All posts by KMU

Company Profile KMU

we are here
Jl. Sumatra 27F, GKB-Gresik 61151
you may call us
phone:031-3930011, 082232053333
www.klinikmatautama.com

Read More

AWAS! Alkohol Pemicu Kebutaan

Mengonsumsi minuman beralkohol kini sudah menjadi bagian gaya hidup dari sebagian masyarakat. Saat ini, minuman beralkohol cukup mudah ditemui di warung-warung tertentu. Padahal seharusnya minuman memabukkan ini hanya bisa ditemui di tempat-tempat khusus yang mengantongi izin. Selama ini dampak negatif dari konsumsi alkohol yang paling banyak diketahui orang adalah mabuk semata, dan itupun dapat hilang dengan sendirinya. Tapi ternyata efek negatif itu tidak berhenti sampai disitu saja.Tak sekedar menyebabkan mabuk, alkohol juga memiliki dampak negatif lain yang bisa membuat tubuh anda menjadi rusak akibat efek ketergantungannya. Timbulnya keadaan yang merugikan pada pengkonsumsi alkohol adalah dari alkohol itu sendiri. Dalam kandungan alkohol, etanol mempunyai efek toksik. Adapun dampak yang terjadi secara langsung pada mata adalah terjadinya kebutaan disebabkan karena kandungan Metanol di dalamnya yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil keterangan dari salah satu dokter spesialis mata Klinik Mata Utama, dr. Neni Daniati, Sp.M menjelaskan bahwa kandungan metanol dalam cairan oplosan bisa memicu kebutaan, hal tersebut bisa terjadi karena karena berbagai bahan campuran pembentuk oplosan itu bisa menghasilkan zat metanol. Demikian pula alkohol kadar tinggi ataupun akumulasi dari konsumsi alkohol berlebihan.

Pembuluh darah mata terletak di ujung sistem peredaran darah sehingga dampaknya akan lebih lambat dibandingkan rasa panas di perut atau kepala. Selain itu, kadar metanol bisa membuat mata buta ditentukan proses kumulatif dari konsumsi metanol sebelumnya juga menentukan seberapa cepat kebutaan itu terjadi. Bila konsumsi alkohol secara terus menerus tanpa ada penanganan medis sama sekali dari efek yang ditimbulkan alkohol terhadap tubuh, maka kecil harapan untuk bisa memperbaiki syaraf-syaraf yang rusak.
Dalam Islam pun Agama melarang dan mengharamkan Konsumi Alkohol karena efek negatif yang ditimbulkan. Adapun Penggunaan yang semestinya dari alkohol yaitu pemanfaatan Alkohol itu sendiri sebagai penggunaan kepeluan medis seperti membunuh kuman ketika tejadi luka atau digunakan untuk membersihkan tangan.

Read More

Hindari Resiko dari Penggunaan Softlens

Softlens ditempatkan di kornea mata yang berguna membantu penglihatan seseorang yang memiliki mata minus tanpa menggunakan kacamata. Hal tersebut disadari oleh banyak pihak bahwa keberadaan softlens cukup membantu seseorang untuk tidak terpaku pada penggunaan kacamata yang mungkin menurut sebagian orang hal tersebut cukup megganggu terlebih penggunaan kacamata sangat menentukan penampilan dalam bersosial maupun karir. Hal demikian juga dirasakan oleh sebagian besar wanita bahwa mereka cenderung pada penampilan fisik terutama yang bertujuan untuk manarik perhatian dalam berinteraksi. Salah satu usaha kebanyakan wanita modern yang dilakukan saat ini adalah mempercantik pada bagian mata.

Mata merupakan daya tarik tersendiri untuk berhubungan dengan orang lain. Indahnya mata sangat menentukan popularitas bahkan tingkat kepercayaan diri seorang wanita hingga rela untuk mengubah tampilan dengan memasang kontak lensa pada mata. Selain itu, softlens juga tersedia dengan beraneka acam warna yang semakin memperindah bola mata pengguna. Akan tetapi, banyak juga para pemakai yang tidak peduli akan efek buruk dari penggunaan softlens.

Bagi para pengguna kontak lensa, sangat di sarankan untuk lebih selektif dalam memilih dan membeli softlens karena ada yang aman digunakan untuk mata, namun ada juga yang beresiko karena tidak cocok bahkan dapat merusak mata. Untuk itu dari artikel ini Klinik Mata Utama berusaha untuk mencoba mengulas sedikit mengenai bahaya dari penggunaan softlens itu sendiri yang dapat menimbulkan efek negatif pada mata apabila jika terus dilakukan serta solusi untuk mencegah bahaya tersebut.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh salah satu dokter spesialis mata di Klinik Mata Utama Gresik yaitu dr. Neni Daniati, SpM bahwa penggunaan softlens sangat beresiko terhadap kesehatan mata terlebih jika penggunaan softlens yang terlalu sering akan merusak pada bagian kornea mata, apalagi jika malas dalam membersihkan softlens atau tidur dengan menggunakan softlens yang masih terpasang dapat meningkatkan resiko adanya infeksi pada mata. Tidak menutup kemungkinan bahwa akan terjadi iritasi pada mata yang dikarenakan beberapa hal seperti terkena debu dan pemakaian lensa kontak yang tidak sesuai dengan mata kita. Infeksi juga bisa terjadi pada mata karena bakteri, virus maupun jamur yang tumbuh di softlens yang dapat membuat alergi pada mata. Idealnya ketika menggunakan softlens diperbolehkan bagi seseorang dengan penderita minus diatas 6,00 karena resiko yang ditimbulkan tidak sebanyak orang yang menggunakan softlens dibawah minus 6,00. Maka dari itu perlunya memperhatikan hal terkecil yang biasa dilakukan, karena tanpa disadari dapat menimbulkan efek yang berbahaya akibat penggunaan lensa yang ceroboh sehingga dapat merusak mata yang merupakan Jendela Dunia.

Article by: Klinik Mata Utama Gresik

Read More

AWAS!!! DAMPAK MELIHAT GERHANA MATAHARI DAPAT MERUSAK MATA.

AWAS!!! EFEK MELIHAT GERHANA MATAHARI DAPAT MERUSAK MATA.

Gerhana Matahari, kejadian alam tersebut tidak hanya menarik perhatian di dalam Negeri saja, tetapi juga menarik perhatian seluruh dunia. Menurut Para Ahli, pengertian dari Gerhana Matahari sendiri ialah proses dimana terjadinya  posisi Bulan, Matahari dan Bumi sejajar dan berada pada garis lurus.

Beberapa orang mengatakan bahwa rusaknya mata karena melihat gerhana matahari secara langsung adalah sebuah mitos, namun pendapat tersebut tidak dapat dikatakan benar karena fakta yang sebenarnya menurut beberapa dokter ahli atau dokter spesialis mata hal tersebut justru sangat membahayakan mata terutama efek pada rusakanya retina. Salah satu dokter spesialis mata di Klinik Mata Utama Gresik oleh dr.Fitria Romadiana, Sp.M menyatakan bahwa, melihat gerhana matahari secara langsung dapat menyebabkan rusaknya pusat penglihatan yaitu Retina, terdapat gangguan dan terjadinya proses kimia di dalam mata atau yang bisa disebut dengan Photochemical yang merupakan suatu reaksi yang diawali dengan energi radiasi yang sangat berbahaya serta radiasi Ultraviolet dan Blue Light yang berlebihan. Hal tersebut juga bisa terjadi dikarenakan panasnya yang bisa membakar. Adapun mitos yang mengatakan bahwa akan mengalami kebutaan total ketika melihat gerhana matahari secara langsung memang belum pernah dibuktikan dalam penelitian, namun harus tetap waspada akan resiko yang terjadi. Perlu diketahui bahwa Jawa Timur merupakan daerah dimana gerhana matahari itu akan nampak setengah, dan justru yang nampak setengah itulah yang sangat berbahaya bagi mata yang melihat secara langsung pada fase dimana bagian terkecil dari gerhana parsial, termasuk gerhana anular, sebelum dan setelah gerhana mencapai fase total. Fase tersebut yang mengakibatkan kerusakan pada retina. Manusia yang melihat terlalu lama akan terjadinya proses gerhana matahari yang berlangsung selama 1-4 jam, maka tidak akan bisa melihat jelas, seperti ada bayangan putih dan tidak fokus mengenali objek atau yang biasa disebut dengan Skotoma. Proses penyembuhan dari skotoma tersebut bisa hilang rata-rata sekitar 18 minggu.

Dari fakta yang dinyatakan dokter spesialis mata tersebut terbukti nyata bahwa efek yang ditimbulkan dari gerhana matahari dapat beresiko besar terhadap mata. Mengingat efek yang berbahaya tersebut, gerhana matahari seharusnya bukan menjadi tontonan banyak orang dan lebih baik dihindari.

 Melihat kejadian alam yang terjadi atas kekuasaan Allah, maka sebagai umat muslim dianjurkan untuk melakukan sholat gerhana matahari. Dan lebih waspada dalam menjaga kesehatan mata, karena mata merupakan jendela dunia yang sangat berperan penting dalam hidup kita. Adanya kelainan atau gangguan penglihatan akan menurunkan produktifitas dan bukannya tidak mungkin dapat berpengaruh khususnya pada masa depan seorang anak, maka dari itu peran orangtua sangat penting untuk memberikan pengawasan ketat terhadap anak, terlebih dalam melihat gerhana matahari yang akan terjadi esok pada tanggal 9 Maret 2016.

Artikel Oleh: Klinik Mata Utama Gresik

Read More

Pengaruh Minus Tinggi Terhadap Persalinan Normal

         Kehamilan adalah suatu Anugrah yang diberikan kepada setiap pasangan suami-istri. Kehadiran calon buah hati menjadi yang paling diidamkan dalam keluarga. Namun, kehamilan banyak terjadi perubahan yang dialami selain pada perubahan fisik wanita hamil juga berkaitan langsung dengan perubahan hormonal yang terjadi umum dan normal pada setiap ibu yang sedang mengandung janin anaknya. Sebagian besar hal yang ditakutkan adalah seorang ibu yang memiliki minus yang cukup tinggi karena ditakutkan akan berpengaruh pada proses persalinan ketika sudah menginjak masa umur kehamilan lebih dari usia 6 bulan.

     Sebagian dokter berpendapat bahwa jika minus lebih dari 5 Dioptri maka akan beresiko tinggi pada saat proses persalinan normal, namun berbeda halnya dengan dokter Spesialis Mata di Klinik Mata Utama, dr. Neni Daniati, Sp.M yang mengatakan bahwa, “Berdasarkan jurnal dan beberapa penelitian yang saya pelajari, jika dilihat berdasarkan kekuatan lensa memfokuskan objek, ukuran miopia dibedakan menjadi miopia derajat rendah (hingga 3.0 Dioptri), miopia derajat sedang (3.0-6.0 Dioptri), dan miopia derajat tinggi (6.0 Dioptri atau lebih). Biasanya sering terjadi tanda-tanda lepasnya retina ketika mengejan adalah pada miopia derajat sedang, karena berhubungan dengan aksial bola mata. Penyebab lepas atau sobeknya retina bisa disebabkan karena kondisi retina mata ibu yang tipis sehingga sangat mudah sekali sobek. Kedua, adanya gel cairan di dalam bola mata yang meresap ke dalam lubang yang berada di area retina sehingga bisa mudah terlepas. Namun, biasanya semua itu tergantung dari dokter kandungan yang menangani secara langsung untuk memperbolehkan atau tidak pada saat persalinan normal”.

           Untuk mengurangi rasa kekhawatiran akan resiko-resiko yang terjadi ada baiknya bila sang ibu rutin untuk memeriksakan dan mengkonsultasikan dengan dokter spesialis mata dan dokter kandungan, dan jika ada risiko robeknya retina, konsultasikan pula dengan dokter kandungan untuk menemukan apa cara terbaik untuk melahirkan. Jangan melakukan pengobatan alternatif yang tidak jelas untuk menghindari hal-hal buruk, dan perbanyak mengkonsumsi makanan yang bergizi dan pelatihan nafas untuk mengurangi mengejan ketika mata dalam kondisi minus.

Artikel oleh: Klinik Mata Utama Gresik

Read More

PTERYGIUM

Pterigium merupakan suatu pertumbuhan fibrovaskular konjungtiva yang bersifat degeneratif dan invasif. Pertumbuhan ini biasanya terletak pada celah kelopak mata bagian nasal ataupun temporal konjungtiva yang meluas ke daerah kornea. Pterigium mudah meradang dan bila terjadi iritasi, maka bagian pterigium akan berwarna merah. Pterigium dapat mengenai kedua mata. Pterigium bisa sangat bervariasi mulai dari yang kecil sampai besar. Berikut contoh gambaran dari pterygium

Hingga saat ini etiologi pasti pterygium masih belum diketahui secara pasti. Beberapa faktor resiko pterygium antara lain adalah paparan ultraviolet, mikro trauma kronis pada mata, infeksi mikroba atau virus. Selain itu beberapa kondisi kekurangan fungsi lakrimal film baik secara kuantitas maupun kualitas, konjungtivitis kronis dan defisiensi vitamin A juga berpotensi menimbulkan pterygium. Selain itu ada juga yang mengatakan bahwa etiologi pterygium merupakan suatu fenomena iritatif akibat pengeringan dan lingkungan dengan banyak angin karena sering terdapat pada orang yang sebagian besar hidupnya berada di lingkungan yang berangin, penuh sinar matahari, berdebu dan berpasir.

Gejala dari pterygium :

Biasanya tidak menimbulkan gejala, namun juga bisa menimbulkan gejala berupa sering measa gatal dan sensasi terbakar pada permukan mata, penglihatan kabur akibat pterygium tumbuh menutupi pupil atau distorsi karena adanya tarikan jaringan di kornea sehingga menimbulkan astigamat yang tinggi, perih, berair, merah, seperti ada benda asing,

Terapi pterygium :

  1. Mediakamentosa

Pterigium sering bersifat rekuren, terutama pada pasien yang masih muda. Bila pterigium meradang dapat diberikan steroid atau suatu tetes mata dekongestan. Pengobatan pterigium adalah dengan sikap konservatif atau dilakukan pembedahan bila terjadi gangguan penglihatan akibat terjadinya astigmisme ireguler atau pterigium yang telah menutupi media penglihatan.

Lindungi mata dengan pterigium dari sinar matahari, debu dan udara kering dengan kacamata pelindung. Bila terdapat tanda radang berikan air mata buatan dan bila perlu dapat diberi steroid.

  1. Tindakan operatif

Tindakan pembedahan adalah suatu tindak bedah plastik yang dilakukan dengan indikasi :

  • Pterigium telah memasuki kornea lebih dari 4 mm.
  • Pertumbuhan yang progresif, terutama pterigium jenis vaskular.
  • Mata terasa mengganjal.
  • Visus menurun, terus berair.
  • Mata merah sekali.
  • Telah masuk daerah pupil atau melewati limbus.
  • Alasan kosmetik.

Penulis Artikel oleh: dr. Neni Daniati, Sp.M (Dokter Klinik Mata Utama)

Read More

Pentingnya Menjaga Kesehatan bagi Lansia

Seiring dengan bertambahnya usia, maka kemampuan mata untuk melihat dengan baik juga semakin berkurang. Oleh karena itu, para lansia atau orang lanjut usia biasanya banyak mengalami masalah dengan matanya. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menjaga kesehatan mata adalah:

  1. Menggunakan kacamata. Cahaya matahari yang kuat dapat merusak mata dan meningkatkan resiko terjadinya katarak. Dengan menggunakan kacamata atau lensa kontak yang mempunyai lapisan UV-filter dapat melindungi mata terhadap sinar matahari yang membahayakan
  2. Berhenti Merokok. Merokok dapat meningkatkan rasiko untuk mengalami katarak dan denegerasi makula akibat usia
  3. Gunakan pencahayaan dengan baik
  4. Olahraga teratur
  5. Tidur yang cukup
  6. Pentingnya melakukan pemeriksaan mata secara teratur. Melalui pemeriksaan mata secara teratur dan menggunakan lensa kacamata yang tepat, tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan keseimbangan, kordinasi dan pergerakan anggota tubuh tetapi juga dapat menjaga kesehatan mata secara umum.
  7. Menggunakan lensa yang tepat. Sangat penting untuk menggunakan lensa yang tepat, karena dapat meningkatkan penglihatan dan juga meningkatkan kualitas hidup serta mengurangi resiko terjadinya kecelakaan akibat penglihatan yang kurang jelas.

Sumber :nhs.uk

Read More

Operasi Katarak Gratis bersama Sidomuncul

GRESIK, Selasa 23 Februari 2016 – PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Tbk telah melakukan perjanjian dan penandatanganan MoU yang bekerjasama dengan Klinik Mata Utama  Gresik dengan jumlah pasien penderita katarak sebanyak 300 mata sepanjang tahun 2016. Penandaatanganan perjanjian ditandatangani oleh Direktur Klinik Mata Utama Gresik, dr.Uyik Unari, Sp.M dan juga perwakilan dari pihak PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Tbk, Hendrik – Staff Public Relation PT Sidomuncul.

Kegiatan ini selain mewujudkan salah satu misi dari KMU yakni aktif melakukan kegiatan-kegiatan sosial dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui kegiatan Baksos yang bekerjasama dengan Sidomuncul ini diharapkan dapat membantu warga yang tergolong tidak mampu dengan penderita katarak untuk bisa melakukan operasi katarak gratis sehingga pandangan pasien tidak lagi terganggu.

Pasien katarak dalam operasi selasa kemarin sejumlah 25 pasien sebagai simbolis awal dilakukannya bakti sosial dengan jumlah usia rata-rata 48 – 67 tahun. Pelaksanaan operasi dengan 25 pasien dalam satu hari  berlangsung selama sekitar 7 jam oleh dr. Fitria Romadiana, Sp.M.

Menurut hasil keterangan dari salah satu pasien katarak yang pernah melakukan operasi mata di Klinik Mata Utama mengatakan “Sampun Terang, saget Ningali jelas”, maksudnya adalah sudah dapat melihat dengan jelas dan terang.

Sementara itu, berdasarkan data Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami), PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Tbk tersebut telah melakukan operasi karatak secara kontinyu. Pada 2011, ada 6000 mata yang telak dilakukan operasi. Berikutnya, ada 12.746 mata di tahun 2012, tahun 2013 ada 13.024 mata, pada 2014 ada 8.805 mata, dan 4.425 mata pada 2015.

Read More

SITUASI GANGGUAN PENGLIHATAN GLOBAL

Penyebab gangguan penglihatan terbanyak di seluruh dunia adalah gangguan refraksi yang tidak terkoreksi, diikuti oleh katarak dan glaukoma. Sebesar 18% tidak dapat ditentukan dan 1% adalah gangguan penglihatan sejak masa kanak-kanak.

Sedangkan penyebab kebutaan terbanyak di seluruh dunia adalah katarak 51%, diikuti oleh glaukoma dan Age related Macular Degene-ration (AMD). Sebesar 21% tidak dapat ditentukan penyebabnya dan 4% adalah gangguan penglihatan sejak masa kanak-kanak.

Orang-orang yang berusia 50 tahun dan lebih merupakan kelompok usia di mana gangguan penglihatan dan kebu-taan banyak terjadi. Sekitar 65% dari penderita gangguan penglihatan, dan 82% orang-orang buta terjadi pada orang-orang usia 50 tahun dan lebih, walaupun jumlah kelompok usia ini hanya 20% dari populasi dunia.

Sumber: Global Data on Visual Impairment 2010, WHO 2012

Read More

Katarak Hilang hanya Sehari!

“One Day Care” siap menjadi One Stop Solution bagi penyakit katarak. Pasien tak perlu datang berkali-kali ke klinik atau melakukan rawat inap. Cukup datang sekali, dan hanya membutuhkan waktu tak lebih dari 30 menit, penyakit katarak pun bisa teratasi.

Read More