All Posts in Category: Kesehatan Mata

Hindari Resiko dari Penggunaan Softlens

Softlens ditempatkan di kornea mata yang berguna membantu penglihatan seseorang yang memiliki mata minus tanpa menggunakan kacamata. Hal tersebut disadari oleh banyak pihak bahwa keberadaan softlens cukup membantu seseorang untuk tidak terpaku pada penggunaan kacamata yang mungkin menurut sebagian orang hal tersebut cukup megganggu terlebih penggunaan kacamata sangat menentukan penampilan dalam bersosial maupun karir. Hal demikian juga dirasakan oleh sebagian besar wanita bahwa mereka cenderung pada penampilan fisik terutama yang bertujuan untuk manarik perhatian dalam berinteraksi. Salah satu usaha kebanyakan wanita modern yang dilakukan saat ini adalah mempercantik pada bagian mata.

Mata merupakan daya tarik tersendiri untuk berhubungan dengan orang lain. Indahnya mata sangat menentukan popularitas bahkan tingkat kepercayaan diri seorang wanita hingga rela untuk mengubah tampilan dengan memasang kontak lensa pada mata. Selain itu, softlens juga tersedia dengan beraneka acam warna yang semakin memperindah bola mata pengguna. Akan tetapi, banyak juga para pemakai yang tidak peduli akan efek buruk dari penggunaan softlens.

Bagi para pengguna kontak lensa, sangat di sarankan untuk lebih selektif dalam memilih dan membeli softlens karena ada yang aman digunakan untuk mata, namun ada juga yang beresiko karena tidak cocok bahkan dapat merusak mata. Untuk itu dari artikel ini Klinik Mata Utama berusaha untuk mencoba mengulas sedikit mengenai bahaya dari penggunaan softlens itu sendiri yang dapat menimbulkan efek negatif pada mata apabila jika terus dilakukan serta solusi untuk mencegah bahaya tersebut.

Menurut keterangan yang disampaikan oleh salah satu dokter spesialis mata di Klinik Mata Utama Gresik yaitu dr. Neni Daniati, SpM bahwa penggunaan softlens sangat beresiko terhadap kesehatan mata terlebih jika penggunaan softlens yang terlalu sering akan merusak pada bagian kornea mata, apalagi jika malas dalam membersihkan softlens atau tidur dengan menggunakan softlens yang masih terpasang dapat meningkatkan resiko adanya infeksi pada mata. Tidak menutup kemungkinan bahwa akan terjadi iritasi pada mata yang dikarenakan beberapa hal seperti terkena debu dan pemakaian lensa kontak yang tidak sesuai dengan mata kita. Infeksi juga bisa terjadi pada mata karena bakteri, virus maupun jamur yang tumbuh di softlens yang dapat membuat alergi pada mata. Idealnya ketika menggunakan softlens diperbolehkan bagi seseorang dengan penderita minus diatas 6,00 karena resiko yang ditimbulkan tidak sebanyak orang yang menggunakan softlens dibawah minus 6,00. Maka dari itu perlunya memperhatikan hal terkecil yang biasa dilakukan, karena tanpa disadari dapat menimbulkan efek yang berbahaya akibat penggunaan lensa yang ceroboh sehingga dapat merusak mata yang merupakan Jendela Dunia.

Article by: Klinik Mata Utama Gresik

Read More

AWAS!!! DAMPAK MELIHAT GERHANA MATAHARI DAPAT MERUSAK MATA.

AWAS!!! EFEK MELIHAT GERHANA MATAHARI DAPAT MERUSAK MATA.

Gerhana Matahari, kejadian alam tersebut tidak hanya menarik perhatian di dalam Negeri saja, tetapi juga menarik perhatian seluruh dunia. Menurut Para Ahli, pengertian dari Gerhana Matahari sendiri ialah proses dimana terjadinya  posisi Bulan, Matahari dan Bumi sejajar dan berada pada garis lurus.

Beberapa orang mengatakan bahwa rusaknya mata karena melihat gerhana matahari secara langsung adalah sebuah mitos, namun pendapat tersebut tidak dapat dikatakan benar karena fakta yang sebenarnya menurut beberapa dokter ahli atau dokter spesialis mata hal tersebut justru sangat membahayakan mata terutama efek pada rusakanya retina. Salah satu dokter spesialis mata di Klinik Mata Utama Gresik oleh dr.Fitria Romadiana, Sp.M menyatakan bahwa, melihat gerhana matahari secara langsung dapat menyebabkan rusaknya pusat penglihatan yaitu Retina, terdapat gangguan dan terjadinya proses kimia di dalam mata atau yang bisa disebut dengan Photochemical yang merupakan suatu reaksi yang diawali dengan energi radiasi yang sangat berbahaya serta radiasi Ultraviolet dan Blue Light yang berlebihan. Hal tersebut juga bisa terjadi dikarenakan panasnya yang bisa membakar. Adapun mitos yang mengatakan bahwa akan mengalami kebutaan total ketika melihat gerhana matahari secara langsung memang belum pernah dibuktikan dalam penelitian, namun harus tetap waspada akan resiko yang terjadi. Perlu diketahui bahwa Jawa Timur merupakan daerah dimana gerhana matahari itu akan nampak setengah, dan justru yang nampak setengah itulah yang sangat berbahaya bagi mata yang melihat secara langsung pada fase dimana bagian terkecil dari gerhana parsial, termasuk gerhana anular, sebelum dan setelah gerhana mencapai fase total. Fase tersebut yang mengakibatkan kerusakan pada retina. Manusia yang melihat terlalu lama akan terjadinya proses gerhana matahari yang berlangsung selama 1-4 jam, maka tidak akan bisa melihat jelas, seperti ada bayangan putih dan tidak fokus mengenali objek atau yang biasa disebut dengan Skotoma. Proses penyembuhan dari skotoma tersebut bisa hilang rata-rata sekitar 18 minggu.

Dari fakta yang dinyatakan dokter spesialis mata tersebut terbukti nyata bahwa efek yang ditimbulkan dari gerhana matahari dapat beresiko besar terhadap mata. Mengingat efek yang berbahaya tersebut, gerhana matahari seharusnya bukan menjadi tontonan banyak orang dan lebih baik dihindari.

 Melihat kejadian alam yang terjadi atas kekuasaan Allah, maka sebagai umat muslim dianjurkan untuk melakukan sholat gerhana matahari. Dan lebih waspada dalam menjaga kesehatan mata, karena mata merupakan jendela dunia yang sangat berperan penting dalam hidup kita. Adanya kelainan atau gangguan penglihatan akan menurunkan produktifitas dan bukannya tidak mungkin dapat berpengaruh khususnya pada masa depan seorang anak, maka dari itu peran orangtua sangat penting untuk memberikan pengawasan ketat terhadap anak, terlebih dalam melihat gerhana matahari yang akan terjadi esok pada tanggal 9 Maret 2016.

Artikel Oleh: Klinik Mata Utama Gresik

Read More

Pentingnya Menjaga Kesehatan bagi Lansia

Seiring dengan bertambahnya usia, maka kemampuan mata untuk melihat dengan baik juga semakin berkurang. Oleh karena itu, para lansia atau orang lanjut usia biasanya banyak mengalami masalah dengan matanya. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menjaga kesehatan mata adalah:

  1. Menggunakan kacamata. Cahaya matahari yang kuat dapat merusak mata dan meningkatkan resiko terjadinya katarak. Dengan menggunakan kacamata atau lensa kontak yang mempunyai lapisan UV-filter dapat melindungi mata terhadap sinar matahari yang membahayakan
  2. Berhenti Merokok. Merokok dapat meningkatkan rasiko untuk mengalami katarak dan denegerasi makula akibat usia
  3. Gunakan pencahayaan dengan baik
  4. Olahraga teratur
  5. Tidur yang cukup
  6. Pentingnya melakukan pemeriksaan mata secara teratur. Melalui pemeriksaan mata secara teratur dan menggunakan lensa kacamata yang tepat, tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan keseimbangan, kordinasi dan pergerakan anggota tubuh tetapi juga dapat menjaga kesehatan mata secara umum.
  7. Menggunakan lensa yang tepat. Sangat penting untuk menggunakan lensa yang tepat, karena dapat meningkatkan penglihatan dan juga meningkatkan kualitas hidup serta mengurangi resiko terjadinya kecelakaan akibat penglihatan yang kurang jelas.

Sumber :nhs.uk

Read More

Hindari Aktifitas yang Mempercepat Penuaan Mata

Katarak merupakan penyakit yang sulit untuk dihindari, terlebih saat ini semakin banyak aktivitas yang menyita fungsi mata kita, contoh saat memegang handphone, menonton televisi, mengetik didepan komputer, dan sebagainya. Semua aktifitas itu mempercepat penuaan mata.

Dokter  Fitria menyarankan bahwa ada beberapa cara untuk bisa meminimalkan datangnya katarak di mata kita. Diantaranya adalah menjaga pola makan, berolahraga, dan tidak memaksakan diri bekerja dengan tingkat penglihatan tinggi.

“orang-orang zaman  dahulu, di usia tujuh puluh hingga delapan puluh, masih memiliki mata yang sehat, bagus, dan kataraknya belum tebal. Namu sekarang, rata-rata umur lima puluh ke atas, katarak seseorang  bisa sangat  tebal,” terangnya.

Baiknya kualitas mata seseorang adalah efek dari perawatan mata yang baik pula. Salah satu metode perawatan mata adalah menjaga objek penglihatan agar  tidak terlalu dekat, menjaga  kandungan makanan  yang dimakan, serta istirahat yang cukup. Sebab semua itu akan berakibat  bertahannya kondisi baik pada mata yang dimiliki oleh seseorang.

Dengan kondisi  lingkungan tempat tinggal diperkotaan di mana tuntutan kerjaan dikantor  delapan hingga sepuluh jam, sulit sekali kita menjaga kebiasaan baik untuk mata. Salah satu cara alami untukmenjaga kesehatan mata, diantaranya dengan minum jus wortel, memakai masker mata dengan bahan buah labu, dan mengkonsumsi madu alami.

Segala usaha untuk meminimalkan terjadinya katarak tetap harus diikuti dengan bekonsultasi dengan dokter mata secara rutin. Dengan begitu, perkembangan kondisi kesehatan mata  dapat diketahui.

Read More

Menjaga Kesehatan Mata Pada Anak

      Menjaga kesehatan mata pada anak merupakan hal yang cukup penting diperhatikan oleh orang tua. Pepatah mengatakan bahwa mata adalah jendela dunia. Menjaga kesehatan mata, dengan kata lain menyelamatkan aset masa depan pada anak. Mata yang sehat adalah cerminan dari jiwa yang sehat, karena mata mempunyai pengaruh yang sangat penting bag tubuh kita. Anak-anak merupakan individu yang aktif dan kreatif. Rasa keingintahuan yang tinggi terkadang menuntut untuk bergerak aktif, terkadang mereka tidak memperhatikan bahaya di sekitar terutama bahaya kesehatan yang mengancam mata.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mata Anak

    Mata merupakan salah satu organ yang sangat vital bagi manusia. Sekitar 80% dari informasi yang kita terima berasal dari mata. Apabila mata mengalami gangguan, maka hidup manusia juga ikut mengalami gangguan. Oleh karena itu penting untuk menjaga kesehatan mata selagi masih anak-anak. Pada usia anak-anak hingga usia remaja, proses pemanjangan bola mata adalah normal dan merupakan salah satu proses alamiah. Pemanjangan sumbu nantinya akan menyebabkan media refraktif sulit untuk fokus pada berkas cahaya sehingga obyek pandang akan terfokus di depan retina. Sehingga semakin bertambahnya usia, maka kadar mata minus juga semakin bertambah. Oleh karena itu penting untk menjaga kesehatan mata pada anak sejak dini untuk meminimalisir semakin parahnya kelainan mata minus pada anak.

Cara Menjaga Kesehatan Mata Anak

Berikut ini ada beberapa cara untuk menjaga kesehatan mata anak:

  1. Atur jarak pandang saat membaca, menulis, menonton televisi dan bermain komputer
  2. Atur waktu bermain di depan televisi dan komputer, jangan terlalu lama
  3. Hindari menggosok mata dengan tangan, lebih baik dilakukan dengan tissue bersih
  4. Hindari menekan mata secara berlebihan apalagi terus –menerus. Terlalu sering menekan mata akan mengakibatkan mata menjadi silindris
  5. Hindari kontak dengan debu dan polusi
  6. Saat bepergian jauh dengan menggunakan kendaraan bermotor, lindungi anak anda dengan kacamata UV. Selain untuk melindungi dari teriknya sinar ultra violet, juga untuk melindungi mata anak anda dari debu dan polusi yang dapat masuk ke mata
  7. Rajin mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A atau beta karoten seperti wortel, tomat, alpukat, labu kuning dan sebagainya. Beta karoten membantu tubuh melengkapi asupan vitamin A yang penting untuk kesehatan mata
  8. Melakukan olahraga mata. Caranya adalah dengan memutar bola mata dalam hitungan 2 kali delapan secara bergantian arah. Cara ini mampu untuk membantu menyegarkan mata yang lelah. Ajarkan cara ini pada anak anda agar anak dapat melakukannya ketika dia merasa lelah pada mata
  9. Ajaklah untuk satu hari dalam satu minggu untuk mengistirahatkan mata dari aktivitas berat seperti menulis membaca terlalu lama, dan menonton televisi atau bermain komputer. Tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan mata anak agar mata anak terbebas dari radiasi layar televisi dan beban berat akibat terlalu sering memfokuskan mata ke pada satu titik obyek saja.
  10. Rajin mengkonsumsi makanan yang mengandung karotenoid yang berguna untuk menjaga kesehatan mata pada anak agar anak terhindar dari penyakit katarak dan kelainan mata lainnya. Sayuran yang mengandung karotenois antara lain bayam, brokoli dan sayuran hijau lainnya yang juga mengandung banyak zat besi.
Read More

Mengenal Pterygium Pada Mata

Pterygium adalah pertumbuhan fibrous berbentuk selaput tipis dari jaringan bagian putih mata dan mengalami pembesaran ke arah kornea, umumnya pterygium tidak bertumbuh ataupun membesar, namun kelainan bisa terjadi hingga pterygium menutupi bagian kornea mata. penyebabnya sampai saat ini belum begitu jelas, namun secara statistik, penyakit ini banyak menimpa para pekerja out door yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan, hingga lebih sering terkena sinar matahari, angin dan debu. Oleh karena itu penyakit ini lebih banyak dijumpai di daerah tropis.

Faktor yang menjadi resiko adalah debu, pasir dan partikel-partikel yang terbawa oleh angin. Pterygium jarang diderita oleh anak-anak, penyebab yang lain adalah berbagai zat iritan, faktor genetik, alergi, kekeringan pada mata, faktor angiogenik, dan infeksi papilomavirus.

Gejala pterygium :

  1. Pertumbuhan berwarna putih dengan pembuluh darah yang terlihat/menonjol di sudut mata bagian dalam atau luar.
  2. Pterigium dapat terjadi pada satu atau kedua mata
  3. Kemerahan pada daerah yang terkena
  4. Iritasi
  5. Gejala mata kering
  6. Kadang kala berair
  7. Terasa seperti ada benda asing di dalam mata
  8. Penglihatan buram (pada kasus parah pertumbuhan dapat menutupi kornea pusat atau menyebabkan astigmatisme karena tekanan pada permukaan kornea)

Cara mencegah pterygium :

  1. Sebagai pencegahan, langkah terbaik adalah dengan menghindari faktor resiko. Gunakan sun glasses atau topi lebar saat melakukan aktivitas di ruang terbuka.
  2. Menggunakan obat tetes mata khusus.
  3. Memeriksakan mata kita secara rutin ke dokter mata untuk mengetahui adanya gejala ataupun gangguan pada mata kita.

Bila pterygium semakin besar, akan dapat menyebabkan astigmatisma atau silau. Ada pterygium yang tumbuh secara perlahan, namun ada pula yang tumbuh secara cepat. Bila pterygium telah meliputi bagian tengah kornea, penglihatan akan menjadi kabur.

Jika terpaksa, atau sudah ada bintik yang tumbuh di area kornea, apalagi mendekati tepi pupil mata, maka satu-satunya jalan adalah dengan melakukan pembedahan. Sebab jika masalah ini dibiarkan akan mengganggu pandangan penderita. Operasi pengambilan pterygium relatif aman. jadi anda tidak perlu khawatir untuk melakukannya. Operasi pterygium dilakukan dengan pembiusan lokal, dengan cara menyuntikkan obat kejaringan pterygium yang sebelumnya juga sudah ditetesi anti rasa sakit. Selama operasi tidak terasa sakit. Perawatannya tentu saja mencegah supaya tidak terjadi infeksi, jangan terkena air selama 1 minggu, jangan terkena debu juga. Biaya pembedahan ini cukup murah. Paska operasi biasanya akan diberikan terapi lanjut seperti penggunaan sinar radiasi B atau terapi lainnya.

Apa jenis pengobatan yang tersedia untuk Pterigia? Pada kasus tahap awal, dimana tidak terdapat gejala dan ketika pterigium tidak signifikan secara kosmetik, kondisi ini tidak perlu diobati. Ketika pterigium menyebabkan iritasi, kemerahan atau ketidaknyamanan, air mata buatan dapat membantu melembabkan mata dan meringankan ketidaknyamanan. Tetes mata ini tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan pterigium.

Ketika pterigium tampak secara kosmetik, atau menyebabkan gejala seperti penglihatan buram, operasi pengangkatan sangat disarankan. Operasi melibatkan pengangkatan daging tumbuh dan penanaman plester transparan yang disebut konjungtiva pada bekas luka operasi, untuk mengurangi resiko pterigium tumbuh kembali (berulang). Plester konjungtiva ini biasanya diambil dari mata pasien itu sendiri (autograft konjungtiva). Penempelan autograft dapat dengan jahitan atau tanpa jahitan (contohnya dengan penggunaan lem fibrin). Resiko pterigium berulang setelah operasi pengangkatan dan autograft konjungtiva cukup rendah.

Read More

Kapan Membutuhkan Kacamata Baca

Sudah pasti sangat menyebalkan jika Anda tidak dapat membaca tulisan seperti sebelumnya. Meski keluhan yang Anda alami cukup sederhana. misal pandangan kabur, tidak fokus membaca tulisan berukuran kecil, tulisan running text di layar televisi atau pandangan kabur saat melihat tulisan dalam jarak dekat, tapi dipastikan mengganggu aktivitas sehari-hari. Keluhan-keluhan tersebut biasa terjadi pada orang berusia lebih dari 40 tahun. Kejadian ini mengindikasikan bahwa Anda butuh kacamata baca secepatnya.

Jika Anda tetap memaksakan untuk tidak menggunakan kacamata baca dapat mengakibatkan mata lelah dan tegang, serta menurunkan kemampuan melihat. Jadi, penggunaan kacamata baca bertujuan untuk meminimalisasi kedua kejadian tersebut. Selain itu, kacamata baca berguna untuk memberikan bantuan dalam memfokuskan penglihatan pada benda-benda kecil, seperti halaman buku. Jangan merasa terbebani, penggunaan kacamata baca dapat digunakan saat Anda mengendarai kendaraan atau menyetir, menonton televisi, atau saat melakukan kegiatan sehari-hari lainnya.

Anda masih tidak tahu kapan Anda membutuhkan kacamata baca. Coba simak beberapa pernyataan berikut untuk memastikan bahwa Anda membutuhkan kacamata baca atau tidak.

  1. Pandangan kabur saat membaca koran, buku, atau layar computer.
  2. Mata perih dan sakit setelah membaca atau menggunakan komputer.
  3. Sering mengalami sakit kepala saat membaca dalam waktu lama atau membaca tulisan kecil.
  4. Perasaan terbakar dan berair pada mata setelah membaca tulisan.
  5. Tidak dapat memasukkan benang ke dalam lubang jarum.
  6. Mengecilkan atau menyipitkan mata saat melihat tulisan kecil atau melakukan tugas-tugas lebih rinci, seperti menjahit.
  7. Menjauhkan jarak pandang saat membaca buku.
  8. Tidak bisa atau pandangan kabur saat membaca tulisan yang ada di televisi.
  9. Berumur 40 tahun.
  10. Anak muda yang mengalami strabismus.

Jika Anda mengalami dua atau lebih kejadian di atas maka sebaiknya buatlah janji secepatnya dengan dokter mata untuk melakukan pemeriksaan dan mendapatkan kacamata baca. Atau Memang, tidak semua orang berusia di atas 40 tahun mengalami gangguan penglihatan saat membaca. Namun, kelompok inilah yang paling sering membutuhkan kacamata baca.

Read More

5 Alasan Perlunya Memakai Kacamata

Mata adalah organ penting dan vital dalam kehidupan. Tidak bisa dibayangkan jika mata kita mengalami gangguan. Sudah pasti akan menghalangi segala aktivitas sehari-hari. Banyak pula masyarakat yang mengalami gangguan ringan pada mata, tapi tidak menggunakan kacamata selama menjalani aktivitas sehari-hari karena faktor ketidaktahuan alasan memakai kacamata. Bahkan, kebanyakan masyarakat menggunakan kacamata setelah proses penglihatannya memburuk. Parahnya, sebagian besar masyarakat tidak menyadari adanya gangguan atau penurunan fungsi penglihatan.

Maka dari itu, sangat penting bagi Anda untuk memeriksakan mata kepada dokter mata secara rutin. Tujuannya untuk memastikan kondisi kesehatan mata, apakah masih dalam keadaan sehat atau tidak serta mengetahui berbagai alasan penting penggunaan kacamata. Meskipun terjadi penurunan fungsi, tetapi dapat diminimalisasi menjadi gangguan yang parah jika dilakukan pemeriksaan secara rutin.

Penggunaan Kacamata sangat penting, terutama bagi mereka yang bekerja sebagai sopir atau pekerja kantoran yang setiap hari harus bekerja di depan monitor computer. Coba bayangkan jika seorang sopir yang mengalami gangguan mata mengemudikan kendaraan yang berisi penumpang. Tentunya sangat membahayakan penumpangnya.

Berikut alasan-alasan bagi Anda untuk memakai kacamata.

1. Menyipitkan Mata Saat Melihat Sesuatu

Sering menyipitkan mata saat memandang atau melihat sesuatu merupakan tanda tunggal bahwa seseorang membutuhkan kacamata. Hal ini paling sering dilakukan saat ingin melihat benda dalam jarak jauh. Saat Anda menyipitkan mata berarti memperkecil ukuran pupil mata. Nah, kita tahu bahwa pupil berfungsi sebagai tempat keluar-masuknya cahaya agar suatu benda dapat terlihat. Alhasil, ukuran pupil yang kecil berarti mengurangi penglihatan yang kabur.

2. Sering Sakit Kepala

Sakit kepala yang terlalu sering merupakan tanda bahwa Anda membutuhkan kacamata. Sakit kepala akan Anda alami setelah berkonsentrasi untuk memfokuskan sesuatu dalam waktu yang lama. Sakit kepala biasa dialami setelah berjam-jam berada di depan monitor computer. Sakit kepala karena gangguan pada mata terjadi di kepala bagian depan. Sakit kepala bisa berkembang menjadi rasa nyeri yang berlangsung selama berjam-jam.

3. Tidak Bisa Membaca Tulisan Jarak Dekat

Jika Anda selalu menjauhkan buku atau tulisan dari mata Anda, bisa dipastikan bahwa Anda butuh kacamata membaca. Kejadian ini biasa dialami oleh seseorang yang berusia di atas 40 tahun. Pertambahan usia memang berhubungan dengan penurunan kerja lensa mata.

4. Salah Menilai Jarak

Jika Anda sering salah memperkirakan jarak saat memarkirkan mobil atau salah melihat kedalaman suatu bangunan, maka Anda butuh sebuah kacamata. Saat Anda menggunakan kacamata maka dapat meningkatkan persepsi seseorang untuk menentukan kedalaman suatu bangunan (persepsi bangun ruang).

5. Cepat Lelah

Jika Anda cepat merasa lelah setelah mengerjakan tugas yang ringan, bisa diartikan bahwa mata Anda di luar fokus. Otak manusia akan lebih terstimulasi saat fungsi penglihatan normal. Penglihatan kabur dapat disebabkan oleh kelelahan atau kurangnya konsentrasi yang berakibat pada penurunan kinerja tubuh.

Jika jawaban Anda “IYA” pada salah satu alasan di atas, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan mata dan menggunakan kacamata. Sifat menunda-nunda hanya akan memperburuk keadaan. Penglihatan yang prima akan mendukung kinerja Anda prima juga.

Read More

DETEKSI DINI GLAUKOMA DI PELAYAN KESEHATAN PRIMER

       Glaukoma merupakan suatu sindroma ( a group of disease ) yang ditandai dengan adanya neuropathy optik yang khas dengan kenaikan Tekanan Intra Okuler (TIO) sebagai salah satu faktor risiko serta faktor risiko lain yang tidak diketahui peranannya pada kerusakan saraf optik. Glaukoma merupakan salah satu penyebab kebutaan pada orang dewasa yang bersifat permanen yang berbeda dengan kebutaan akibat katarak atau kelainan refraksi yang sifatnya revesible atau dapat dioperasi atau dikoreksi sehingga tajam penglihatan dapat kembali seperti orang normal.

        Glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomer 2 di Indonesia yang insidensinya meningkat secara dramatis bersamaan dengan bertambahnya usia dan semakin panjang usia harapan hidup orang Indonesia. Glaukoma ditaandai dengan Trias Glaukoma yaitu tekanan intra okuler yang meningkat, penggaungan papil saraf optic disertai atropi pail saraf optik dan adanya defek lapang pandang. Pada beberapa keadaan, satu gejala mungkin sudah cukup untuk membuat diagnosis glaukoma.

     Klasifikasi glaukoma sangat panjang, akan tetapi yang terpenting adalah mendiagnosa glaukoma daripada menentukan jenis spesifik atau penyebab sekundernya. Kontrol terhadap glaukoma menjadi lebih sukar dengan terjadinya kerusakan saraf optik. Berdasarkan alasan ini diagnosis dini glaukoma adalah sangat penting untuk kepentingan prognosisnya.

      Pada glaukoma tekanan intra okulernya lebih tinggi daripada yang bisa ditolelir oleh mata tersebut. Tekanan intra okuler rata-rata pada orang normal adalah 15 + 3mm Hg; Pada 98% penderita bukan glaukoma, tekanan intra okulernya kurang dari 21 mm Hg. Terdapat  2 ( dua ) golongan utama glaukoma yaitu primer dan sekunder.

     Pada glaukoma sudut terbuka primer, tekanan intra okuler tinggi walaupun sudut bilik mata depan terlihat normal, tidak terdapat parut (sinekia anterior perifer), tidak terdapat pembuluh darah yang abnormal, dan tidak terdapat figmen yang berlebihan di sudut bilik mata depan.

       Pada glaukoma tekanan rendah ( termasuk glaukoma sudut terbuka primer ), dimana terdapat penggaungan papil saraf optik dan defek lapangan pandang akan tetapi tekanan intra okulernya normal, pada orang lain dengan tekanan yang normal seperti itu tidak menimbulkan kerusakan saraf optikus, kerusakan ini mungkin berhubungan dengan hipotensi sistemik akut, seperti pada shock atau kehilangan darah yang serius. Kategori kedua dari glaukoma primer yang jarang dipakai adalah glaukoma sudut tertutup yang biasa terjadi karena :

  1. Blok Pupil Disini akuos humor tidak dapat mengalir dari bilik mata belakang ke bilik mata depan, karena meningkatnya tekanan di dalam bilik mata belakang akibat meningkatnya produksi humor akuos, seluruh dataran iris terdorong ke depan sehingga bilik mata depan menjadi dangkal, dan secara sekunder menutup sudut bilik mata depan.
  2. Blok Siliar Yang terjadi karena rotasi badan siliar, diafragma iris, lensa ke depan ( glaukoma maligna ), yang biasanya terjadi pada paskah bedah terutama pada paskah bedah katarak.
  3. Blok Iris Perifer Disisi konfigurasi iris yang dikenal plateu iris memblokade struktur sudut, jenis glaukoma ini sangat jarang.

GLAUKOMA SEKUNDER

         Penyebab glaukoma sekunder banyak ragamnya, misalnya radang di dalam segmen anterior atau sel-sel radang atau produk radang yang menyumbat jalinan trabekel ( trabekular meshwork ) sehingga terjadi glaukoma sekunder, disamping itu darah di bilak mata depan juga dapat menimbulkan glaukoma sekunder.

         Trauma bisa mengakibatkan terjadinya glaukoma sekunder sudut terbuka sekunder karena kerusakan langsung pada struktur sudut ( resesi sudut ), perdarahan yang masuk ke dalam struktur sudut ( hifema ) atau hasil penguraian darah yang memblokade atau merusak jalinan trabekel.

      Penggunaan tetes mata steroid dalam jangka lama dapat menyebabkan terjadinya glaukoma, sehingga perlu ditanyakan adanya penggunaan tetes mata steroid tersebut pada penderita.

         Banyak glaukoma yang disebabkan oleh atau yang berkaitan dengan lensa kristalina, contoh pada katarak yang imatur, terjadi penggembungan lensa sehingga mengakibatkan blok pupil, dislokasi lensa dan katarak oleh karena lensa yang hiper matur juga bisa menyebabkan terjadinya glaukoma sekunder.

      Neovaskularisasi iris bisa menyebabkan terjadinya parut yang dapat menutup jalinan trakebel dan struktur sudut, Neovaskularisasi iris ini sering terjadi pada sumbatan vena retina sentral dan juga sebagai penyulit pada kasus diabetes melitus.

Read More

Tips Membeli Soflens Aman Agar Mata Tidak Merah dan Perih

Pada setiap kesempatan, setiap wanita pasti menginginkan penampilan semenarik dan secantik mungkin. Dan salah satu yang membuat tampilan wanita lebih menarik adalah mata. Untuk memiliki mata cantik dan indah, tentunya sahabat vemale.com sudah tahu dong bagaimana caranya. Salah satu cara untuk dapat memiliki mata indah dan cantik adalah menggunakan softlens. Pada dasarnya softlens tidak hanya memperindah tampilan mata, tetapi juga dapat menjaga kesehatan mata.

Mengingat softlens bukanlah aksesoris yang asing di pasaran. Banyak produsen softlens yang menawarkan harga menarik bagi konsumennya. Jika Anda tidak berhati-hati dan cermat saat membeli softlens, benda ini dapat membuat mata merah dan perih saat Anda menggunakannya. Mau tahu tips membeli softlens yang aman untuk mata. Inilah tips memilih softlens aman dan baik untuk mata.

Warna Kontak Lensa

Pilihlah warna-warna softlens natural seperti coklat, hitam atau abu-abu gelap. Namun, jika Anda menginginkan warna yang lebih menarik, konsultasikan warna lensa untuk kesehatan mata Anda dengan dokter terlebih dahulu. Hal ini dapat membantu Anda memilih softlens dengan aman dan tidak mengganggu kesehatan mata.

Tingkat Moisture Softlens

Perhatikan tingkat moisture pada softlens yang akan Anda beli. Tingkat ketipisan dan kadar air pada softlens juga sangat perlu Anda perhatikan. Semakin tinggi kadar air dan ketipisan softlens, maka semakin nyaman saat Anda gunakan.

Diameter Softlens

Penting dalam memilih diameter softlens, karena hal ini akan menyesuaikan ukuran bola mata Anda. Bagi Anda yang memiliki mata besar, Anda dapat memilih softlens dengan diameter lebih besar. Sedangkan bagi Anda yang memiliki mata kecil, pilihlah ukuran diameter yang sesuai dengan lebar mata Anda.

Kualitas Softles

Pastikan untuk mengetahui kualitas softlens saat membelinya. Konsultasikan dahulu dengan dokter mata saat ingin membeli softlens. Pilih softlens yang berkualitas baik. Kualitas baik pada softlens tidak harus dibeli dengan harga mahal. Banyak softlens yang berharga murah yang berkualitas baik.

Cek Kadaluarsa

Sebelum membeli softlens agar aman, hal yang perlu Anda lakukan adalah cek kadaluarsa softlens. Pastikan tanggal kadaluarsa softlens. Jika softlens sudah berakhir masa kadaluarsanya, hal ini dapat memicu mata Anda merah dan perih.

Itulah tips aman yang dapat kami berikan untuk Anda. Semoga artikel di atas bermanfaat. Mulailah membeli softlens yang cocok untuk mata Anda ya Ladies.

Read More