing Anda.

Tapi mitos tersebut salah ya Sahabat KMU, ada penjelasan secara medis terkait Mata Kedutan ini.
Karena itu, kalian perlu mengenali 4 hal yang menyebabkan mata kedutan. Berikut penjelasan dari Dokter Spesialis Mata andalan KMU Madura dr. Ruchita Ranti, SpM ini:
Blefarospasme
Mata berkedut karena Blefarospasme ini sering kali terjadi pada kedua mata sekaligus. Tidak ada rasa nyeri pada ketika mata berkedut, danlebih sering mengenai kelopakmata bagian atas.

Pada umumnya, mata kedutan jenis ini hanya berlangsung dalam hitungan detik, atau 1 hingga 2 menit. Sehingga, tidak dalam kategori berbahaya.
Kemudian, adapula Orbikularis Miokomia yang terjadi pada salah satu sisi mata dan lebih sering terjadi pada daerah kelopak mata bawah.
Namun, bila Anda mengalami kedutan yang berlangsung lebih lama hingga berminggu-minggu. Bahkan hingga membuat mata terpejam sempurna, maka Anda harus memeriksakan diri kepada dokter mata. Hal ini bertujuan untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi mata, kondisi mata kering, atau hal lain yang menggangu jalur saraf wajah.
Orbikularis miokimia
Orbikularis miokomia merupakan mata kedutan yang secara konstan dan tiba-tiba. Umumnya, kedutan ini terjadi pada salah satu sisi mata dan lebih sering terjadi pada daerah kelopak mata bawah.
Tapi tenang saja, mata kedutan’ jenis ini tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya. Untuk mengatasinya, Anda dapat mencoba menarik sedikit bagian dari kelopak mata yang sedang berkedut tersebut. Tujuannya untuk mengurangi kedutan yang dirasa.
Kalau hal ini sering terjadi, cobalah untuk mengelola stres dan mengurangi konsumsi kopi serta minuman beralkohol. Seba, mata kedutan jenis ini semakin diperpaah oleh hal-hal tersebut.
Sindrom Tourette
Berbeda dengan kedua jenis penyebab mata berkedut di atas, mata kedutan karena sindrom Tourette ini tidak bisa dihentikan. Anda hanya bisa mengurangi gejalanya.
Mata kedutan jenis ini sering ditemukan sejak usia dini. Sindrom ini tidak hanya berhubungan dengan kedutan di daerah mata, tetapi disertai dengan gangguan lainnya.
Misal, mengeluarkan suara-suara yang tak terkendali, hingga gerakan atau hentakan anggota tubuh yang secara tiba-tiba.
Kondisi ini erat kaitannya dengan kelainan pada sistem saraf. Sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut oleh dokter spesialis saraf.
Gangguan kadar elektrolit
Bisa saja, mata kedutan yang Anda alami diakibatkan oleh gangguan elektrolit dalam tubuh.
Gangguan elektrolit dalam tubuh ini dapat berupa kalium, natrium, magnesium, dsb, yang berlebih atau justru kekurangan.
Pada umumnya, penurunan kadar kalium menyebabkan kelemahan pada otot-otot anggota gerak dan mata kedutan ini. Mata Kedutan ini, terjadi di otot-otot kecil di daerah tubuh lainnya seperti jari. Hal ini juga bisa terjadi pada Anda yang sedang muntah, diare atau punya luka bakar yang luas.
Jadi, mana yang menjadi penyebab Mata Kedutan pada Anda?
Jangan lupa untuk segera memeriksakan diri kepada dokter, bila ada kekhawatiran dan masalah terkait Mata Kedutan ini ya.

Read More

Apakah Dokter yang Menangani Anda Profesional? Pastikan 5 Hal Ini

Fakta bahwa ratusan ribu penderita katarak di Indonesia terancam buta (baca ulasannya di sini), membuat Klinik Mata Utama (KMU) tergerak untuk membantu mengatasinya.

Melalui program Profesional, Educational dan Sosial (ProEduSosio), KMU bertekad untuk mewujudkan impian para penderita katarak agar tak lagi kabur.

Hal ini erat kaitannya dengan sumber daya manusia (SDM) profesional yang berperan mewujudkannya.
Lantas siapa yang berperan mewujudkan kesembuhan para penderita katarak ini?

Ya, Dokter Spesialis Mata adalah nahkoda yang bisa mengantarkan para penderita katarak untuk sampai pada tujuannya. Yakni impian agar ‘Tak Lagi Kabur’.
Karena itu, profesionalitas seorang dokter akan sangat penting dan menjadi perhatian khusus.

Pasien bisa mengetahui tingkat profesionalitas seorang dokter, melalui tingkah laku dan kepribadiannya.
Termasuk kenyamanan pasien saat dokter melakukan pemeriksaan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa dokter tersebut merupakan dokter yang kompeten.

Untuk itu KMU selalu menekankan, bahwa hubungan dokter dan pasien erat kaitannya dengan profesionalitas bagi setiap Dokter Spesialis Mata andalannya.

Bagaimana ciri dokter yang profesional? Dokter di KMU memiliki hal tersebut.

Simak 5 ciri dokter yang profesional menurut KMU ini:


1. Meningkatkan keahlian & memperluas wawasan
Profesionalitas seorang dokter akan tumbuh dengan kemauan yang kuat dalam mengembangkan dirinya.

Dokter yang profesional pasti ingin terus menerus meningkatkan keahlian dan wawasannya. Bila Anda menemui hal ini pada diri seorang dokter, maka berlega hatilah.

Karena ia merupakan pribadi yang ingin melakukan hal-hal terbaik.

Sebab itu, KMU memberikan fasilitas kepada seluruh dokter spesialis mata untuk meningkatkan keahlian dan wawasan di bidang kesehatan mata.

KMU sudah memberangkatkan para dokter spesialis mata untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, seperti India dan Australia.

Termasuk memberikan pelatihan terkait perkembangan di dunia kesehatan, baik ilmu dan teknologi pengobatan.

2. Tidak menambah beban pasien
Seorang dokter akan sangat dipercaya oleh pasiennya karena memiliki kemampuan menganalisa kebutuhan tubuh ketika ada masalah.

Lalu bagaimana bila dokter justru memberikan pengobatan yang bertele-tele dan justru menambah beban bagi si pasien?
Obat yang semakin banyak, pemeriksaan yang berkali-kali, padahal faktanya hal tersebut tak perlu dilakukan.

KMU sendiri, memegang teguh amanah untuk sepenuh hati melayani masyarakat.
Dokter spesialis mata KMU, harus memberikan pengobatan serta pemeriksaan yang sesuai, tepat dan cepat.
Bila ada hal yang memang tidak bisa ditangani dan membutuhkan bantuan pihak lain, maka KMU tidak akan memaksakan untuk melakukan tindakan.

Hal inilah yang menguji seberapa besar profesionalitas dari sebuah lembaga kesehatan dan sumber daya di dalamnya.

3. Berkepribadian baik

Pepatah yang mengibaratkan ‘padi semakin tua, maka semakin merunduk’, itu benar adanya untuk mengukur sebuah profesionalitas.
Semakin tinggi ilmu, semakin rendah hatilah orang itu.

Hal inilah yang ada pada setiap dokter spesialis mata KMU. Kepada siapapun, dan dimana pun, seorang doker yang profesional tak menganggap dirinya tahu akan segalanya dan merasa paling pintar dan benar.

Bahkan di KMU, Anda akan menemui para dokter yang ramah dan murah senyum, serta berprilaku santun di KMU. Tak heran bila banyak pasien yang nyaman melakukan proses pengobatan mata di sini.

4. Memiliki komitmen tinggi

Kembali lagi terhadap komitmen seorang dokter, yakni untuk membantu sesama dengan bekal ilmu dan kemampuan yang dimiliki.

Lihatlah usaha dan komitmennya dalam melakukan runtutan pemeriksaan.

Dokter yang profesional, akan menunjukkan kemauan besar terhadap penyelesaian suatu kasus. Tak heran, bila di KMU berkomitmen melayani semua pasien baik BPJS dan mandiri tanpa mmbeda-bedakan.

Setiap pasien berhak diberikan pelayanan maksimal.

Karena itu dokter harus menuntaskan apa yang sudah ia mulai. Dalam hal ini yang dimaksud adalah terkait pemeriksaan, pengobatan hingga monitoring setelah tindakan.

5. Mampu memahami masyarakat yang beragam

Bagaimana dokter menempatkan dirinya dengan masyarakat adalah gambaran lain tentang profesionalitas profesi ini.

Seperti KMU, dokter spesialis mata selalu menempatkan dirinya sebagai mitra terbaik dari pasien. Hubungan mereka tak hanya sekadar pasien dan dokter, atau sebatas ruang operasi saja, justru memperlakukan pasien layaknya raja.

Jadi, hubungan profesional antara dokter dan masyarakat saat ini bukan sekedar pemeriksaan dan pengobatan.

Namun, bagaimana usahanya untuk menjadikan pasien sebagai sahabatnya, agar merasa lebih nyaman ketika mengeluh padanya.
Dokter pun akan dengan mudah menganalisa masalah yang ada pada diri pasien.

Hasilnya, pengobatan dan tindakan bisa dilakukan sesuai kebutuhan dan tepat.

Jadi, apakah Anda sudah menemui dokter yang memiliki ciri di atas?
Bila ingin menemukannya, Anda bisa berkunjung di Klinik Mata Utama (KMU) di Cabang KMU yang terdekat Anda.

#KlinikMataKMU #KMU #KMUVIP #KMUedu #klinikmatautama #eyeclinic #eyecenter #katarak #katarakcenter #pusatkesehatanmata #dokter #doktermata #beyondophthalmologist #ophthalmologist #gresik #lamongan #tuban #bojonegoro#madura#bangkalan#surabaya#sidoarjo #KMUGresik #dokterprofesional #ciridokterprofesional #kriteriadokterprofesional

Read More

Wah, KMU Beri Liburan Gratis ke Singapura!

Wah, KMU lagi kasih liburan gratis ke SINGAPURA nih.
Eitss,,, sayangnya bukan untuk Sahabat KMU

Liburan gratis ini diperuntukkan karyawan KMU yang paling inovatif loh.
Karyawan terbaik ini dipilih dari pogram INNOSTAR Beyond Improvement KMU.

Hmmm, enak banget ya jadi bagian dari keluarga besar KMU.

Saat ini, ada 47 karyawan KMU dari berbagai cabang (Gresik, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Madura, Mojokerto, Solo dan Temanggung) yang lagi deg-deg ser nunggu pengumuman.

Mereka menunggu hasil seleksi  yang masih dilakukan oleh tim KMU dan Improvement FOKUS.

Sebelumnya, puluhan karyawan ini melalui berbagai tes loh.
Mulai dari interview, tes pengetahuan umum, tes logika, tes berhitung, deret angka hingga memory test

Pastinya bukan hal yang mudah nih.
Tapi kalau lihat penghargaannya, pasti bikin semangat dong ya .

Selain karyawan paling inovatif goes to SINGAPURA, karyawan terbaik kedua juga dapat liburan gratis ke BALI loh.
Sedang yang mendapat urutan ketiga, bakal berlibur di KARIMUN JAWA.

Yang bikin tambah senang hati, mereka bisa mengajak keluarga dan mendapat uang saku
Lengkap sudah.

Kira-kira, Sahabat KMU mau tidak ya, kalau dapat hadiah seperti ini?


#KMUedu #klinikmata #innostar2019#klinikmataKMU #doktermata#ophthalmologist#beyondophthalmologist #eyeclinic#eyecenter #katatakcenter#phacoemulsification#phacoworkshop #gresik #lamongan#tuban #bojonegoro #madura#bangkalan #surabaya #sidoarjo

Read More

KMU Goes to School: Bebaskan Anak dari Kacamata

Sahabat KMU pernah melihat anak-anak, tapi sudah menggunakan kacamata?

Biasanya karena mata minus ya? Nah ini merupakan salah satu gangguan refraksi loh.
Lihat ke sini ya, kalau ingin tahu lebih lengkap tentang refraksi https://www.klinikmatautama.com/kelainan-refraksi.html


Karena itu, KMU Goes to School kembali mengedukasi anak-anak agar terhindar dari gangguan refraksi.


Kali ini Tim Edukasi KMU Gresik, memberi kiat-kiat pencegahan dini dari gangguan penglihatan pada 200 anak di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 40 PPS Gresik


Jadi, seberapa sering kalian melihat anak kecil yang sudah pakai kacamata minus?

KMUedu #klinikmatakmu #kmugoestoschool #klinikmata #klinikmatautama #edukasi #matasehat #anakindonesia #minuspadaanak #mataminus #gangguanpenglihatan #KMUGresik

Read More

Puluhan Dokter Mata Dalami Operasi Katarak Modern

Penderita katarak di Indonesia terus mengalami peningkatan, upaya pengurangan pasien kebutaan karena katarak pun sudah dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya mengupgrade pengetahuan dan kemampuan sesuai teknologi yang berkembang.

Sebab itu, puluhan dokter dari berbagai kota di Indonesia berantusias mendalami operasi katarak modern fakoelmusifikasi (Phacoemulsification). Operasi dengan teknik phaco ini memiliki proses yang lebih cepat, baik tindakan dan pemulihan pasien.

“Saait ini, dokter spesialis mata d Indonesia, butuh waktu, tenaga dan biaya ekstra, untuk mendalami operasi dengan teknik phaco ini. Karena harus ke luar negeri, seperti India, Singapore hingga Australia,” sebut Direktur Utama Klinik Mata Utama dr. Uyik Unari, SpM(K) disela kegiatannya memberi pelatihan.

Sebab itu, 30 dokter mata dari berbagai kota di Indonesia memilih mengikuti pelatihan terkait operasi fakoelmusifikasi (Phacoemulsification) di Shangri-La Hotel Surabaya, pada Sabtu (27/6) hingga Minggu (28/6), kemarin.

“Setiap tahun, kebutaan akibat katarak di Indonesia terus bertambah 0,1 persen. Kurang lebih 250 ribu penduduk Indonesia harus mengalami kebutaan karena katarak. Bahkan di Jawa Timur, angka kebutaan karena katarak  mencapai 4,4 persen. Jadi harus ada peningkatan kualitas dan upgrade ilmu untuk bisa mengimbangi kemajuan teknologi kesehatan, khususnya mata agar berdampak besar untuk mengurangi angka ini,” sebut Uyik.

Menurutnya,  saat ini sudah banyak rumah sakit yang bisa menyediakan alat phaco ini. Sayang, bila dokter mata yang mengaplikasikan teknik ini masih sedikit. Karena itu, puluhan dokter dengan perawat serta pendamping medisnya ini memanfaatkan pelatihan dari Klinik Mata Utama (KMU) yang didukung Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur ini.

Terlihat, beberapa dokter dari  luar kota seperti Bali, Batam, Semarang, jakarta hingga Medan yang antusias mengikuti Basic Phacoemulsification Workshop Batch 5 ini.

“Dokter dan perawatnya, didampingi langsung oleh tenaga ahli, dengan harapan para dokter mata ini bisa terus belajar hingga secara profesional  bisa menjalankan operasi katarak dengan teknik phaco ini,” jelasnya.

Mengapa harus mendalami operasi katarak fakoelmusifikasi (Phacoemulsification)?

Dokter Uyik menjelaskan, pasien akan merasa lebih nyaman dengan operasi ini. Karena tindakannya yang lebih cepat. Yakni kurang lebih 15 menit tanpa dijahit. Sebab, sayatan pada operasi ini lebih kecil, yakni kurang lebih 3 mm.

“Sehingga membantu proses pemulihan yang lebih cepat,” tutur Dokter Uyik di sela waktunya mengisi pelatihan di Shangri-La Hotel Surabaya, kemarin.

Terlebih, operasi katarak modern ini sudah diterapkan di luar negeri kurang lebih semenjak 10 tahun yang lalu. Sedang di Indonesia, masih baru-baru ini mendalami. “Karena itu sangat dibutuhkan pelatihan operasi katarak dengan teknik phaco ini,” lanjutnya.

Ia berharap, dokter spesialis mata semakin banyak yang bisa melakukan operasi ini. Sebab, dibandingkan operasi katarak ECCE atau yang biasa dikenal dengan operasi katarak konvensional, teknik phaco bisa langsung dilakukan tindakan operasi. Tidak seperti ECCE yang harus menunggu dahulu hingga mata siap dilakukan operasi. Bahkan untuk pemulihan pasien lebih cepat.

Setelah melalui operasi katarak fakoelmusifikasi (Phacoemulsification), pasien esoknya bisa langsung beraktifitas. Tanpa menunggu terlalu lama dan banyak pantangan.

“Harapannya jumlah dokter mata yang bisa melakukan operasi katarak fakoelmusifikasi (Phacoemulsification) ini bisa bertambah, mengingat pelatihan ini merupakan workshop yang memiliki Satuan Kredit Partisipatif (SKP),” tutupnya.

Read More

Pendaftaran Online

Memberikan kecepatan pelayanan yang lebih baik, memberikan kemudahan pendaftaran, karena tidak perlu datang ke KMU khusus untuk Anda, keluarga KMU Tercinta.

Pendaftaran

Pendaftaran online bisa untuk seluruh pasien dengan mempersiapkan Nomer Rekam Medik yang ada di kartu pasien Anda untuk login ke Dasboard Pendaftaran.

User & Pasword

Pasien bisa langsung login dengan Nomor Rekam Medis dan Default Password tanggal lahir dengan format (DDMMYY), dan bisa dirubah sesui keinginan.

Memonitor Antrian

Anda dapat memonitor antrian secara online agar dapat datang tepat waktu (tidak terlalu lama menunggu).


Download Aplikasi Antrian untuk memudahkan pendaftaran dan memonitor antrian.

Read More