All Posts in Category: Penyakit

5 Tindakan Tepat, Tangani Mata Karena Benda Asing

Pasti diantara Sahabat KMU, ada yang langsung mengucek-ngucek mata atau melakukan tindakan yang justru berbahaya ketika mata terkena benda asing, atau yang biasa disebut dengan istilah ‘kelilipan’

Hati-hati ya, jangan-jangan tindakan yang kalian lakukan justru membahayakan mata tuh. Eh, tapi ada juga nih benda asing besar yang bisa nyasar ke mata loh. Karena itu, butuh tindakan yang tepat ya untuk penanganan awal. Karena itu, lakukan tips KMU nih dulu ya Sahabat KMU

#Klinikmatautama #KMU #Matakelilipan #tipskesehatanmata #carabersihkanmata #TipsKMU

Read More

2 Trauma, Pertanda Mata dalam Keadaan Sangat Gawat

Pada artikel sebelumnya, Klinik Mata Utama (KMU) sudah membahas tentang kegawat daruratan mata ya. Yakni, terbagi dalam 3 klasifikasi, sangat gawat, gawat dan semi gawat. Kali ini, Dokter Spesialis Mata KMU Gresik, sekaligus Direktur Utama KMU dr. Uyik Unari, SpM(K) akan menjelaskan tentang kondisi mata yang masuk dalam kategori sangat gawat.

Disaat seperti apakah mata dikatakan dalam kondisi ‘Sangat Gawat’?

Gangguan pada mata yang masuk dalam kondisi ‘sangat gawat’ ini membutuhkan penanganan secara cepat dan tepat. Hal ini, diakibatkan oleh luka bakar kimia. Yakni, luka bakar yang dikarenakan alkali/basa dan luka bakar asam.

Mata dengan kondisi sangat gawat ini diakibatkan oleh trauma kimia.

  • Trauma kimia ini, beresiko terjadi di laboratorium industri, pekerjaan yang memakai bahan kimia, pekerjaan pertanian hingga pada peperangan yang memakai bahan kimia.
  • Bila terjadi trauma kimia, maka harus ada tindakan yang sesegera mungkin. Yakni, melakukan irigasi pada daerah mata yang terkena bahan kimia, dan harus segera dilakukan untuk mencegah terjadinya penyulit yang berat.
  • Selanjutnya harus ada pembilasan yang dapat dilakukan dengan memakai garam fisiologik atau air bersih lainnya.

Terdapat 2 pengelompokan trauma untuk kasus mata dengan kondisi sangat gawat ini:

  1. Trauma Kimia Asam

Trauma kimia asam terjadi, ketika ada bahan asam yang mengenai mata. Bila hal ini terjadi, maka akan terjadi pengendapan atau pun penggumpalan bahan protein di permukaan.
Biasanya akan terjadi kerusakan pada bagian superfisisal saja. Namun, bahan asam kuat dapat bereaksi dan mengakibatkan trauma menjadi lebih dalam.

Gejala klinis yang bisa dirasakan akibat trauma ini adalah, mata akan terasa pedih, kering, seperti ada pasir dan ketajaman mata biasanya menurun.

Kemudian, penatalaksanaan yang tepat adalah melakukan irigasi jaringan yang terkena kimia asam, secara perlahan-lahan.
Hal ini dilakukan selama mungkin dengan air bersih atau garam fisiologik, minimal selama 15 menit. Dokter akan menggunakan antibiotika topikal untuk mencegah infeksi.

  • Trauma Kimia Basa
    Trauma ini terjadi karena adanya kimia basa yang mengenai mata.  Trauma kimia basa ini memberikan reaksi berbahaya pada mata.

    Trauma kimia basa  memiliki reaksi yang gawat pada mata, sebab alkali dengan mudah dan cepat menembus jaringan kornea, bilik mata depan dan bagian retina.
    Hal ini diakibatkan oleh penghancuran jaringan kolagen kornea.

Bahan kimia basa sendiri bersifat koagulasi sel dan terjadi proses persabunan disertai dangan dehidrasi.

Gambaran klinis yang bisa dirasakan adalah mata pedih, mata terasa kering, seperti ada pasir dan ketajaman mata yang menurun.

Penatalaksanaan yang tepat untuk kondisi ini adalah melakukan irigasi dengan garam fisiologik sekitar 60 menit segera, setelah trauma. Kemudian, diberikan antiiatik lokal untuk mencegah infeksi analgetik dan anestesik topikal yang dapat diberikan untuk mengurangi rasa nyeri.

Itulah tadi 3 trauma yang menyebabkan mata dalam kondisi ‘sangat gawat’. Karena itu, bila Sahabat KMU mengalami hal di atas, baiknya segera melakukan tindakan pertolongan pertama dengan ceoat dan segera memeriksakannya ke rumah sakit atau klinik mata terdekat ya. Karena mata dengan kondisi ‘Sangat gawat’ ini membutuhkan tindakan yang cepat dan tepat.

Read More

Hati-Hati! Penyakit Mata Ini Masuk Kategori Gawat

Sebelumnya, sudah pernah dibahas tentang kegawatdaruratan mata ya Sahabat KMU. Ternyata , terdapat klasifikasi kegawatdaruratan mata yang perlu kita ketahui nih.

Kali ini Dokter Spesialis Mata KMU Gresik, sekaligus Dierktur Utama KMU dr. Uyik Unari, SpM(K) akan menjelaskan apa saja penyakit yang bisa masuk dalam kategori mata yang ‘Gawat’

Harus menjadi perhatian, ketika mata sudah termasuk dalam kategori penyakit yang gawat, maka harussegera ditangani dalam waktunya yang cepat atau hitungan jam.
Karena itu, ketahui 14 kondisi mata yang masuk pada kategori gawat:

Laserasi kelopak mata

Kondisi ini terjadi, akibat terpotongnya jaringan pada kelopak mata. Hal ini bisa disebabkan oleh sayatan benda tajam, gigitan hewan, hingga trauma (kecelakaan lalu lintas atau cedera olahraga, danlain-lain).

Baiknya, Anda mengenal berbagai macam trauma yang bisa menyebabkan kondisi yang gawat pada mata:

  • Trauma Tembus

Trauma tembus, disebabkan oleh benda tajam atau benda asing lain yang mengakibatkan terjadinya robekan jaringan-jaringan pada mata secara berurutan.
Misalnya mulai dari palpebra, kornea, uvea, sampai mengenai lensa

Ada pula tanda-tanda mata yang mengalami trauma tembus, yakni:
– Ketajaman pengelihatan menurun
– Tekanan bola mata yang rendah
– Bilik mata dangkal
– Bentuk dan letak pupil berubah
– Terlihat adanya ruptur pada kornea atau seklera
– Terdapat jaringan yang prolaps, seperti cairan mata, iris, lensa, badan kaca atau retina, Konjungtiva kemosis

Bagaimana cara menanganinya?
Penatalaksanaan yang teat untuk mata dengan kondisi ini, diperlukannya antibiotik topikal dan bebat mata, serta foto  X ray

  • Trauma Tajam

Selain menimbulkan luka, trauma tajam ini juga disertai dengan benda asing  yang tertingga di dalam mata. Benda asing yang tertinggal bisa tidak beracun seperti, pisau, gunting, garpu, dan lain-lain.
Sedang benda yang beracun seperti, potongan tumbuhan, tembaga, dan lain-lain.  

Benda asing di kornea

Benda asing yang tertinggal bisa tidak beracun seperti, pisau, gunting, garpu, dan lain-lain.
Sedang benda yang beracun seperti, potongan tumbuhan, tembaga, dan lain-lain. 

Laserasi kornea

Descemetocole

Berikut, berbagai macam trauma yang bisa menjadi faktor terjadinya laserasi mata:

  • Trauma Tumpul
    Trauma Tumpul • Trauma pada mata karena benda yang keras atau benda tidak keras dengan ujung tumpul, terjadi kerusakn pada jaringan bola mata atau daerah sekitarnya. • Trauma tumpul karena aktivitas sehari-hari ataupun karena olah raga. bola tenis, bola sepak, bola tenis meja, shuttlecock dan lain sebagianya.

Terdapat berbagai macam trauma tumpl yang perlu Anda ketahui, diantaranya:
• Hematoma Kelopak
• Edema Konjungtiva
• Hematoma subkonjungtiva
• Edema kornea
• Episkleritis


• Erosi kornea


• Erosi kornea rekuren
• Iridoplegia
• Hifema


• Iridodialysis
• Subluksasi Lensa
• Luksasi Lensa Anterior
• Luksasi Lensa
• Ablasi Retina


• Ruptur Koroid
• Avulasi saraf optik
• Posterior
• Edem Retina

Konjungtivitas Gonorhoe

Ulkus/tukak kornea

Skeleritis

Endoftalmitis

Glaukoma Akut

Glaukoma sendiri, terjadi akibat meningkatnya tekanan dalam bola mata dan pencekungan diskus optikus dan pengecilan lapang pandang.

Glaukoma akut sendiri, terjadi secara tiba-tiba dengan sumbatan aliran humor aquos yang lebih komplit.

Berikut adalah tanda dari gejala glaucoma:
– Nyeri pada mata
– Sakit kepala
– Melihat bayangan lingkaran di sekeliling cahaya lampu
– Mata memerah
– Mual atau muntah,
– Pandangan samar
– Penglihatan yang makin menyempit
– Buta

Untuk pengobatanya, diberikan berbagai tindakan dan obat seperti,  Acetazolamide, timolol,  dan dilakukan pembedahan seperti trabekulektomi, iridektomi, dan shunt.

Glaukoma Akut adalah Glaukoma yang diakibatkan peninggian Tekanan Intraokular (dalam bola mata) yang mendadak. Glaukoma Akut dapat bersifat primer atau sekunder.

  1. Glaukoma Primer, timbul dengan sendirinya pada orang yang mempunyai bakat bawaan Glaukoma.
  2. Glaukoma sekunder, terjadi karena tekanan pada bola atas kondisi kesehatan lain atau akibat obat-obatan. Kondisi tersebut dapat berupa diabetes yang tidak terkontrol atau tekanan darah tinggi.

Beberapa obat yang dapat menyebabkan glaukoma yaitu obat golongan kortikosteroid.

Bila Anda memiliki salah satu gangguan mata ini, maka harus segera dilakukan tindakan. Jangan menunda waktu untuk datang ke klinik atau rumah sakit mata terdekat.

#klinikmatautama #gawatdaruratmata #gangguanmata #kondisimatagawat #matagawat

Read More

Tahukah Anda Tentang Gawat Darurat Mata? Kenali 3 Klasifikasinya

Tahukah kalian, ternyata ada masa dimana  mata dalam kondisi gawat darurat nih. Kondisi ini bisa dibilang masuk dalam kondisi kegawatdaruratan mata.

Apa sih yang dimaksud dengan kegawatdaruratan mata?

Dokter Spesialis Mata KMU Gresik, sekaligus Dierktur Utama KMU dr. Uyik Unari, SpM(K) menjelaskan, bahwa kegawatdaruratan ini merupakan keadaan yang mengancam tajam penglihatan seseorang.
Hal ini berupa penurunan tajam penglihatan hingga terjadi kebutaan.

Lantas, kapankah mata disebut dalam kondisi yang gawat darurat?
Dr Uyik menyebut, terdapat 3 klasifikasi yang perlu Sahabat KMU ketahui.
Yakni, kondisi kegawatdaruratan mata yang sangat gawat, gawat dan semi gawat.

– Sangat Gawat

Kondisi ini adalah, kondisi dimana mata perlu dilakukan tindakan dalam waktu yang cepat. Harus segera dilakukan penanganan, bisa dalam waktu beberapa menit .
Bila terlambat ditangani, maka akan terjadi kebutaan.

Gawat

Sedangkan dalam kondisi ini, mata harus segera ditangani dalam hitungan waktu beberapa jam.
Karena itu, butuh waktu cepat menyadari masalah ini dan sesegera mungkin melakukan tindakan atau mendatangi fasilitas kesehatan yang tepat.

Semi Gawat

Untuk kondisi ini, masa tindakan pada mata bisa menunggu sampai beberapa hari atau minggu. Meski demikian, penanganan tercepat adalah yang terbaik.

Sahabat KMU, harus mengetahui terlebh dahulu bahwa ada kondisi mata yang butuh tindakan cepat dan kondisinya termasuk gawat darurat.

Jadi, sekarang sudah tahu ya? Tetap rawat dan pastikan mata kita dalam kondisi sehat dengan cara memeriksakannya secara rutin. Kalian bisa mengunjungi Klinik Mata Utama, untuk melakukan cek kesehatan mata dan penanganan yang terbaik.

Read More

Bumil Minus Tinggi Bisa Melahirkan Normal? Ada 5 Tips Terbaik Untuk Dilakukan

Banyak ibu hamil (Bumil) yang memiliki minus tinggi (High Myopia), terkadang resah dan ragu, karena takut tak bisa melahirkan dengan normal. Faktanya, hal ini bisa saja terjadi loh Sahabat KMU. Anda harus tahu terlebih dahulu, berbagai pertimbangan yang perlu diperhatikan oleh para bumil dengan minus tinggi ini.

Apakah mungkin jika bumil dengan mata minus ingin melahirkan secara normal?

Dokter Spesialis Mata KMU Gresik dr. Irma Suryani, SpM mengatakan, bumil dengan mata minus pun masih tetap dapat melakukan persalinan secara normal. Pasalnya, resiko robekan retina tidak berhubungan dengan aktivitas mengejan baik saat melahirkan maupun buang air besar (BAB).

Robekan retina dapat terjadi akibat benturan di kepala maupun di mata.wanita bemata minus dapat melahirkan secara normal asalkan sebelumnya kondisi retina telah melalui pemeriksaan terlebih dahulu.

Berdasarkan penelitian di Polandia tahun 1996 mengenai hubungan antara myopia tinggi dengan cara persalinan, ternyata tidak didapatkan hubungan bermakna antara robekan retina dengan cara melahirkan.

Penelitian lain di Rusia tahun 2003 dengan mengukur tekanan intraokular dan hemodinamik bola mata, didapatkan bahwa pada penderita myopia tinggi dapat melahirkan secara normal.
Memang ada perubahan refraksi pada kehamilan, seperti penelitian tahun 2002 oleh Pizzarello di USA. Akan tetapi pasca persalinan, keadaan akan membaik seperti sebelum hamil.

Melakukan cek mata selama kehamilan sangatlah penting. Khusus untuk bumil dengan mata minus, konsultasikan pengecekan mata lebih rutin lagi. Disarankan untuk memeriksakan kondisi retina ke ahli mata (opthalmologist) bagian retina, sebelum hamil atau sebelum melahirkan.

Dengan menggunakan alat khusus yaitu opthalmoscope, akan terlihat jelas, apakah ada robekan atau tidak, termasuk mengetahui letak daerah robekan tersebut.

Jika memang diketahui terdapat robekan, maka dapat dilakukan tindakan secepatnya.Bila tidak segera dilakukan tindakan dalam rentang waktu yang lama, ablasio retina dapat menyebabkan cacat penglihatan atau kebutaan yang menetap.

Salah satu cara untuk mencegah robekan retina, dapat dilakukan dengan teknologi laser pada retina yang tipis. Cara ini aman untuk bumil dan mudah dilakukan.

Disarankan jika ingin melakukan laser, sebaiknya jauh-jauh hari sebelum melahirkan untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Ada beberapa tips dari Dokter Mata KMU Gresik, dr. Irma Suryani, SpM untuk bumil, bila memiliki minus tinggi. Perhatikan ya:

  1. Periksakan mata ke dokter spesialis mata khusus ahli retina setiap 6 bulan sekali.
  2. Khusus untuk bumil bermata minus, apalagi minus tinggi. Dianjurkan lebih sering memeriksakan mata untuk melihat apakah ada risiko robeknya retina pada saat persalinan nanti.
  3. Bila ada resiko robek retina, diskusikan pada dokter kandungan untuk mencari cara melahirkan apa yang terbaik.
  4. Periksa retina sebaiknya jangan mendekati waktu melahirkan agar tidak terjadi kontraksi atau hal lain yang dapat membahayakan kehamilan.
  5. Sebaiknya jangan melakukan pengobatan alternatif yang tidak jelas agar tidak terjadi hal-hal buruk.
Read More

Mata Berair Terus Menerus? Bisa Jadi Mata Lelah, Berikut 6 Cara Penanganannya

Sebagian besar orang jarang menyadari bahwa mata mereka sedang mengalami kelelahan. Padahal, bila dibiarkan, akan sangat menganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan bisa menimbulkan penyakit baru, seperti iritasi, infeksi dan lain sebagainya.

Tapi jangan khawatir dulu ya Sahabat KMU, Dokter Spesialis KMU Gresik, dr. Irma Suryani, SpM menyebutkan, ada beberapa gejala yang menunjukkan bahwa mata kalian sedang lelah. Jadi, Sahabat KMU bisa mengenali, Anda sedang mengalami mata lelah atau tidak.

Berikut 4 gejala yang akan dirasakan, bila mata sedang lelah.

1. Mata terasa pedih, nyeri dan gatal.
2. Pandangan menjadi kabur dan terasa kering.
3. Mata kering dan berair.
4. Mata menjadi sensitif terhadap cahaya.

Ternyata, ketika mata lelah, gejalanya tak hanya di area mata loh Sahabat KMU. Gejalanya, bisa menyebar pada bagian tubuh yang lain. Seperti, nyeri pada leher, punggung, sakit kepala dan nyeri pada bahu.

Sebenarnya, ada cara untuk mencegah terjadinya mata lelah.
Bagaimana pun, mencegah lebih baik dari pada mengobati dong.

Sahabat KMU bisa mencegah mata lelah dengan 4 cara ini:

  • Atur Pencahayaan dan jarak aman dengan komputer

Bila Sahabat KMU adalah orang yang sering beraktivitas menggunakan komputer, maka hal ini harus menjadi perhatian penting. Pastikan, Anda mengatur pencahayaan komputer. Hal ini  bisa dilakukan dengan bantuan filter .

Kemudian, pastikan Anda sudah berada di jarak aman, yakni pada jarak 50 hingga 60 centimeter.

  • Istirahatkan mata (20:20)

Ingat saja 20:20, bila Sahabat KMU ingin terhindar dari mata lelah.
Saat menggunakan komputer atau membaca, baiknya Anda meluangkan waktu setiap 20 menit untuk beristirahat 20 detik. Karena itu, lebih mudah diingat dengan rumus 20:20 ya.

  • Kontrol pencahayaan ruangan

Jangan sampai, ruangan Anda memiliki pencahayaan yang sangat terang dan menyilaukan. Buat cahaya yang ideal agar kinerja menjadi lebih nyaman, dan mata tidak menerima banyak cahaya yang masuk.

  • Merawat mata

Ternyata kalian bisa mencegah mata lelah dengan memberinya perhatiannih Sahabat KMU. Bukan hanya doi yang butuh perhatian yah (ehem). Kalian bisa memulainya dengan menggunakan kompres air hangat atau obat tetes mata ketika mata terasa kering.

Ternyata mudah ya mencegah mata lelah ya Sahabat KMU. Tapi, bagaimana kalau Sahabat KMU sudah terlanjur mengalami mata lelah?

Tenang, Dokter Spesialis KMU Gresik, dr. Irma Suryani, SpM memiliki solusi untuk mengatasinya.
Ada 6 cara yang dapat mengatasi mata lelah, simak ulasannya:

  • Rileksasi tubuh

Kalian bisa sesekali merileksasi tubuh ketika merasa lelah. Misal, dengan meregangkan otot kaki, tangan, bahu dan tubuh. Bisa sesekali berdiri dan jalan-jalan kecil di ruangan. Hal ini bisa memberikan jeda pada aktivitas  mata.

  • Sering berkedip

Bila Anda sudah merasa lelah, termasuk mata yang sudah berair dan perih. Mulailah untuk sering berkedip. Beralihlah sejenak dari bacaan buku atau komputer Anda.

  • Pijat mata

Pijat mata bukan berarti dengan tenaga yang luar biasa ya Sahabat KMU. Bila mata sudah terasa lelah, baiknya mulailah menutup mata dan pijat bagian pelipis selama beberapa menit. Pijat dengan pelan dan tenang.

  • Benahi objek penglihatan

Bisa jadi, mata lelah karena pengaturan cahaya  ruangan dan kontras komputer yang kurang tepat. Bila dirasa belum benar, baiknya Anda segera memperbaiki hal tersebut. Kemudian alihkan pandangan sebentar.

  • Obat tetes mata

Bila mengedip-ngedipkan mata tak bisa membantu, sedangkan mata terasa semakin kering, maka Anda bisa menggunakan obat tetes mata. Kemudian tutuplah mata dan mengompresnya dengan air hangat.

  • Gunakan kacamata

Bila Anda pengguna kacamata, maka jangan lupa untuk menggunakannya saat beraktivitas. Karena, mata dengan permasalahan refraksi seperti mata minus, bisa membuat mata bekerja keras.

  • Tidur yang cukup

Hal ini penting loh Sahabat KMU. Untuk bisa mengatasi mata lelah, maka harus tidur secara teratur. Sebab, mata akan beriistirahat, mendapat nutrisi dan memperbaiki jaringan. Mengurangi jatah tidur, sama dengan mengganggu proses istirahat mata loh.

Jadi, jangan khawatir lagi ya kalau mata Anda sering gatal dan berair. Mungkin Anda hanya butuh istirahat sejenak dan memperbaiki aktivitas nih. Semoga bermanfaat.

Read More

Tertarik dengan IOLs Premium? Kenali 3 Jenis Lensanya

Lensa Intraokular (IOLs) Premium sendiri memiliki 3 jenis, berdasarkan kebutuhan.  Sebelum memilih menggunakan lensa intraokular (IOLs) premium, Anda harus tahu 3 jenis diantaranya. Agar Anda bisa mempersiapkan diri dan mengetahui, lensa intraokular (IOLs) premium  jenisapa yang tepat untuk Anda.

Walaupun setiap dokter spesialis mata akan memberikan lensa intraokular (IOLs) premium  yang sesuai,. Namun, ada baiknya Anda mengetahui 3 jenisnya. Simak penjelasan dari Dokter Spesialis Mata KMU Gresik, dr. Diaz Alamsyah Sudiro, SpM  ini:

1.Toric IOLs
Toric IOLS ini, merupakan jenis lensa intraokular (IOLs) premium yang memperbaiki astigmatisme atau silinder. Sehingga, cocok untuk Anda yang akan melakukan operasi atau tindakan untuk katarak, dan memiliki gangguan refraksi mata silindris (astigmatisme).

Seperti lensa kontak lunak, toric IOLs toric dapat mengoreksi astigmatisme karena memiliki kekuatan yang berbeda di berbagai meridian lensa. Mereka juga memiliki tanda penyelarasan pada bagian tepi lensa, yang memungkinkan ahli bedah untuk menyesuaikan orientasi IOLs premium di dalam mata untuk koreksi astigmatisme yang optimal.

IOLs jenis ini kerap ditemui di beberapa rumah sakit dan klinik mata, seperti Klinik Mata Utama. Ini adalah cara sederhana yang praktis dan aman untuk menangani katarak dan silindris secara bersamaan.

2. Trifocal IOLs
Untuk jenis lensa intraokular (IOLs) premium ini terbilang, paket lengkap dan praktis. Pasien katarak, bisa menggunakan ini karena sekaligus diperuntukkan bagi mereka yang memiliki gangguan refraksi, rabun jauh (miopi), rabun dekat (hipermotria) dan mata tua (presbyopia).

3. Multifocal IOLs
Lensa jenis ini, merupakan kategori lain dari IOLs premium yang mengoreksi presbyopia. Sehingga, dapat mengurangi kebutuhan akan kacamata baca atau kacamata komputer setelah operasi katarak.

IOLs premium satu ini mengandung pembesaran tambahan di berbagai bagian lensa untuk memperluas jangkauan penglihatan. Karena itu, penggunanya dapat melihat objek dengan jelas di semua jarak tanpa kacamata atau lensa kontak.

Tak heran bila  lensa intraokular (IOLs) premium ini, kerap digunakan oleh penderita gangguan refraksi presbiopi.

Dokter spesialis mata yang menangani operasi atau tindakan  katarak pada Anda, pasti akan membantu memutuskan, IOLs premium manakah yang tepat Anda gunakan. Jangan ragu untuk bertanya pada doktermu.

Bila kamu masih ragu, datang langsung ke Klinik Mata Utama terdekat di kotamu. 

Read More

Mencegah Katarak Pada Bayi: Pastikan Melakukan 3 Cara Ini Saat Hamil

Mungkin Sahabat KMU pernah mengetahui kasus katarak yang menimpa bayi sejak lahir ya?

Seperti yang Klinik Mata Utama (KMU) bahas sebelumnya, katarak ini merupakan katarak kongenital, atau bawaan sejak lahir.

Ada beberapa faktor penyebab katarak kongenital ini, salah satunya adalah, adanya infeksi saat kehamilan.

Apakah Anda sudah menjaga diri dari infeksi ini saat hamil?

Dokter spesialis mata KMU Mojokerto dr. Nuke Erlina Mayasari, SpM menyebutkan,  sekitar 50 persen kasus katarak kongenital terjadi akibat mutasi gen pada bayi saat berkembang dalam kandungan.

Hal ini erat kaitannya terhadap masalah kesehatan yang terjadi selama kehamilan loh.

Sementara itu, 23 persen diantaranya karena keturunan dari orangtua. Selebihnya, belum diketahui secara pasti penyebabnya.

Lalu, apakah katarak pada bayi bisa dicegah semenjak kehamilan?

Dokter spesialis mata KMU Mojokerto dr. Nuke Erlina Mayasari, SpM mengatakan, katarak pada bayi hanya bisa dilihat dan didiagnosis usai proses persalinan. Hingga kini, belum ada cara terkait pendeteksi katarak dalam kandungan.

Hanya saja, katarak pada bayi ini bisa terjadi akibat komplikasi yang terjadi saat kehamilan. Diantaranya, penyakit infeksi Rubella, Herpes Simplex, cacar air, Herpes Zoster, Influenza,  Virus Epstein-Barr, Poliomyelitis, Sifilis, dan Toksoplasmosis.

Penyakit infeksi tersebut, disebabkan oleh virus yang menyebabkan gangguan perkembangan pada janin. Karena itu, untuk mencegah katarak pada bayi, seorang ibu harus mencegah infeksi virus tersebut.

Bagaimana caranya? Berikut 3 cara mencegah katarak pada bayi semenjak kehamilan:

1.Melakukan vaksin TORCH sebelum hamil

TORCH sendiri merupakan singkatan dari Toksoplasmosis, Rubella (campak Jerman), Cytomegalovirus, dan Herpes. Macam-macam penyakit tersebut, dapat membahayakan keselamatan ibu hamil dan janin. Dimana virus tersebut, mengalir dalam darah dan akibatnya bayi terjangkit infeksi yang sama.

Untuk mencegahnya, ibu hamil baiknya melakukan vaksin TORCH ini.

Mengapa vaksin ini harus dilakukan sebelum hamil?

Karena ada beberapa vaksin yang tidak boleh diberikan pada ibu hamil, salah satunya vaksin TORCH ini.

Karena itu, ada baiknya saat Anda dan pasangan memulai program kehamilan, lakukanlah konsultasi kepada dokter dan meminta saran terkait vaksin ini. Akan ada pemeriksaan dan pemberian vaksin tersebut, saat program kehamilan, sesuai anjuran dokter.

Vaksin ini baik dilakukan 2 bulan sebelum Anda melakukan program kehamilan. Tujuannya, agar vaksin bekerja maksimal dalam tubuh dan tiak berbahaya pada janin.
Selain itu, jangan lupa untuk melakukan konsultasi pada dokter kandungan, untuk mendapatkan imunisasi lengkap saat hamil.

2. Konsumsi makanan sehat

Nutrisi yang baik, tentunya akan berdampak baik ya Sahabat KMU.
Termasuk bagi janin saat kehamilan berlangsung. Anda harus bisa memberikan asupan gizi dan nutrisi terbaik.

Untuk menghindari infeksi dan juga TORCH, perhatikan beberapa hal berikut:

Hindari mengonsumsi daging mentah atau  kurang matang saat hamil.

Pastikan mengonsumsi makanan yang bersih dan sehat.

Wajib mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas, terutama setelah menyentuh tanah.

Hindarilah kontak dengan kotoran kucing atau anjing secara langsung.

Tidak perlu menindik tubuh dan tattoo saat hamil

3. Konsultasi bila memiliki keluarga dengan riwayat katarak kongenital

Bila dalam keluarga Anda sudah memiliki riwayat katarak kongenital, baiknya segera melakukan konsultasi. Sebab, kemungkinan besar hal ini akan diturunkan pada bayi Anda.

Namun ingat, bahwasanya penyebab katarak pada bayi adalah 50 persen dari mutasi gen saat perkembangan janin di proses kehamilan.

Konsultasikan kepada dokter sebelum merencanakan kehamilan. Karena itu, penting bagi para ibu hamil untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Pastikan bayi Anda lahir dengan sehat dan bahagia. Tentunya, bisa melihat wajah bahagia Anda dan pasangan sebagai orangtuanya.

Read More

Pastikan 5 Tahapan Diagnosa Katarak Ini Harus Dilakukan Dokter

Berdasar Standart Operational Procedure (SOP), ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh dokter dalam proses pemeriksaan atau diagnosa pasien katarak. Selebihnya, pemeriksaan atau diagnosa pasien katarak, dilakukan oleh perawat.


Karena itu, sebagai pasien katarak, Anda harus mengetahui tahapan atau hal yang harusnya dilakukan oleh dokter. Selain untuk hasil yang lebih maksimal, juga untuk mengetahui profesionalitas dokter dan lembaga kesehatan dalam melakukan pemeriksaan katarak.

Bila Anda melakukan pemeriksaan di Klinik Mata Utama (KMU), semua pemeriksaan akan dilakukan sesuai SOP. Untuk memastikannya, berikut 5 hal yang harus ditangani oleh dokter ketika melakukan proses diagnosa atau pemeriksaan pada pasien katarak.

  1. Pemeriksaan Slit Lamp

Hal pertama yang dilakukan dokter untuk memeriksa pasien katarak adalah pemeriksaan Slit Lamp.

Setelah melalui proses administrasi dari perawat, maka dokter melakukan pemeriksaan dengan mikroskop khusus yang dilengkapi cahaya. Dimana cahaya tersebut, berfungsi untuk menerangi lensa, iris dan kornea mata.

Melalui cahaya ini, dokter dapat melihat dengan jelas kelainan yang ada pada mata. Pemeriksaan ini harus dilakukan oleh dokter loh Sahabat KMU. Anda boleh bertanya dan meminta penjelasan bila hal ini tidak dilakukan oleh dokter.

  1. Pemeriksaan biometri, TD dan GDA

Setelah melalui pemeriksaan slit lamp, bila hasil menunjukkan pasien katarak membutuhkan operasi, maka dokter akan melanjutkan diagnose dan pemeriksaan selanjutnya. Yakni, melakukan cek kesehatan untuk kesiapan pasien melakukan operasi katarak.

Dokter akan melakukan pemeriksaan biometri. Pemeriksaan ini diperlukan untuk mengetahui ukuran lensa mata yang bisa ditanamkan pada mata pasien katarak. Selain itu, dokter juga perlu mengetahui kondisi tubuh pasien.

Apakah pasien sudah siap melakukan pemeriksaan?

Karena itu, dokter perlu melakukan cek laboratoium untuk mengetahui kondisi pasien. Hal yang harus ditangani dokter dalam hal ini adalah pemeriksaan tekanan darah dan cek gula darah acak (GDA).

  1. Komunikasi, Informasi dan edukasi (KIE)

Setiap pasien katarak berhak mendapat KIE dari dokter yang sedang melakukan proses pemeriksaan dan diagnosa. Dokter harus memberikan informasi terkait dengan hasil pemeriksaan dan tindakan selanjutnya yang dibutuhkan oleh pasien katarak.

Karena pada dasarnya, pasien katarak berhak mengetahui kondisi dan tindakan yang akan dilakukan padanya. Jadi, kalau Sahabat KMU tidak mendapatkan hal ini pada dokter yang melakukan pemeriksaan, kalian bisa lebih pro aktif ya.

Tapi, kalau kalian memeriksakan diri di KMU, kalian pasti akan mendapatkan informasi dan edukasi yang jelas.   

  1. Pemeriksaan tambahan (refraksi dan USG)

Ternyata, saat menjalani pemeriksaan katarak, bisa jadi Anda tidak membutuhkan operasi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan, pasien dinyatakan tidak membutuhkan operasi. Karena tidak ada katarak atau memiliki kelainan lain.

Setelah melalui pemeriksaan slit lamp oleh dokter, pasien yang dinyatakan tidak membutuhkan operasi, akan dilanjutkan pemeriksaan lagi loh oleh dokter.

Apa yang selanjutnya dilakukan?

Dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan refraksi dan USG mata.

Pemeriksaan refraksi, dilakukan dokter dengan alat khusus yang disebut phoropter. Melalui alat ini, dokter dapat melakukan koreksi pada lensa dan pasien dapat menyebutkan huruf-huruf dengan jelas.

Mungkin kalian kerap menemuinya saat memeriksakan mata  pada optik ya. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi gangguan refraksi, seperti rabun dekat (hipermetropi),  rabun jauh (miopi), mata silinder (astigmatisme) dan mata tua (presbiopi).

Sedangkan USG mata adalah pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara. Dimana hal tersebut, berfungsi untuk memberikan gambaran struktur dalam mata. Tes ini dapat mengevaluasi katarak, termask tumor mata hingga pendarahan pada retina.

  1. Tindakan

Setelah melakukan proses  pemeriksaan tambahan, bila pasien membutuhkan tindakan lanjutan, maka tindakan ini harus dilakukan oleh dokter. Tentunya tindakan operasi katarak, juga harus dilakukan oleh dokter.

Diantaranya, termasuk pemeriksaan lanjutan, pembuatan resep hingga jadwa konsultasi lanjutan. Sebagai pasien, Anda bisa menanyakan terlebih dahulu terkait alasan dan tujuan dari tindakan yang akan dilakukan dokter.

Itulaj 5 tahapan yang harus dilakukan oleh dokter pada pemeriksaan atau diagnose untuk pasien katarak. Jadi, Sahabat KMU bisa lebih tenang ya sekarang. Anda bisa emmastikan 5 hal tersebut, ditangani oleh dokter. Setiap Dokter Spesialis Mata Andalan KMU pasti akan melakukannya sesuai SOP.  

Read More

3 Penyebab Mata Kedutan, Hati-Hati! Nomor 2 Tidak Bisa Dihentikan

Diantara Sahabat KMU, pasti ada yang pernah mengalami mata berkedut atau yang sering dikenal dengan Mata Kedutan ya.

Hal ini bisa jadi sangat mengganggu aktifitas Anda sehari-hari bila terus menerus terjadi.

Namun, apakah Mata Kedutan berbahaya?
Dokter Spesialis Mata KMU Madura dr. Ruchita Ranti, SpM menuturkan, bila mata kedutan ini tidak membahayakan kesehatan. Dengan catatan, terjadi pada daerah mata dalam waktu singkat tanpa disertai kelainan di bagian tubuh lain. merupakan sebuah kondisi yang tidak membahayakan kesehatan.
Akan tetapi, bila kedutan terjadi pada daerah mata disertai gangguan pada bagian tubuh lain, maka diperlukan perhatian khusus.
Hal ini bisa jadi merupakan suatu tanda bahaya. Bila hal tersebut terjadi, maka jangan menunda untuk memeriksakan diri Anda ke dokter. Terlebih mata kedutan tersebut sangat mengganggu.

Meski begitu, banyak mitos beredar terkait mata kedutan ini. Dimana, bila mata berkedut, maka ada yang sedang menggunjing Anda.

Tapi mitos tersebut salah ya Sahabat KMU, ada penjelasan secara medis terkait Mata Kedutan ini.
Karena itu, kalian perlu mengenali 4 hal yang menyebabkan mata kedutan. Berikut penjelasan dari Dokter Spesialis Mata andalan KMU Madura dr. Ruchita Ranti, SpM ini:
Blefarospasme
Mata berkedut karena Blefarospasme ini sering kali terjadi pada kedua mata sekaligus. Tidak ada rasa nyeri pada ketika mata berkedut, danlebih sering mengenai kelopakmata bagian atas.

Pada umumnya, mata kedutan jenis ini hanya berlangsung dalam hitungan detik, atau 1 hingga 2 menit. Sehingga, tidak dalam kategori berbahaya.
Kemudian, adapula Orbikularis Miokomia yang terjadi pada salah satu sisi mata dan lebih sering terjadi pada daerah kelopak mata bawah.
Namun, bila Anda mengalami kedutan yang berlangsung lebih lama hingga berminggu-minggu. Bahkan hingga membuat mata terpejam sempurna, maka Anda harus memeriksakan diri kepada dokter mata. Hal ini bertujuan untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi mata, kondisi mata kering, atau hal lain yang menggangu jalur saraf wajah.
Orbikularis miokimia
Orbikularis miokomia merupakan mata kedutan yang secara konstan dan tiba-tiba. Umumnya, kedutan ini terjadi pada salah satu sisi mata dan lebih sering terjadi pada daerah kelopak mata bawah.
Tapi tenang saja, mata kedutan’ jenis ini tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya. Untuk mengatasinya, Anda dapat mencoba menarik sedikit bagian dari kelopak mata yang sedang berkedut tersebut. Tujuannya untuk mengurangi kedutan yang dirasa.
Kalau hal ini sering terjadi, cobalah untuk mengelola stres dan mengurangi konsumsi kopi serta minuman beralkohol. Seba, mata kedutan jenis ini semakin diperpaah oleh hal-hal tersebut.
Sindrom Tourette
Berbeda dengan kedua jenis penyebab mata berkedut di atas, mata kedutan karena sindrom Tourette ini tidak bisa dihentikan. Anda hanya bisa mengurangi gejalanya.
Mata kedutan jenis ini sering ditemukan sejak usia dini. Sindrom ini tidak hanya berhubungan dengan kedutan di daerah mata, tetapi disertai dengan gangguan lainnya.
Misal, mengeluarkan suara-suara yang tak terkendali, hingga gerakan atau hentakan anggota tubuh yang secara tiba-tiba.
Kondisi ini erat kaitannya dengan kelainan pada sistem saraf. Sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut oleh dokter spesialis saraf.
Gangguan kadar elektrolit
Bisa saja, mata kedutan yang Anda alami diakibatkan oleh gangguan elektrolit dalam tubuh.
Gangguan elektrolit dalam tubuh ini dapat berupa kalium, natrium, magnesium, dsb, yang berlebih atau justru kekurangan.
Pada umumnya, penurunan kadar kalium menyebabkan kelemahan pada otot-otot anggota gerak dan mata kedutan ini. Mata Kedutan ini, terjadi di otot-otot kecil di daerah tubuh lainnya seperti jari. Hal ini juga bisa terjadi pada Anda yang sedang muntah, diare atau punya luka bakar yang luas.
Jadi, mana yang menjadi penyebab Mata Kedutan pada Anda?
Jangan lupa untuk segera memeriksakan diri kepada dokter, bila ada kekhawatiran dan masalah terkait Mata Kedutan ini ya.

Read More