Kini Belajar Phaco Tak Harus ke Luar Negeri

Kini Belajar Phaco Tak Harus ke Luar Negeri

Peluang menarik diberikan Klinik Mata Utama (KMU) di arena Pertemuan Ilmiah Tahunan 2017 Persatuan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI) yang diselenggarakan di Singhasari Resort, Batu, 27-29 September 2017. Melalui lini KMUedu, klinik mata yang berpusat di Gresik ini memberi kesempatan kepada para dokter spesialis mata untuk terus mengembangkan keahlian.

Ada tiga program kursus yang diselenggarakan oleh KMU, yaitu Basic Phaco Workshop, Phaco Surgery Course, dan Wet Lab. Tiga program ini sangat erat kaitannya dengan peningkatan keahlian dalam tatalaksana operasi mata, terutama  penguasaan teknik operasi canggih yang dikenal sebagai phacoemulsification atau operasi mata tanpa jahitan.

“Berdasarkan data WHO, Indonesia masih menempati peringkat 2 negara dengan penderita katarak terbesar di dunia. Ini sangat memprihatinkan. Tetapi kenyataan ini juga menjadi tantangan bagi dokter mata untuk terus belajar agar skill meningkat, tekniknya makin canggih, dan layanannya makin cepat. Hal inilah yang mendorong KMU untuk menjadi salah satu fasilitator pembelajaran dan pengembangan keahlian bagi dokter mata di Indonesia,” jelas dr Uyik Unari, SpM, Direktur Klinik Mata Utama.

KMU menggandeng PERDAMI dan INASCRS (Indonesian Society of Cataract and Refractive Surgery) sebagai instruktur. “Alhamdulillah, respon dari dokter mata sangat bagus. Bulan lalu ketika kami selenggarakan Basic Phaco Workshop dan Wet Lab di Surabaya, seluruh kursi belajar penuh. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Beberapa calon peserta malah ada yang sudah inden menjadi peserta program yang akan datang,“ lanjut alumni FK Unair ini bersemangat.

Salah satu faktor penyebab tingginya minat peserta adalah karena biasanya kursus ini diselenggarakan di luar negeri. “Patut kita syukuri, dengan adanya KMUedu ini, kini belajar phaco tak perlu lagi ke luar negeri,” tandas dokter berputra empat ini.

Menurut pengamatan Jawa Pos Radar Malang, tak sedikit dokter mata yang datang ke booth KMU menyatakan tertarik dengan program ini. Salah satunya adalah dr. Gina Niscita, SpM. “Saya pikir ini program yang menarik. Para dokter mata di sini jadi lebih punya kesempatan belajar menjadi lebih ahli. Semoga ke depan menjangkau ke daerah-daerah di seluruh Indonesia,” kata dokter cantik yang datang bersama tiga teman sesama dokter mata asal Yogjakarta ini.

Beyond Ophthalmologist

Dalam gelaran Pertemuan Ilmiah Tahunan ini, KMU juga mengenalkan jargon beyond ophthalmlogist sebagai spirit baru yang mengajak para dokter mata untuk lebih siap menghadapi tantangan perubahan zaman.

Kehidupan di masa depan yang kian canggih dan serba digital, pola relasi sosial yang sedemikian cepat berubah, juga tuntutan layanan terbaik yang semakin mengedepan, suka tidak suka harus direspon dengan baik oleh dokter mata. Dunia merindukan kehadiran dokter mata yang memliki tiga karakter dasar, yaitu professional, educational, social.

“Karakter professional mengharuskan untuk memiliki keahlian yang terus meningkat. Educational berarti senatiasa bersemangat belajar sekaligus mau mengajari kolega dan masyarakat. Dan karakter social menjaga peran dokter mata untuk rela berbagi dengan sesama,” papar Uyik Unari.”Melalui KMUedu ini, kami berharap bisa berkontribusi melahirkan lebih banyak lagi beyond ophthalmologist,” pungkasnya (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

× Hubungi Kami