All Posts in Category: Tanya Jawab

Mata Berair Terus Menerus? Bisa Jadi Mata Lelah, Berikut 6 Cara Penanganannya

Sebagian besar orang jarang menyadari bahwa mata mereka sedang mengalami kelelahan. Padahal, bila dibiarkan, akan sangat menganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan bisa menimbulkan penyakit baru, seperti iritasi, infeksi dan lain sebagainya.

Tapi jangan khawatir dulu ya Sahabat KMU, Dokter Spesialis KMU Gresik, dr. Irma Suryani, SpM menyebutkan, ada beberapa gejala yang menunjukkan bahwa mata kalian sedang lelah. Jadi, Sahabat KMU bisa mengenali, Anda sedang mengalami mata lelah atau tidak.

Berikut 4 gejala yang akan dirasakan, bila mata sedang lelah.

1. Mata terasa pedih, nyeri dan gatal.
2. Pandangan menjadi kabur dan terasa kering.
3. Mata kering dan berair.
4. Mata menjadi sensitif terhadap cahaya.

Ternyata, ketika mata lelah, gejalanya tak hanya di area mata loh Sahabat KMU. Gejalanya, bisa menyebar pada bagian tubuh yang lain. Seperti, nyeri pada leher, punggung, sakit kepala dan nyeri pada bahu.

Sebenarnya, ada cara untuk mencegah terjadinya mata lelah.
Bagaimana pun, mencegah lebih baik dari pada mengobati dong.

Sahabat KMU bisa mencegah mata lelah dengan 4 cara ini:

  1. Atur Pencahayaan dan jarak aman dengan komputer

Bila Sahabat KMU adalah orang yang sering beraktivitas menggunakan komputer, maka hal ini harus menjadi perhatian penting. Pastikan, Anda mengatur pencahayaan komputer. Hal ini  bisa dilakukan dengan bantuan filter .

Kemudian, pastikan Anda sudah berada di jarak aman, yakni pada jarak 50 hingga 60 centimeter.

  1. Istirahatkan mata (20:20)

Ingat saja 20:20, bila Sahabat KMU ingin terhindar dari mata lelah.
Saat menggunakan komputer atau membaca, baiknya Anda meluangkan waktu setiap 20 menit untuk beristirahat 20 detik. Karena itu, lebih mudah diingat dengan rumus 20:20 ya.

  1. Kontrol pencahayaan ruangan

Jangan sampai, ruangan Anda memiliki pencahayaan yang sangat terang dan menyilaukan. Buat cahaya yang ideal agar kinerja menjadi lebih nyaman, dan mata tidak menerima banyak cahaya yang masuk.

  1. Merawat mata

Ternyata kalian bisa mencegah mata lelah dengan memberinya perhatiannih Sahabat KMU. Bukan hanya doi yang butuh perhatian yah (ehem). Kalian bisa memulainya dengan menggunakan kompres air hangat atau obat tetes mata ketika mata terasa kering.

Ternyata mudah ya mencegah mata lelah ya Sahabat KMU. Tapi, bagaimana kalau Sahabat KMU sudah terlanjur mengalami mata lelah?

Tenang, Dokter Spesialis KMU Gresik, dr. Irma Suryani, SpM memiliki solusi untuk mengatasinya.
Ada 6 cara yang dapat mengatasi mata lelah, simak ulasannya:

  1. Rileksasi tubuh

Kalian bisa sesekali merileksasi tubuh ketika merasa lelah. Misal, dengan meregangkan otot kaki, tangan, bahu dan tubuh. Bisa sesekali berdiri dan jalan-jalan kecil di ruangan. Hal ini bisa memberikan jeda pada aktivitas  mata.

  1. Sering berkedip

Bila Anda sudah merasa lelah, termasuk mata yang sudah berair dan perih. Mulailah untuk sering berkedip. Beralihlah sejenak dari bacaan buku atau komputer Anda.

  1. Pijat mata

Pijat mata bukan berarti dengan tenaga yang luar biasa ya Sahabat KMU. Bila mata sudah terasa lelah, baiknya mulailah menutup mata dan pijat bagian pelipis selama beberapa menit. Pijat dengan pelan dan tenang.

  1. Benahi objek penglihatan

Bisa jadi, mata lelah karena pengaturan cahaya  ruangan dan kontras komputer yang kurang tepat. Bila dirasa belum benar, baiknya Anda segera memperbaiki hal tersebut. Kemudian alihkan pandangan sebentar.

  1. Obat tetes mata

Bila mengedip-ngedipkan mata tak bisa membantu, sedangkan mata terasa semakin kering, maka Anda bisa menggunakan obat tetes mata. Kemudian tutuplah mata dan mengompresnya dengan air hangat.

  1. Gunakan kacamata

Bila Anda pengguna kacamata, maka jangan lupa untuk menggunakannya saat beraktivitas. Karena, mata dengan permasalahan refraksi seperti mata minus, bisa membuat mata bekerja keras.

  1. Tidur yang cukup

Hal ini penting loh Sahabat KMU. Untuk bisa mengatasi mata lelah, maka harus tidur secara teratur. Sebab, mata akan beriistirahat, mendapat nutrisi dan memperbaiki jaringan. Mengurangi jatah tidur, sama dengan mengganggu proses istirahat mata loh.

Jadi, jangan khawatir lagi ya kalau mata Anda sering gatal dan berair. Mungkin Anda hanya butuh istirahat sejenak dan memperbaiki aktivitas nih. Semoga bermanfaat.

Read More

Mencegah Katarak Pada Bayi: Pastikan Melakukan 3 Cara Ini Saat Hamil

Mungkin Sahabat KMU pernah mengetahui kasus katarak yang menimpa bayi sejak lahir ya?

Seperti yang Klinik Mata Utama (KMU) bahas sebelumnya, katarak ini merupakan katarak kongenital, atau bawaan sejak lahir.

Ada beberapa faktor penyebab katarak kongenital ini, salah satunya adalah, adanya infeksi saat kehamilan.

Apakah Anda sudah menjaga diri dari infeksi ini saat hamil?

Dokter spesialis mata KMU Mojokerto dr. Nuke Erlina Mayasari, SpM menyebutkan,  sekitar 50 persen kasus katarak kongenital terjadi akibat mutasi gen pada bayi saat berkembang dalam kandungan.

Hal ini erat kaitannya terhadap masalah kesehatan yang terjadi selama kehamilan loh.

Sementara itu, 23 persen diantaranya karena keturunan dari orangtua. Selebihnya, belum diketahui secara pasti penyebabnya.

Lalu, apakah katarak pada bayi bisa dicegah semenjak kehamilan?

Dokter spesialis mata KMU Mojokerto dr. Nuke Erlina Mayasari, SpM mengatakan, katarak pada bayi hanya bisa dilihat dan didiagnosis usai proses persalinan. Hingga kini, belum ada cara terkait pendeteksi katarak dalam kandungan.

Hanya saja, katarak pada bayi ini bisa terjadi akibat komplikasi yang terjadi saat kehamilan. Diantaranya, penyakit infeksi Rubella, Herpes Simplex, cacar air, Herpes Zoster, Influenza,  Virus Epstein-Barr, Poliomyelitis, Sifilis, dan Toksoplasmosis.

Penyakit infeksi tersebut, disebabkan oleh virus yang menyebabkan gangguan perkembangan pada janin. Karena itu, untuk mencegah katarak pada bayi, seorang ibu harus mencegah infeksi virus tersebut.

Bagaimana caranya? Berikut 3 cara mencegah katarak pada bayi semenjak kehamilan:

1.Melakukan vaksin TORCH sebelum hamil

TORCH sendiri merupakan singkatan dari Toksoplasmosis, Rubella (campak Jerman), Cytomegalovirus, dan Herpes. Macam-macam penyakit tersebut, dapat membahayakan keselamatan ibu hamil dan janin. Dimana virus tersebut, mengalir dalam darah dan akibatnya bayi terjangkit infeksi yang sama.

Untuk mencegahnya, ibu hamil baiknya melakukan vaksin TORCH ini.

Mengapa vaksin ini harus dilakukan sebelum hamil?

Karena ada beberapa vaksin yang tidak boleh diberikan pada ibu hamil, salah satunya vaksin TORCH ini.

Karena itu, ada baiknya saat Anda dan pasangan memulai program kehamilan, lakukanlah konsultasi kepada dokter dan meminta saran terkait vaksin ini. Akan ada pemeriksaan dan pemberian vaksin tersebut, saat program kehamilan, sesuai anjuran dokter.

Vaksin ini baik dilakukan 2 bulan sebelum Anda melakukan program kehamilan. Tujuannya, agar vaksin bekerja maksimal dalam tubuh dan tiak berbahaya pada janin.
Selain itu, jangan lupa untuk melakukan konsultasi pada dokter kandungan, untuk mendapatkan imunisasi lengkap saat hamil.

2. Konsumsi makanan sehat

Nutrisi yang baik, tentunya akan berdampak baik ya Sahabat KMU.
Termasuk bagi janin saat kehamilan berlangsung. Anda harus bisa memberikan asupan gizi dan nutrisi terbaik.

Untuk menghindari infeksi dan juga TORCH, perhatikan beberapa hal berikut:

Hindari mengonsumsi daging mentah atau  kurang matang saat hamil.

Pastikan mengonsumsi makanan yang bersih dan sehat.

Wajib mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas, terutama setelah menyentuh tanah.

Hindarilah kontak dengan kotoran kucing atau anjing secara langsung.

Tidak perlu menindik tubuh dan tattoo saat hamil

3. Konsultasi bila memiliki keluarga dengan riwayat katarak kongenital

Bila dalam keluarga Anda sudah memiliki riwayat katarak kongenital, baiknya segera melakukan konsultasi. Sebab, kemungkinan besar hal ini akan diturunkan pada bayi Anda.

Namun ingat, bahwasanya penyebab katarak pada bayi adalah 50 persen dari mutasi gen saat perkembangan janin di proses kehamilan.

Konsultasikan kepada dokter sebelum merencanakan kehamilan. Karena itu, penting bagi para ibu hamil untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Pastikan bayi Anda lahir dengan sehat dan bahagia. Tentunya, bisa melihat wajah bahagia Anda dan pasangan sebagai orangtuanya.

Read More

Pastikan 5 Tahapan Diagnosa Katarak Ini Harus Dilakukan Dokter

Berdasar Standart Operational Procedure (SOP), ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh dokter dalam proses pemeriksaan atau diagnosa pasien katarak. Selebihnya, pemeriksaan atau diagnosa pasien katarak, dilakukan oleh perawat.


Karena itu, sebagai pasien katarak, Anda harus mengetahui tahapan atau hal yang harusnya dilakukan oleh dokter. Selain untuk hasil yang lebih maksimal, juga untuk mengetahui profesionalitas dokter dan lembaga kesehatan dalam melakukan pemeriksaan katarak.

Bila Anda melakukan pemeriksaan di Klinik Mata Utama (KMU), semua pemeriksaan akan dilakukan sesuai SOP. Untuk memastikannya, berikut 5 hal yang harus ditangani oleh dokter ketika melakukan proses diagnosa atau pemeriksaan pada pasien katarak.

  1. Pemeriksaan Slit Lamp

Hal pertama yang dilakukan dokter untuk memeriksa pasien katarak adalah pemeriksaan Slit Lamp.

Setelah melalui proses administrasi dari perawat, maka dokter melakukan pemeriksaan dengan mikroskop khusus yang dilengkapi cahaya. Dimana cahaya tersebut, berfungsi untuk menerangi lensa, iris dan kornea mata.

Melalui cahaya ini, dokter dapat melihat dengan jelas kelainan yang ada pada mata. Pemeriksaan ini harus dilakukan oleh dokter loh Sahabat KMU. Anda boleh bertanya dan meminta penjelasan bila hal ini tidak dilakukan oleh dokter.

  1. Pemeriksaan biometri, TD dan GDA

Setelah melalui pemeriksaan slit lamp, bila hasil menunjukkan pasien katarak membutuhkan operasi, maka dokter akan melanjutkan diagnose dan pemeriksaan selanjutnya. Yakni, melakukan cek kesehatan untuk kesiapan pasien melakukan operasi katarak.

Dokter akan melakukan pemeriksaan biometri. Pemeriksaan ini diperlukan untuk mengetahui ukuran lensa mata yang bisa ditanamkan pada mata pasien katarak. Selain itu, dokter juga perlu mengetahui kondisi tubuh pasien.

Apakah pasien sudah siap melakukan pemeriksaan?

Karena itu, dokter perlu melakukan cek laboratoium untuk mengetahui kondisi pasien. Hal yang harus ditangani dokter dalam hal ini adalah pemeriksaan tekanan darah dan cek gula darah acak (GDA).

  1. Komunikasi, Informasi dan edukasi (KIE)

Setiap pasien katarak berhak mendapat KIE dari dokter yang sedang melakukan proses pemeriksaan dan diagnosa. Dokter harus memberikan informasi terkait dengan hasil pemeriksaan dan tindakan selanjutnya yang dibutuhkan oleh pasien katarak.

Karena pada dasarnya, pasien katarak berhak mengetahui kondisi dan tindakan yang akan dilakukan padanya. Jadi, kalau Sahabat KMU tidak mendapatkan hal ini pada dokter yang melakukan pemeriksaan, kalian bisa lebih pro aktif ya.

Tapi, kalau kalian memeriksakan diri di KMU, kalian pasti akan mendapatkan informasi dan edukasi yang jelas.   

  1. Pemeriksaan tambahan (refraksi dan USG)

Ternyata, saat menjalani pemeriksaan katarak, bisa jadi Anda tidak membutuhkan operasi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan, pasien dinyatakan tidak membutuhkan operasi. Karena tidak ada katarak atau memiliki kelainan lain.

Setelah melalui pemeriksaan slit lamp oleh dokter, pasien yang dinyatakan tidak membutuhkan operasi, akan dilanjutkan pemeriksaan lagi loh oleh dokter.

Apa yang selanjutnya dilakukan?

Dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan, seperti pemeriksaan refraksi dan USG mata.

Pemeriksaan refraksi, dilakukan dokter dengan alat khusus yang disebut phoropter. Melalui alat ini, dokter dapat melakukan koreksi pada lensa dan pasien dapat menyebutkan huruf-huruf dengan jelas.

Mungkin kalian kerap menemuinya saat memeriksakan mata  pada optik ya. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi gangguan refraksi, seperti rabun dekat (hipermetropi),  rabun jauh (miopi), mata silinder (astigmatisme) dan mata tua (presbiopi).

Sedangkan USG mata adalah pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara. Dimana hal tersebut, berfungsi untuk memberikan gambaran struktur dalam mata. Tes ini dapat mengevaluasi katarak, termask tumor mata hingga pendarahan pada retina.

  1. Tindakan

Setelah melakukan proses  pemeriksaan tambahan, bila pasien membutuhkan tindakan lanjutan, maka tindakan ini harus dilakukan oleh dokter. Tentunya tindakan operasi katarak, juga harus dilakukan oleh dokter.

Diantaranya, termasuk pemeriksaan lanjutan, pembuatan resep hingga jadwa konsultasi lanjutan. Sebagai pasien, Anda bisa menanyakan terlebih dahulu terkait alasan dan tujuan dari tindakan yang akan dilakukan dokter.

Itulaj 5 tahapan yang harus dilakukan oleh dokter pada pemeriksaan atau diagnose untuk pasien katarak. Jadi, Sahabat KMU bisa lebih tenang ya sekarang. Anda bisa emmastikan 5 hal tersebut, ditangani oleh dokter. Setiap Dokter Spesialis Mata Andalan KMU pasti akan melakukannya sesuai SOP.  

Read More

3 Penyebab Mata Kedutan, Hati-Hati! Nomor 2 Tidak Bisa Dihentikan

Diantara Sahabat KMU, pasti ada yang pernah mengalami mata berkedut atau yang sering dikenal dengan Mata Kedutan ya.

Hal ini bisa jadi sangat mengganggu aktifitas Anda sehari-hari bila terus menerus terjadi.

Namun, apakah Mata Kedutan berbahaya?
Dokter Spesialis Mata KMU Madura dr. Ruchita Ranti, SpM menuturkan, bila mata kedutan ini tidak membahayakan kesehatan. Dengan catatan, terjadi pada daerah mata dalam waktu singkat tanpa disertai kelainan di bagian tubuh lain. merupakan sebuah kondisi yang tidak membahayakan kesehatan.
Akan tetapi, bila kedutan terjadi pada daerah mata disertai gangguan pada bagian tubuh lain, maka diperlukan perhatian khusus.
Hal ini bisa jadi merupakan suatu tanda bahaya. Bila hal tersebut terjadi, maka jangan menunda untuk memeriksakan diri Anda ke dokter. Terlebih mata kedutan tersebut sangat mengganggu.

Meski begitu, banyak mitos beredar terkait mata kedutan ini. Dimana, bila mata berkedut, maka ada yang sedang menggunjing Anda.

Tapi mitos tersebut salah ya Sahabat KMU, ada penjelasan secara medis terkait Mata Kedutan ini.
Karena itu, kalian perlu mengenali 4 hal yang menyebabkan mata kedutan. Berikut penjelasan dari Dokter Spesialis Mata andalan KMU Madura dr. Ruchita Ranti, SpM ini:
Blefarospasme
Mata berkedut karena Blefarospasme ini sering kali terjadi pada kedua mata sekaligus. Tidak ada rasa nyeri pada ketika mata berkedut, danlebih sering mengenai kelopakmata bagian atas.

Pada umumnya, mata kedutan jenis ini hanya berlangsung dalam hitungan detik, atau 1 hingga 2 menit. Sehingga, tidak dalam kategori berbahaya.
Kemudian, adapula Orbikularis Miokomia yang terjadi pada salah satu sisi mata dan lebih sering terjadi pada daerah kelopak mata bawah.
Namun, bila Anda mengalami kedutan yang berlangsung lebih lama hingga berminggu-minggu. Bahkan hingga membuat mata terpejam sempurna, maka Anda harus memeriksakan diri kepada dokter mata. Hal ini bertujuan untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi mata, kondisi mata kering, atau hal lain yang menggangu jalur saraf wajah.
Orbikularis miokimia
Orbikularis miokomia merupakan mata kedutan yang secara konstan dan tiba-tiba. Umumnya, kedutan ini terjadi pada salah satu sisi mata dan lebih sering terjadi pada daerah kelopak mata bawah.
Tapi tenang saja, mata kedutan’ jenis ini tidak berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya. Untuk mengatasinya, Anda dapat mencoba menarik sedikit bagian dari kelopak mata yang sedang berkedut tersebut. Tujuannya untuk mengurangi kedutan yang dirasa.
Kalau hal ini sering terjadi, cobalah untuk mengelola stres dan mengurangi konsumsi kopi serta minuman beralkohol. Seba, mata kedutan jenis ini semakin diperpaah oleh hal-hal tersebut.
Sindrom Tourette
Berbeda dengan kedua jenis penyebab mata berkedut di atas, mata kedutan karena sindrom Tourette ini tidak bisa dihentikan. Anda hanya bisa mengurangi gejalanya.
Mata kedutan jenis ini sering ditemukan sejak usia dini. Sindrom ini tidak hanya berhubungan dengan kedutan di daerah mata, tetapi disertai dengan gangguan lainnya.
Misal, mengeluarkan suara-suara yang tak terkendali, hingga gerakan atau hentakan anggota tubuh yang secara tiba-tiba.
Kondisi ini erat kaitannya dengan kelainan pada sistem saraf. Sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut oleh dokter spesialis saraf.
Gangguan kadar elektrolit
Bisa saja, mata kedutan yang Anda alami diakibatkan oleh gangguan elektrolit dalam tubuh.
Gangguan elektrolit dalam tubuh ini dapat berupa kalium, natrium, magnesium, dsb, yang berlebih atau justru kekurangan.
Pada umumnya, penurunan kadar kalium menyebabkan kelemahan pada otot-otot anggota gerak dan mata kedutan ini. Mata Kedutan ini, terjadi di otot-otot kecil di daerah tubuh lainnya seperti jari. Hal ini juga bisa terjadi pada Anda yang sedang muntah, diare atau punya luka bakar yang luas.
Jadi, mana yang menjadi penyebab Mata Kedutan pada Anda?
Jangan lupa untuk segera memeriksakan diri kepada dokter, bila ada kekhawatiran dan masalah terkait Mata Kedutan ini ya.

Read More

Waspada Penyakit Mata ini sering Terjadi Pada Bayi Prematur

Apasih Retinopathy of prematurity ( ROP ) itu?

Retinopathy of prematurity /ROP adalah kelainan yang mengenai retina mata pada bayi yang lahir prematur (kurang dari 31 minggu).

kelainan ini menyebabkan pertumbuhan pembuluh darah abnormal pada retina mata bayi yang dapat menyebabkan kelainan serius yang menyebabkan gangguan penglihatan.

Pada tingkat yang berat pembuluh darah abnormal ini dapat pecah dan menyebabkan perdarahan di dalam mata serta menyebabkan lepasnya retina mata dari perlekatannya (ablasio retina).

Oleh karena itu bayi yang lahir prematur perlu dilakukan screening untuk mengawasi adakah kelainan ROP.

#KMUedu#klinikmatakmu#KMU#klinikmatautama#eyeclinic#eyecenter#eye#katarak#katarakcenter#matajuling#penyakitmata#beyondophthalmologist#gresik#lamongan#bojonegoro#tuban

Read More

Layanan dari hati ke hati.

Bila memiliki masalah kesehatan mata, sampaikan saja. Kami akan mendengarnya. Kemudian memberikan alternatif solusi terbaik. Karena kami bahagia melayani Anda. Layanan dari hati ke hati.

#KlinikMataKMU #KMU #KMUedu #klinikmatautama #eyeclinic #eyecenter #katarak #katarakcenter #pusatkesehatanmata #dokter #doktermata #beyondophthalmologist #ophthalmologist #gresik #lamongan#tuban#bojonegoro#madura#bangkalan#surabaya#sidoarjo

Read More

KMU Goes to School Bangkalan

Tim Edu Klinik Mata KMU berkunjung SDIT Ulil Albab, Banyu Ajuh, Kamal, Bangkalan.

Kami bertemu dengan puluhan siswa, bermain dan belajar bersama tentang kesehatan mata. Terutama berkaitan dengan cara sehat menggunakan gadget.

#klinikmatautama #klinikmataKMU #KMUedu #KMUgoestoSchool #eyeclinic #eyecenter #katatakcenter #doktermata #ophthalmologis t#gresik#lamongan#tuban#bojonegoro#madura#bangkalan#surabaya#sidoarjo

Read More

Buta warna ternyata memiliki 2 sebab

Buta warna merupakan kelainan pada penglihatan di mana seseorang tidak mampu membedakan warna.

Buta warna,dilihat dari sebabnya ada dua : kongenital atau bawaan dan didapat.

Buta warna berdasarkan jenis warna yang tidak bisa dibedakan ada dua buta warna parsial dan total. Buta warna kongenital, terdapat pada kromosom X, sehingga jarang muncul pada anak perempuan, kecuali bapak maupun ibunya buta warna.

Buta warna didapat, bisa terjadi karena faktor infeksi atau peradangan pada papil nervus optikus atau pada retina mata. Contoh penyakit yang menyebabkan misalnya diabetes, infeksi virus, sifilis, atau juga bisa disebabkan karena efek samping obat.

Pemeriksaan untuk mengetahui kelainan buta warna adalah dengan ishihara test dan ada tes yang lebih akurat berupa Farnsworth Munsell Test.

Kesimpulan buta warna kongenital, merupakan karunia Allah SWT, jangan putus asa, tidak dapat bekerja, karena banyak sumber penghasilan yang tidak membutuhkan syarat kita buta warna apa tidak.

Buta warna didapat, kadang menjadi penanda bahwa seseorang tengah mengalami sakit serius, sehingga harus segera berobat ke dokter mata, untuk mendapatkan penanganan lebih baik.

#infoKMU#butawarna#pelayanansepenuhhati#klinikmataKMU#klinikmatautama#eyecenter#eyeclinic#katarak#katarakcenter#doktermata#ophthalmologist#gresik#lamongan#tuban#bojonegoro#madura#bangkalan#surabaya#sidoarjo

Read More

Efek samping Obat tetes mata dengan kandungan steroid

Banyak obat-obatan yang dapat menimbulkan efek samping pada mata dan fungsi penglihatan, salah satunya adalah obat tetes mata dengan kandungan steroid.
.
Efek samping yang timbul dapat bermacam-macam, dari ringan sampai menimbulkan efek samping yang serius. Meluasnya penggunaan obat tetes kortikosteroid untuk berbagai kondisi klinis dan tanpa petunjuk petugas medis juga menyebabkan banyaknya efek samping signifikan akibat pemakaian berkepanjangan.

Penggunaan berkepanjangan pada mata dapat menyebabkan efek samping yang buruk diantaranya : 
1. Katarak 
Penggunaan obat tetes steroid jangka panjang dapat mengakibatkan kekeruhan pada lensa mata terutama pada kapsul posterior lensa, sehingga tajam penglihatan menjadi menurun.
.
2. Glaukoma 
Penggunaan obat tetes steroid jangka panjang dapat mengakibatkan peningkatan tekanan bola mata, bila terjadi dalam waktu lama mengakibat kerusakan saraf mata.
.
3. Meningkatkan resiko infeksi 
Obat tetes steroid jangka panjang akan menurunkan sistem imun, sehingga resiko infeksi meningkat. Bahkan dapat memperberat infeksi yang sudah terjadi, terutama pada infeksi jamur dan bakteri.
.
4. Menghambat penyembuhan luka/ epitelisasi
Dalam jangka panjang, proses penyembuhan/ epitelisasi juga dapat dihambat oleh penggunaan obat tetes steroid, sehingga dapat menyebabkan gangguan pada mata/ kornea menjadi lebih sulit sembuh atau bahkan bertambah berat.

Penggunaan obat tetes steroid dapat membantu mengurangi peradangan pada beberapa kasus tertentu, namun perlu di perhatikan juga efek samping yang dapat terjadi, sehingga perlu pengawasan dari petugas medis dalam penggunaan obat-obatan tersebut.

#pelayanansepenuhhati#klinikmataKMU#klinikmatautama#eyecenter#eyeclinic#katarak#katarakcenter#doktermata#ophthalmologist#gresik#lamongan#tuban#bojonegoro#madura#bangkalan#surabaya#sidoarjo

Read More