Mitos Seputar Mata

 

1. Membaca dengan cahaya kurang akan menyebabkan kerusakan Mata.

Membaca dcengan cahaya kurang atau redup sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan kerusakan mata, akan tetapi kurangnya penerangan akan menyebabkan mata bekerja lebih keras sehingga menyebakan otot mata menjadi mudah lelah.

2. Membaca dengan posisi tidur akan menyebabkan mata minus

Posisi membaca dengan tidur akan membuat jarak baca berubah ubah dan sering jarak baca menjadi tidak ideal, sehingga otot mata akan berusaha keras untuk menempatkan bayangan tepat diretina. Beberapa keluhan pada mata akan dirasakan jika kita membaca sambil tidur, misalnya mata lelah, terasa panas, perih, berair, dan sakit kepala. Keadaan ini tidak menyebabkan mata menjadi minus. Mata minus terjadi karena kelengkungan kornea, keadaan lensa mata, panjang sumbu bola mata dan indeks refraksi dari cairan didalam bola mata.

3. Wortel dapat Menyebuhkan Mata Minus atau Silinder

Mata minus atau myopia merupakan gangguan penglihatan dimanan bayangan jaatuh di depan retina, keluhan yang dirasakan adalah kabur untuk melihat jauh. Wortel banyak Mengandung vitamin A dan baik untuk mata dan membantu metabolisme di saraf  mata. Konsumsi wortel dianjurkan jika penyebab sakit mata merupakan defisiensi (kekurangan) vitamin A seperti xeroftalmia atau rabun senja. Jika penyebab kabur adalah myopia, maka pemberian wortel tidak bisa membantu menghilangkan minus atau silinder

4. Jangan pakai Kaca Mata terus, nanti Semakin Parah

Penggunaan alat bantu penglihatan seperti kaca mata atau lensa kontak, tidak mempengaruhi keadaan minus. Dengan menggunakan alat bantu, maka kualitas hidup akan lebih baik, karena pasien dapat melihat dengan lebih jelas, dapat bekerja dengan lebih baik, dan mengurangi adanya kelelahan otot mata. Penggunaan alat bantu kacamata atau lensa kontak pada masa pertumbuhan atau anak anak sangat pentng untuk mencegah terjadinya mata malas (amblyopia), mata malas merupakan kondiri penurunan penglihatan yang tidak disertai dengan kelainan anatomi mata

5. Bintitan disebabkan karena Mengintip

Bintitan atau hordeolum adala infeksi pada kelenjar di kolopak mata. Kelenjar pada permukaan mata selalu mengeluarkan cairan yang berguna untuk melindungi permukaan mata, jika terdapat infeksi pada saluran ini maka akan membentuk sebuah bisul yang terasa nyeri. Hordeolum jika diobati dengan benar dapat sembuh sempurna namun kadang masih membutuhkan tindkan kecil berupa insisi untuk mengeluarkan nanah yang terdapat dalam bisul tersebut. Jadi bintitan bukan disebabkan karena meningintip

6. Semua obat tetes dapat digunakan untuk mengobati mata merah

Mata merah banyak sekali penyebabnya, antara lain infeksi, alergi, glaucoma, radang bola mata (uveitis) atau trauma. Salah satu penyebab tersering mata merah adalah infeksi. Penyebab infeksi bisa dikarenakan virus, bakteri, jamur, atau chlamidia. Semua mata merah memerlukan evaluasi dan pemeriksaan yang cermat oleh dokter mata. Obat mata yang beredar di pasaran juga banyak macamnya. Penggunaan obat tetes mata tanpa indikasi dan dosis yang tepat akan membahayakan kondisi mata itu sendiri. Sebaiknya sebelum memberi obat, berkonsultasilah dengan dokter mata

7. Katarak hanya Terjadi pada Orang Lanjut Usia

Katarak tidak hanya terjadi pada orang tua. Secara umum, katarak dibagi menjadi: kataral congenital (katarak yang terjadi pada bayi baru lahir, karena penyakit selama kehamilan), katarak juvenile (katarak yang terjadi pada anak anak), kataran senilis (katarak yang disebabkan karena faktor usia), katarak komplikata (katarak yang disebabkan karena penyakit lain seperti radang, glaucoma, diabetes)

8. Katarak bisa Sembuh dengan Obat

Sampai saat ini belum ditemukan obat yang bisa menghilangkan katarak, obat obat yang beredar sekarang hanya berfungsi untuk menghambat progresifitas ketebalan katarak. Tindakan yang paling tepat jika katarak sudah mengganggu penglihatan adalah melakukan oprasi pengangkatan massa lensa dan menggantinya dengan lensa buatan yang ditanam di dalam bola mata.

× Hubungi Kami