Kisah Tompo Sembuh dari Katarak

Tompo (60) asal Lamongan menjalani kehidupannya sebagai buruh tani. Semenjak mengalami gangguan katarak 10 tahun yang lalu.  Sehari-hari selain buruh tani, Tompo juga membantu mencari makanan ternak. “Semenjak katarak, ngarit kesulitan” tutur bapak berkulit coklat ini, menceritakan halangannya saat bekerja.

Penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari hanya dari merawat sapi orang lain, tubuhnya juga sering terkena arit akibat penglihatannya yang kurang jelas.

Singkat cerita, setelah mengetahui ada pemeriksaan katarak gratis di Klinik Mata Utama Lamongan, Tompo bersemangat untuk mendaftar dan mengikuti proses tersebut. Sampai akhirnya setelah dinyatakan positif katarak. Tompo berhasil menjalani operasi, dan kembali melihat secara normal.

Setelah normal kedua mata yang menderita katarak tersebut. Tompo saat ini semakin semangat bekerja sebagai buruh tani untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“alhamdulillah ono sing bantu” Supiatun (47) istri tompo ketika memberikan tanggapannya terkait proses penyembuhan suami yang dicintainya tersebut.

Berikut wawancara lengkapnya

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.