All Posts in Category: Umum

Company Profile KMU

we are here
Jl. Sumatra 27F, GKB-Gresik 61151
you may call us
phone:031-3930011, 082232053333
www.klinikmatautama.com

Read More

AWAS!!! DAMPAK MELIHAT GERHANA MATAHARI DAPAT MERUSAK MATA.

AWAS!!! EFEK MELIHAT GERHANA MATAHARI DAPAT MERUSAK MATA.

Gerhana Matahari, kejadian alam tersebut tidak hanya menarik perhatian di dalam Negeri saja, tetapi juga menarik perhatian seluruh dunia. Menurut Para Ahli, pengertian dari Gerhana Matahari sendiri ialah proses dimana terjadinya  posisi Bulan, Matahari dan Bumi sejajar dan berada pada garis lurus.

Beberapa orang mengatakan bahwa rusaknya mata karena melihat gerhana matahari secara langsung adalah sebuah mitos, namun pendapat tersebut tidak dapat dikatakan benar karena fakta yang sebenarnya menurut beberapa dokter ahli atau dokter spesialis mata hal tersebut justru sangat membahayakan mata terutama efek pada rusakanya retina. Salah satu dokter spesialis mata di Klinik Mata Utama Gresik oleh dr.Fitria Romadiana, Sp.M menyatakan bahwa, melihat gerhana matahari secara langsung dapat menyebabkan rusaknya pusat penglihatan yaitu Retina, terdapat gangguan dan terjadinya proses kimia di dalam mata atau yang bisa disebut dengan Photochemical yang merupakan suatu reaksi yang diawali dengan energi radiasi yang sangat berbahaya serta radiasi Ultraviolet dan Blue Light yang berlebihan. Hal tersebut juga bisa terjadi dikarenakan panasnya yang bisa membakar. Adapun mitos yang mengatakan bahwa akan mengalami kebutaan total ketika melihat gerhana matahari secara langsung memang belum pernah dibuktikan dalam penelitian, namun harus tetap waspada akan resiko yang terjadi. Perlu diketahui bahwa Jawa Timur merupakan daerah dimana gerhana matahari itu akan nampak setengah, dan justru yang nampak setengah itulah yang sangat berbahaya bagi mata yang melihat secara langsung pada fase dimana bagian terkecil dari gerhana parsial, termasuk gerhana anular, sebelum dan setelah gerhana mencapai fase total. Fase tersebut yang mengakibatkan kerusakan pada retina. Manusia yang melihat terlalu lama akan terjadinya proses gerhana matahari yang berlangsung selama 1-4 jam, maka tidak akan bisa melihat jelas, seperti ada bayangan putih dan tidak fokus mengenali objek atau yang biasa disebut dengan Skotoma. Proses penyembuhan dari skotoma tersebut bisa hilang rata-rata sekitar 18 minggu.

Dari fakta yang dinyatakan dokter spesialis mata tersebut terbukti nyata bahwa efek yang ditimbulkan dari gerhana matahari dapat beresiko besar terhadap mata. Mengingat efek yang berbahaya tersebut, gerhana matahari seharusnya bukan menjadi tontonan banyak orang dan lebih baik dihindari.

 Melihat kejadian alam yang terjadi atas kekuasaan Allah, maka sebagai umat muslim dianjurkan untuk melakukan sholat gerhana matahari. Dan lebih waspada dalam menjaga kesehatan mata, karena mata merupakan jendela dunia yang sangat berperan penting dalam hidup kita. Adanya kelainan atau gangguan penglihatan akan menurunkan produktifitas dan bukannya tidak mungkin dapat berpengaruh khususnya pada masa depan seorang anak, maka dari itu peran orangtua sangat penting untuk memberikan pengawasan ketat terhadap anak, terlebih dalam melihat gerhana matahari yang akan terjadi esok pada tanggal 9 Maret 2016.

Artikel Oleh: Klinik Mata Utama Gresik

Read More

Pengaruh Minus Tinggi Terhadap Persalinan Normal

         Kehamilan adalah suatu Anugrah yang diberikan kepada setiap pasangan suami-istri. Kehadiran calon buah hati menjadi yang paling diidamkan dalam keluarga. Namun, kehamilan banyak terjadi perubahan yang dialami selain pada perubahan fisik wanita hamil juga berkaitan langsung dengan perubahan hormonal yang terjadi umum dan normal pada setiap ibu yang sedang mengandung janin anaknya. Sebagian besar hal yang ditakutkan adalah seorang ibu yang memiliki minus yang cukup tinggi karena ditakutkan akan berpengaruh pada proses persalinan ketika sudah menginjak masa umur kehamilan lebih dari usia 6 bulan.

     Sebagian dokter berpendapat bahwa jika minus lebih dari 5 Dioptri maka akan beresiko tinggi pada saat proses persalinan normal, namun berbeda halnya dengan dokter Spesialis Mata di Klinik Mata Utama, dr. Neni Daniati, Sp.M yang mengatakan bahwa, “Berdasarkan jurnal dan beberapa penelitian yang saya pelajari, jika dilihat berdasarkan kekuatan lensa memfokuskan objek, ukuran miopia dibedakan menjadi miopia derajat rendah (hingga 3.0 Dioptri), miopia derajat sedang (3.0-6.0 Dioptri), dan miopia derajat tinggi (6.0 Dioptri atau lebih). Biasanya sering terjadi tanda-tanda lepasnya retina ketika mengejan adalah pada miopia derajat sedang, karena berhubungan dengan aksial bola mata. Penyebab lepas atau sobeknya retina bisa disebabkan karena kondisi retina mata ibu yang tipis sehingga sangat mudah sekali sobek. Kedua, adanya gel cairan di dalam bola mata yang meresap ke dalam lubang yang berada di area retina sehingga bisa mudah terlepas. Namun, biasanya semua itu tergantung dari dokter kandungan yang menangani secara langsung untuk memperbolehkan atau tidak pada saat persalinan normal”.

           Untuk mengurangi rasa kekhawatiran akan resiko-resiko yang terjadi ada baiknya bila sang ibu rutin untuk memeriksakan dan mengkonsultasikan dengan dokter spesialis mata dan dokter kandungan, dan jika ada risiko robeknya retina, konsultasikan pula dengan dokter kandungan untuk menemukan apa cara terbaik untuk melahirkan. Jangan melakukan pengobatan alternatif yang tidak jelas untuk menghindari hal-hal buruk, dan perbanyak mengkonsumsi makanan yang bergizi dan pelatihan nafas untuk mengurangi mengejan ketika mata dalam kondisi minus.

Artikel oleh: Klinik Mata Utama Gresik

Read More

Operasi Katarak Gratis bersama Sidomuncul

GRESIK, Selasa 23 Februari 2016 – PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Tbk telah melakukan perjanjian dan penandatanganan MoU yang bekerjasama dengan Klinik Mata Utama  Gresik dengan jumlah pasien penderita katarak sebanyak 300 mata sepanjang tahun 2016. Penandaatanganan perjanjian ditandatangani oleh Direktur Klinik Mata Utama Gresik, dr.Uyik Unari, Sp.M dan juga perwakilan dari pihak PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Tbk, Hendrik – Staff Public Relation PT Sidomuncul.

Kegiatan ini selain mewujudkan salah satu misi dari KMU yakni aktif melakukan kegiatan-kegiatan sosial dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui kegiatan Baksos yang bekerjasama dengan Sidomuncul ini diharapkan dapat membantu warga yang tergolong tidak mampu dengan penderita katarak untuk bisa melakukan operasi katarak gratis sehingga pandangan pasien tidak lagi terganggu.

Pasien katarak dalam operasi selasa kemarin sejumlah 25 pasien sebagai simbolis awal dilakukannya bakti sosial dengan jumlah usia rata-rata 48 – 67 tahun. Pelaksanaan operasi dengan 25 pasien dalam satu hari  berlangsung selama sekitar 7 jam oleh dr. Fitria Romadiana, Sp.M.

Menurut hasil keterangan dari salah satu pasien katarak yang pernah melakukan operasi mata di Klinik Mata Utama mengatakan “Sampun Terang, saget Ningali jelas”, maksudnya adalah sudah dapat melihat dengan jelas dan terang.

Sementara itu, berdasarkan data Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami), PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul Tbk tersebut telah melakukan operasi karatak secara kontinyu. Pada 2011, ada 6000 mata yang telak dilakukan operasi. Berikutnya, ada 12.746 mata di tahun 2012, tahun 2013 ada 13.024 mata, pada 2014 ada 8.805 mata, dan 4.425 mata pada 2015.

Read More

SITUASI GANGGUAN PENGLIHATAN GLOBAL

Penyebab gangguan penglihatan terbanyak di seluruh dunia adalah gangguan refraksi yang tidak terkoreksi, diikuti oleh katarak dan glaukoma. Sebesar 18% tidak dapat ditentukan dan 1% adalah gangguan penglihatan sejak masa kanak-kanak.

Sedangkan penyebab kebutaan terbanyak di seluruh dunia adalah katarak 51%, diikuti oleh glaukoma dan Age related Macular Degene-ration (AMD). Sebesar 21% tidak dapat ditentukan penyebabnya dan 4% adalah gangguan penglihatan sejak masa kanak-kanak.

Orang-orang yang berusia 50 tahun dan lebih merupakan kelompok usia di mana gangguan penglihatan dan kebu-taan banyak terjadi. Sekitar 65% dari penderita gangguan penglihatan, dan 82% orang-orang buta terjadi pada orang-orang usia 50 tahun dan lebih, walaupun jumlah kelompok usia ini hanya 20% dari populasi dunia.

Sumber: Global Data on Visual Impairment 2010, WHO 2012

Read More

Katarak Hilang hanya Sehari!

“One Day Care” siap menjadi One Stop Solution bagi penyakit katarak. Pasien tak perlu datang berkali-kali ke klinik atau melakukan rawat inap. Cukup datang sekali, dan hanya membutuhkan waktu tak lebih dari 30 menit, penyakit katarak pun bisa teratasi.

Read More

Dari Metode jadul ke Canggih

Kata Katarak berasal dari bahasa Latin ‘cataracta’, yang artinya air terjun. Sebutan itu diberikan karena mata penderita katarak berwarna putih kelabu seperti air terjun yang mengalir deras.

Operasi katarak juga diketahui sebagai operasi tertua di dunia. Beberapa ukiran pada dinding kuil dan makam raja-raja kuno Mesir menggambarkan alat-alat yang dipakai dalam operasi katarak. Catatan detail mengenai prosedur operasi katarak senditi terekam sejarah sejak abad ke 5 SM.

Sebuah jurnal berbahasa sansekerta yang ditulis oleh Maharesi Shushutra , ahli bedah india kuno, menjelaskan mengenai operasi katarak dengan teknik couching. Teknik itu adalah mengoperasi katarak dengan memindahkan lensa mata yang terkena katarak ke lokasi ke posisi lain. Teknik ini bisa membuat pasien kembali melihat, namun pandangan tetap buram karena posisi lensa mata yang salah. Prosedur ini juga pernah dilakukan di Cina pada abad ke 2 SM. Dunia barat baru menerapkan teknik mengoperasi katarak ini pada tahun 29 SM, seperti disebutkan oleh Aulus Cornelius Celsus dalam tulisan De Medicinae. Meski demikian , prosedur ini dinilai berbahaya dan tidak berhasil menyembuhkan katarak. Sebaliknya, metode ini menimbulkan berbagai komplikasi, dan pada beberapa kasus justru menimbulkan kebutaan permanen.

Baru pada abad ke 10 Masehi, mulai ditemukan cara yang lebih aman dalam operasi katarak. Seorang dokter Persia bernama Muhammad bin Zakariya al-Razi mengaplikasikan teknik operasi katarak melalui penyedotan katarak. Ia menggunakan jarum suntik berongga untuk menghisap katarak. Al-Razi menyebutkan bahwa jarum itu sendiri sudah ditemukan sejak abad ke 2 Masehi oleh dokter Yunani, Anthyllus.

Operasi katarak era modern ditandai oleh penemuan metode operasi katarak oleh Jacques daviel, seorang dokter dari Paris pada tahun 1748. Tidak seperti metode pada masa kuno sebelumnya, metode yang dilakukan oleh Daviel ini benar-benar mengangkat katarak dari lensa mata.

Kemudian, baru pada tahun 1940-an mulai ditemukan cara memasang lensa buatan pada pasien katarak. Metode tersebut ditemukan oleh dokter mata asal Inggris, Sir Nicholas Harold Lloyd Ridley pada tahun 1949.

Sedangkan teknik operasi katarak paling modern, fakoemulsifikasi , ditemukan pada tahun 1967, oleh Charles kelman. Metode ini menggunakan gelombang suara ultrasonik untuk memecah katarak tanpa perlu melakukan penyayatan besar pada mata. Metode ini memungkinkan seseorang langsung beraktivitas normal setelah operasi. Operasi ini juga berlangsung sangat cepat, hanya perlu waktu sekitar 15 menit.

Meski teknik ini sudah cukup lama dikenal, baru sedikit dokter spesialis mata di Indonesia yang menguasai teknik ini. Diantaranya adalah Dokter Uyik Unari Dwi Kaptuti SpM, Dokter Fitria Romadiana SpM dan Dokter Danti Ayu Irawati, SpM yang berpraktik di Klinik mata Utama Gresik

Read More

Komunitas Mata Utama

Banyak pasien katarak dan anggota keluarga yang butuh forum kebersaan untuk saling berkomunikasi membuat Klinik Mata Utama Gresik membentuk Komunitas Mata Utama. Anggota Komunitasnya, akan mendapatkan banyak pengetahuan tentang bagaimana merawat mata.

Hal itu dikatakan dr. Uyik Unari, SpM, Pemilik Klinik  Mata Utama Gresik. Saat ini jumlah anggota komunitas sudah mencapai 150-an orang. “Kita juga sudah membuatkan kartu pengenal anggota komunitas,” ujarnya.

Anggota komunitas Mata Utama, akan mendapatkan edukasi tentang katarak, dan penyakit mata lainnya yang dikemas seperti seminar oleh dokter spesialis mata dari Klinik Mata Utama. Selain itu, anggota komunitas mengadakan screening atau pemeriksaan mata di tempat anggota komunitas dan juga sistem rujukan pasien kataraka.

Peserta komunitasnya berasal dari pasien katarak, anggota keluarga pasien katarak dan relawan katara. ” Dengan komunitas ini, kita ingin berkontribusi lebih,” ujar dr. Uyik Unari, SpM

Read More

Operasi Katarak, Tak Lagi Menakutkan

“Sampai saat ini operasi katarak masih menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian orang. Namun dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, maka operasi katarak tidak lagi menakutkan.”

Hal itu dikarenakan ada alat dengan teknologi modern yang membuat operasi katarak dapat dilakukan dengan teknik Phacoemulsifikasi dan tanpa membuat sayatan lebar, sehingga operasi menjadi cepat, mudah, dan aman tanpa jahitan. Jika dengan operasi yang lama, sayatan bisa mencapai 6mm, bahkan lebih. Namun dengan operasi dengan teknik terbaru, dilakukan hanya dengan sayatan 3mm, bahkan lebih kecil dari itu.

Selain itu, operasi katarak yang awalnya dilakukan dalam hitungan jam, kini bisa dalam hitungan menit, selesai.

Apa yang di maksud dengan Teknik Phaco Emulsifikasi?

Phaco-emulsifikasi adalah teknik operasi katarak yang paling canggih saat ini. Teknik operasi ini menggunakan irisan yang sangat kecil (kurang dari 3mm) pada sisi kornea. Alat fakoemulsifikasi digunakan untuk melunakkan (emulsifikasi) dan mengeluarkan lensa kontak pada saat yang bersamaan. Setelah itu, lensa intra-okuler (IOL) yang dapat dilipat dimasukkan kedalam mata. Setelah operasi, pasien dapat beraktifitas kembali tanpa menutup mata.

Operasi selesai tanpa memerlukan jahitan. Waktu operasi biasanya kurang dari 30 menit.

Kelebihan operasi katarak dengan Teknik Phaco Emulsifikasi

Beberapa kelebihan dari operasi katarak dengan menggunaka teknik Phaco Emulsifikasi yaitu:

  1. Sayatan sangat kecil (± 2,2 mm)
  2. Proses cepat (± 15 menit)
  3. Tanpa Jahitan
  4. Pasien dapat langsung pulang setelah operasi
  5. Perawatan dan pemulihan lebih cepat (± 2-5 hari)
  6. Dapat dilakukan pada semua tikatan katarak
  7. Mengurangi rasa nyeri, ngeres dan ketidaknyamanan setelah operasi

Phaco-Emulsifikasi adalah teknik operasi katarak yang paling canggih saat ini. Teknik operasi ini menggunakan irisan yang sangat kecil (kurang dari 3mm) pada sisi kornea.

Read More

Operasi Katarak Gratis

Pemeriksaan Mata untuk Operasi Katarak Gratis* di KMU (Klinik Mata Utama), untuk wilayah Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, dan Tuban. Berlaku s/d 30 September 2015.

* Untuk Masyarakat Tidak Mampu

Pelaksanaan :

Wilayah Gresik
Hari : Sabtu
Jam : 08.00 -12.00 WIB
Alamat : Klinik Mata Utama, Jl Sumatra 27F GKB-Gresik
Telp : 031-393 0011

Wilayah Lamongan
Hari : Senin, Selasa, Kamis & Jumat
Jam : 08.00 -12.00 WIB
Alamat : Klinik Mata Utama, Ruko Permata Kav.34 Jl. Panglima Sudirman Lamongan
Telp : 0322-319256

Wilayah Tuban
Hari: Rabu, Kamis & Jumat
Jam : 08.00 -12.00 WIB
Alamat : Poli Mata RSNU Tuban, Jl. Letda Sucipto 211 Tuban
Telp : 0356-328299

Call Katarak Center : 0822 3205 3333

Read More