Mencegah Katarak Pada Bayi: Pastikan Melakukan 3 Cara Ini Saat Hamil

Mungkin Sahabat KMU pernah mengetahui kasus katarak yang menimpa bayi sejak lahir ya?

Seperti yang Klinik Mata Utama (KMU) bahas sebelumnya, katarak ini merupakan katarak kongenital, atau bawaan sejak lahir.

Ada beberapa faktor penyebab katarak kongenital ini, salah satunya adalah, adanya infeksi saat kehamilan.

Apakah Anda sudah menjaga diri dari infeksi ini saat hamil?

Dokter spesialis mata KMU Mojokerto dr. Nuke Erlina Mayasari, SpM menyebutkan,  sekitar 50 persen kasus katarak kongenital terjadi akibat mutasi gen pada bayi saat berkembang dalam kandungan.

Hal ini erat kaitannya terhadap masalah kesehatan yang terjadi selama kehamilan loh.

Sementara itu, 23 persen diantaranya karena keturunan dari orangtua. Selebihnya, belum diketahui secara pasti penyebabnya.

Lalu, apakah katarak pada bayi bisa dicegah semenjak kehamilan?

Dokter spesialis mata KMU Mojokerto dr. Nuke Erlina Mayasari, SpM mengatakan, katarak pada bayi hanya bisa dilihat dan didiagnosis usai proses persalinan. Hingga kini, belum ada cara terkait pendeteksi katarak dalam kandungan.

Hanya saja, katarak pada bayi ini bisa terjadi akibat komplikasi yang terjadi saat kehamilan. Diantaranya, penyakit infeksi Rubella, Herpes Simplex, cacar air, Herpes Zoster, Influenza,  Virus Epstein-Barr, Poliomyelitis, Sifilis, dan Toksoplasmosis.

Penyakit infeksi tersebut, disebabkan oleh virus yang menyebabkan gangguan perkembangan pada janin. Karena itu, untuk mencegah katarak pada bayi, seorang ibu harus mencegah infeksi virus tersebut.

Bagaimana caranya? Berikut 3 cara mencegah katarak pada bayi semenjak kehamilan:

1.Melakukan vaksin TORCH sebelum hamil

TORCH sendiri merupakan singkatan dari Toksoplasmosis, Rubella (campak Jerman), Cytomegalovirus, dan Herpes. Macam-macam penyakit tersebut, dapat membahayakan keselamatan ibu hamil dan janin. Dimana virus tersebut, mengalir dalam darah dan akibatnya bayi terjangkit infeksi yang sama.

Untuk mencegahnya, ibu hamil baiknya melakukan vaksin TORCH ini.

Mengapa vaksin ini harus dilakukan sebelum hamil?

Karena ada beberapa vaksin yang tidak boleh diberikan pada ibu hamil, salah satunya vaksin TORCH ini.

Karena itu, ada baiknya saat Anda dan pasangan memulai program kehamilan, lakukanlah konsultasi kepada dokter dan meminta saran terkait vaksin ini. Akan ada pemeriksaan dan pemberian vaksin tersebut, saat program kehamilan, sesuai anjuran dokter.

Vaksin ini baik dilakukan 2 bulan sebelum Anda melakukan program kehamilan. Tujuannya, agar vaksin bekerja maksimal dalam tubuh dan tiak berbahaya pada janin.
Selain itu, jangan lupa untuk melakukan konsultasi pada dokter kandungan, untuk mendapatkan imunisasi lengkap saat hamil.

2. Konsumsi makanan sehat

Nutrisi yang baik, tentunya akan berdampak baik ya Sahabat KMU.
Termasuk bagi janin saat kehamilan berlangsung. Anda harus bisa memberikan asupan gizi dan nutrisi terbaik.

Untuk menghindari infeksi dan juga TORCH, perhatikan beberapa hal berikut:

Hindari mengonsumsi daging mentah atau  kurang matang saat hamil.

Pastikan mengonsumsi makanan yang bersih dan sehat.

Wajib mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas, terutama setelah menyentuh tanah.

Hindarilah kontak dengan kotoran kucing atau anjing secara langsung.

Tidak perlu menindik tubuh dan tattoo saat hamil

3. Konsultasi bila memiliki keluarga dengan riwayat katarak kongenital

Bila dalam keluarga Anda sudah memiliki riwayat katarak kongenital, baiknya segera melakukan konsultasi. Sebab, kemungkinan besar hal ini akan diturunkan pada bayi Anda.

Namun ingat, bahwasanya penyebab katarak pada bayi adalah 50 persen dari mutasi gen saat perkembangan janin di proses kehamilan.

Konsultasikan kepada dokter sebelum merencanakan kehamilan. Karena itu, penting bagi para ibu hamil untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Pastikan bayi Anda lahir dengan sehat dan bahagia. Tentunya, bisa melihat wajah bahagia Anda dan pasangan sebagai orangtuanya.