Dokter Spesialis Mata Terbaik di Klinik Mata Utama Uyik Unari

Melawan Stereotip Menakutkan Operasi Mata

Sebagian awam menganggap bahwa operasi mata itu menakutkan. Dengan bermodalkan cerita dari mulut ke mulut, dogma tersebut semakin membuat khawatir.

“Ada sebagian pasien yang telah setuju untuk dioperasi, tiba-tiba memutuskan tidak jadi operasi, ya karena takut operasinya tidak berhasil,” ungkap dr. Uyik Unari, SpM.

Para dokterpun menyadari, memang tidak mudah untuk mengalihkan perhatian orang awam bahwa teknologi operasi masa kini telah berbeda jauh dengan mesin operasi zaman dahulu. Jika masih menggunakan sistem jahit tentu memerlukan waktu sedikit lama. “karena itu kami menghadirkan alat phacoemulsifikasi yang memudahkan operasi, bahkan hanya 10-15 menit saja.” kata Dokter Uyik.

Dengan menggunakan peralatan modern bernama phacoemulsifikasi itu, lanjut wanita berkacamata ini, KMU optimis bisa menurunkan angka penderita katarak, terutama di daerah yang sudah berdiri KMU. Phacoemulsifikasi yaitu suatu alat bedah katarak tanpa jahitan dengan teknologi mutahir. Alat operasi katarak Phaco yang digunakan adalah buatan ALCON, USA. Begitu juga Intra Ocular Lens IOL Acrysoft, yaitu lensa buatan yang berfungsi mengganti lensa yang keruh.

Hadirnya peralatan canggih tersebut diharapkan akan membuat berkurangnya persepsi yang menimbulkan ketakutan masyarakat tentang operasi mata pada umumnya. Sebab menghilangkan persepsi tentu membutuhkan waktu dan bukti yang cukup. Hingga nanti tidak ada lagi pasien yang menganggap bahwa katarak adalah penyakit tua yang tidak bisa disembuhkan. Karena katarak bisa disembuhkan sesuai tingkat keparahannya. Bisa jadi tidak cukup hanya sekali operasi. Semuanya bergantung bagaimana kondisi mata, serta penyakit bawaan yang mungkin diidap pasien tersebut.

Gelar Edukasi di Daerah

Penyakit katarak di Indonesia telah mencapai angka yang sangat memprihatinkan (WHO-Who Health Organization-,2010). Setiap tahunnya muncul sebanyak 210.000 orang yang mengalami katarak. Namun yang dapat di obati dengan cara operasi katarak baru 120.000 orang setiap tahunnya. Hal seperti ini mengakibatkan munculnya cataract backlog yaitu penumpukan pengindap katarak yang sangat tinggi.

Latar belakang pasien katarak disebabkan oleh penyakit klasik orang pinggiran pantai serta pengaruh usia. Sebab banyak masyarakat yang belum sadar betapa berbahayanya apabila mata terkena matahari langsung dengan durasi waktu yang terbilang lama.

One Day Care, Pasien Tak Perlu Rawat Inap

Tak hanya di Gresik, pasien juga masih banyak ditemui dari luar Gresik. Hal tersebut pula yang memicu KMU untuk bergegas membuka cabang di berbagai titik dengan geografis utama berdekatan dengan pantai.

“Klinik kami sedang menggalakan ‘One Day Care’ yakni siap menjadi one stop solution bagi penyakit katarak. Jadi, pasien tak perlu datang berkali-kali ke klinik atau melakukan rawat inap. Cukup datang sekali, dan hanya membutuhkan waktu tak lebih dari 30 menit, penyakit katarakpun bisa teratasi,” ujarnya(ce2)

Sumber: magazine mata utama edisi 04

Leave a Reply

Your email address will not be published.

× Hubungi Kami